Bacaleg DPRD Garut dari PKS, Kang Indra, Dukung Penuh Kenduri Pangan Lokal

Bacaleg DPRD Garut dari PKS, Indra Kristian (kiri) berkomitmen mendukung Kenduri Pangan Lokal salah satunya dengan membantu para petani porang.

IDEANEWSID. Bakal calon anggota DPRD Kabupaten Garut pada pileg 2024 mendatang, Indra Kristian, mengapresiasi gelaran Kenduri Pangan Lokal yang dilaksanakan di Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Ahad (13/11/2022).

Kang Indra, sapaan akrabnya, yang tercatat sebagai anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini namanya kian santer terdengar berkat kiprahnya di masyarakat.

Dirinya pun diketahui bakal nyaleg di dapil lima yang meliputi lima Kecamatan Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Banyuresmi, Samarang, dan Pasirwangi.

Tak sekadar mengapresiasi, Kang Indra juga siap menyukseskan program Kenduri Pangan Lokal. Ini sejalan dengan yang disampaikan Wakil Ketua Majelis Syuro, Ketua DPW PKS Jabar dan Ketua DPD Kabupaten Garut, dr. Helmi Budiman.

“Selain membangun ketahanan bangsa melalui ketahanan pangan, program ini juga jelas sangat menguntungkan para Petani,” kata Kang Indra kepada wartawan, Kamis (17/11/2022).

Terlebih, sambungnya, Kabupaten Garut dengan iklim dan geografi alamnya, sangat berpotensi untuk mengembangkan potensi pangan lokal. Selain kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) sangat melimpah, mayoritas masyarakat Garut juga berprofesi sebagai petani.

Baca juga:  Cegah Kenakalan Remaja, Kodim 0619/Purwakarta Sosialisasi Wasbang ke Sekolah

Kang Indra juga menjelaskan bagaimana saat ini dirinya tengah membina dan memfasilitasi petani porang dengan pihak perbankan dalam skema pembiayaannya.

Selain itu, juga menjalin kerja sama dengan pabrik yang memproduksi olahan pangan dari bahan baku porang dan ketersediaan pasar porang yang selama ini diekspor.

“Saya membina dan memfasilitasi petani porang dengan target lahan 300 hektare melalui pembiayaan kredit di perbankan. Saat ini realisasinya mencapai petani porang di lima desa dan 60 hektare yang telah ditanami. Yakni, di wilayah Singajaya dan Peundeuy,” ujarnya.

Selain itu, Kang Indra juga berencana menghadirkan pabrik pengolahan porang di Kabupaten Garut. Tujuannya agar petani porang lebih produktif dan dapat menyerap tenaga kerja lokal, serta menghemat biaya produksi.

Hadirkan Kembali Pangan Lokal

Wakil Ketua Dewan Syuro PKS Sohibul Iman menyebutkan, Kenduri Pangan Lokal sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

 

Sebelumnya, PKS melalui Bidang Tani dan Nelayan menggelar kegiatan Kenduri Pangan Lokal, dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional dan Hari Pangan Sedunia, Ahad (13/11/2022).

Baca juga:  Gus Ahad Estafetkan Kursi PKS DPRD Jabar kepada Budiwanto, Selisihnya 1.920 Suara

Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP PKS, Riyono menyebutkan, momentum Hari Pangan Sedunia dan Hari Tani Nasional untuk kembali ke pangan lokal.

“PKS menjadikan momentum Kenduri Pangan Lokal untuk mengembalikan pangan lokal. Jumlah pangan lokal kita sangat banyak, hampir 230 dari jenis sayuran san buah-buahan. Sumber karbohidrat, protein yang sebenarnya cukup untuk kita bisa berdaulat pangan,” ucapnya.

Riyono kemudian menuturkan, PKS berkeinginan pangan lokal semakin disukai masyarakat, dengan begitu akan mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan.

Senada disampaikan Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Sohibul Iman. Dirinya menyebutkan, permasalahan pengelolaan potensi pangan akan menjadi tidak berguna saat menghadapi krisis pangan di masa depan.

“Bahkan di masa depan, kita akan terkena krisis, oleh karena itu PKS ingin membangunkan kesadaran masyarakat dan juga pemerintah bahwa kita mempunyai potensi besar,” katanya.

Baca juga:  Pj Bupati Purwakarta Sebut Pelayanan KB dan Pemanfaatan Alat Kontrasepsi Dapat Mengurangi Angka Stunting

Dirinya pun mengajak pemerintah dan masyarakat untuk bahu-membahu mengelola bahan-bahan pangan lokal. “Jangan sampai kita terlena dengan impor,” ujar Sohibul.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu mengatakan, pemerintah harus melakukan langkah konkret dan berhenti bergimik dalam menyikapi krisis pangan 2023.

Menurut Haru, saat ini yang dibutuhkan untuk menghadapi krisis pangan di 2023 yakni dengan melakukan kerja sama. “Saya kira pemerintah harus berhenti dengan berbagai gimik. Untuk menghadapi krisis ini tidak bisa dengan gimik. Kita harus bekerja sama,” ucapnya.

Haru juga mengungkapkan, di tingkat daerah, mulai dari provinsi hingga kota/ kabupaten harus berupaya menggali potensi pangan lokal. Pemerintah juga harus mulai mengkonsumsi pangan lokal dengan membeli pangan dari para petani.

“Yang paling membahagiakan untuk petani adalah harga yang cocok supaya tidak merugi. Supaya mereka berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan petani. Jangan sampai mereka bertani tapi merugi,” ucapnya. (Red)