IDEANEWSID. BBPOPT bersama tim dari Japan International Cooperation Agency (JICA), Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian (Kementan), dan Direktorat Jenderal Hortikultura melakukan kunjungan lapang sekaligus monitoring ke Laboratorium Vapour Heat Treatment (VHT), belum lama ini.
Untuk diketahui, VHT ini merupakan fasilitas kunci dalam proses ekspor buah, khususnya mangga gedong gincu ke Jepang.
Kunjungan ini pun menjadi momen penting untuk mengevaluasi keberlanjutan kerja sama Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) yang telah berlangsung sejak 2009 hingga 2013.
Lewat program ini pula Indonesia telah memperoleh sejumlah fasilitas strategis seperti mesin VHT, biotron, cold storage, hingga mikroskop laboratorium.
Akan tetapi, seiring waktu, beberapa fasilitas mengalami kerusakan dan belum berfungsi kembali secara optimal.
Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto menggunakan, Laboratorium VHT memainkan peran krusial dalam memastikan standar keamanan ekspor buah ke Jepang.
“Proses pengujian yang dilakukan BBPOPT sebelumnya, seperti perlakuan suhu 47,5°C selama 15 menit untuk membasmi lalat buah tanpa merusak kualitas mangga, telah menjadi acuan penting dalam ekspor hortikultura,” kata Yuris lewat rilisnya, Rabu (20/8/2025).
Sayangnya, kata dia, kerusakan pada mesin VHT utama membuat pengujian tidak bisa lagi dilakukan secara optimal.
Dalam pertemuan tersebut, tim JICA menegaskan bahwa tindak lanjut kerja sama sangat bergantung pada justifikasi dari pihak Indonesia mengenai kebutuhan perbaikan fasilitas dan urgensi program ke depan.
Sebagai respons, Ditjen Hortikultura menyatakan komitmennya dalam menyusun rencana kerja (work plan) ekspor serta mengagendakan pelatihan pengujian VHT pada September 2025.
Kegiatan diakhiri dengan kunjungan langsung ke Laboratorium VHT, di mana seluruh tim meninjau kondisi aktual peralatan dan fasilitas yang selama ini menjadi ujung tombak ekspor buah segar ke Jepang. (Red)






