IDEANEWSID. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-118 di Kabupaten Purwakarta dijadikan titik awal gerakan sosial perlindungan pekerja rentan melalui program “ASN Nyaah ka Warga” yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta di Taman Pasanggrahan Padjadjaran, Rabu (20/5/2026).
Program “ASN Nyaah ka Warga” adalah sebuah gerakan sosial yang mendorong Aparatur Sipil Negara ikut melindungi pekerja informal dan pekerja rentan di lingkungan sekitarnya melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, akrab disapa Om Zein, menegaskan, program tersebut merupakan gerakan kesadaran sosial yang tumbuh dari kepedulian ASN terhadap masyarakat sekitar.
“Ini bukan program yang dipaksakan pemerintah, tetapi gerakan kesadaran dari ASN sendiri untuk melindungi pekerja rentan di sekitarnya. Bisa asisten rumah tangga, sopir pribadi, tukang kebun, kurir langganan, atau pekerja informal lainnya,” kata Om Zein.
Menurutnya, perlindungan sosial bagi pekerja rentan sangat penting karena mereka merupakan kelompok yang paling rawan terdampak ketika mengalami kecelakaan kerja atau musibah. Padahal, kata dia, besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan relatif ringan dibanding manfaat yang diperoleh.
“Kadang kita tidak sadar, pekerja di sekitar kita itu bekerja tanpa perlindungan apa pun. Ketika sakit atau mengalami kecelakaan kerja, mereka harus menanggung sendiri risikonya. Padahal iurannya sangat kecil, hanya sekitar Rp8.500 per bulan,” ujarnya.
Om Zein berharap gerakan “ASN Nyaah ka Warga” mampu membangun budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat Purwakarta, sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.
Bentuk Kepedulian Sosial
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat Kunto Wibowo menilai program “ASN Nyaah ka Warga” merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat positif dan layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Ia menjelaskan, gerakan tersebut sejalan dengan program BPJS Ketenagakerjaan bertajuk “Sertakan” atau Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda, yang selama ini mendorong perusahaan maupun individu mampu untuk membantu melindungi pekerja informal.
“Ini bukan sekadar program administratif, tetapi gerakan kemanusiaan yang lahir dari hati. Kesadaran seperti ini sangat penting karena jumlah pekerja rentan sangat besar, sementara kemampuan APBD tentu terbatas,” ucap Kunto.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk RS Siloam Purwakarta yang telah membantu melindungi ratusan pekerja rentan, mulai dari pengemudi ojek online hingga pekerja informal lainnya.
Menurut Kunto, gerakan yang lahir di Purwakarta ini menunjukkan bahwa perlindungan sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha.
“Kami akan menyosialisasikan gerakan ini ke daerah lain di Jawa Barat. Purwakarta telah menunjukkan bahwa membangun kepedulian sosial bisa dimulai dari lingkungan terdekat,” katanya.
Purwakarta Jadi Yang Pertama
Senada, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwakarta Wira Junjunan Sirait mengaku optimis dengan lahirnya gerakan sosial tersebut. Ia bahkan menyebut Purwakarta menjadi daerah pertama di Indonesia yang menginisiasi perlindungan pekerja rentan berbasis kesadaran ASN.
“Seingat saya, ini yang pertama di Indonesia. ASN dengan sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya untuk melindungi pekerja rumah tangga dan pekerja rentan lainnya. Ini luar biasa,” ujarnya.
Sebelum program ini diluncurkan secara resmi, sambungnya, sejumlah ASN di Purwakarta sebenarnya sudah lebih dulu mendaftarkan pekerja di sekitar rumah mereka ke BPJS Ketenagakerjaan.
Adapun peluncuran program ini, lanjut dia, menjadi penguatan terhadap gerakan sosial yang telah tumbuh secara alami di masyarakat.
“Hari Kebangkitan Nasional kali ini benar-benar menjadi momentum kebangkitan bagi pekerja rentan di Purwakarta. Ini bukan hanya simbolik, tetapi gerakan nyata,” ucapnya. (Red)






