TMMD Ke-128 Resmi Ditutup, Pangdam III, Danrem 063, Dandim 0619, dan Bupati Purwakarta Jadi Saksi Nikah Massal

JADI SAKSI. Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein saat menjadi saksi pernikahan warga yang mengikuti program Nikah Massal.

IDEANEWSID. Lapangan Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, tampak berbeda dari biasanya, Kamis (21/5/2026).

Benar, di hari itu memang ada prosesi penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128. Akan tetapi, yang paling menarik perhatian adalah satu tenda khusus yang dipadati beberapa pasang calon pengantin.

Tak hanya itu, dua pasang pengantin tampak duduk di dua meja khusus yang telah disediakan. Keduanya mewakili para calon pasangan pengantin yang hadir untuk mengikuti program sidang isbat dan nikah massal.

Yang istimewa, kedua pasang pengantin itu melakukan prosesi akad nikah disaksikan langsung oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein.

Momen tersebut menjadi sesuatu yang langka, bahkan disebut pertama kali digelar dalam pelaksanaan TMMD di wilayah Kodam III/Siliwangi.

Di hadapan warga, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyampaikan rasa syukur karena seluruh pelaksanaan TMMD di wilayah Kodam III/Siliwangi berhasil diselesaikan 100 persen, baik sasaran fisik maupun nonfisik.

“Alhamdulillah secara keseluruhan hari ini seluruh TMMD di wilayah Kodam III/Siliwangi selesai 100 persen. Mulai dari pembangunan jalan, rumah tidak layak huni, pos kamling, sumur bor, pipanisasi, MCK dan lainnya sudah selesai dibangun,” kata Kosasih.

Baca juga:  "Dari Slankers untuk Slankers", Slank Fans Club Purwakarta Galang Donasi Bencana Sumatera tanpa Turun ke Jalan

Menjawab Kebutuhan Dasar Masyarakat Desa

Akan tetapi lebih dari sekadar pembangunan fisik, Kosasih menegaskan bahwa TMMD hadir untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat desa, terutama akses air bersih dan konektivitas wilayah.

Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila masih ada daerah yang mengalami kesulitan air bersih ataupun membutuhkan jembatan penghubung.

“Kalau ada desa yang kekurangan air bersih, laporkan ke Babinsa, Danramil sampai Dandim. Nanti kita bantu bangunkan sumur bor. Ini program Presiden Republik Indonesia. Begitu juga kalau ada desa yang membutuhkan jembatan gantung, silakan laporkan,” ujarnya.

Di tengah sambutannya, suasana berubah lebih hangat ketika Pangdam mulai membicarakan program nikah massal yang digelar di lokasi penutupan TMMD tersebut.

Dengan nada penuh apresiasi, ia mengaku baru pertama kali menyaksikan penutupan TMMD yang dirangkai dengan nikah massal dan isbat nikah gratis.

“Nikah massal dan isbat nikah ini luar biasa. Saya baru tahu ternyata ada rangkaian seperti ini di penutupan TMMD. Ini pertama kali juga TMMD melaksanakan nikah massal,” ucapnya.

Baca juga:  PT Kishi Board Indonesia Audiensi dengan Bupati Purwakarta, Bawa Investor Yang Siapkan Rp100 Miliar

Menurutnya, legalitas pernikahan menjadi hal penting bagi masyarakat, karena berkaitan langsung dengan kepastian hukum serta hak-hak sosial keluarga.

“Kalau tidak resmi kasihan juga, tidak punya surat nikah. Nanti hak-haknya seperti bantuan sosial dan administrasi lainnya tidak tersalurkan. Alhamdulillah semuanya difasilitasi gratis oleh Pak Bupati,” kata Kosasih.

Suasana lapangan pun pecah oleh tepuk tangan dan gelak tawa warga saat Pangdam menyebut para pengantin juga mendapat hadiah istimewa dari Bupati Purwakarta.

“Bulan madunya di rumah dinas Pak Bupati, naik mobil Pak Bupati juga. Luar biasa ini,” ujarnya

Langkah Percepatan Pembangunan Daerah

Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein menegaskan, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan TNI akan terus diperkuat sebagai langkah percepatan pembangunan daerah, terutama di wilayah pedesaan.

Menurut Om Zein, sebelum TMMD ke-128 dilaksanakan, Pemkab Purwakarta bersama Kodim 0619 telah lebih dahulu menggelar karya bakti pembangunan infrastruktur dengan nilai mencapai sekitar Rp30 miliar.

Program tersebut di antaranya membuka akses jalan dari Rancadara menuju Gurudug hingga kawasan Taman Batu.

Baca juga:  Momen Kapolres Purwakarta Disuntik Vaksin Dosis Ketiga

“TMMD ini bagian dari percepatan pembangunan. Sebelumnya kami juga sudah melaksanakan karya bakti bersama TNI untuk membuka akses jalan dari Rancadara ke Gurudug sampai ke Taman Batu, dan semuanya sudah selesai,” ucap Om Zein.

Ia menjelaskan, pembangunan yang saat ini dilakukan akan terus dilanjutkan hingga membuka konektivitas antarwilayah desa.

“Jalur ini nantinya tembus sampai Desa Cilenca, Kecamatan Bojong. Semua akan kita kerjakan untuk percepatan pembangunan bersama TMMD,” katanya.

Om Zein menilai, pembangunan desa tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, konektivitas antara desa dan kota menjadi bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Purwakarta akan terus konsisten bekerja sama dengan TNI dalam penyelesaian infrastruktur. Tujuannya untuk mengoneksikan pembangunan desa dengan pembangunan kota,” ujarnya.

Di pengujung acara, para pasangan pengantin tampak tersenyum lega sambil menggenggam buku nikah yang baru mereka terima.

Sebagian warga mengabadikan momen dengan telepon genggam sederhana, sementara anak-anak berlarian di sekitar lapangan yang baru saja menjadi saksi dua hal penting sekaligus: pembangunan desa dan lahirnya harapan baru. (Red)