30 Tahun Menginspirasi Anak Bangsa, Katga ’95 Inisiasi Dapur SPPG Cikopo dan Jadi Guru Inspirasi di Purwakarta

PENGABDIAN ALUMNI. Katga '95 menggelar kegiatan 30 Tahun Pengabdian Alumni AAU '95 di SDN 2 Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jumat (10/10/2025).

IDEANEWSID. Ikatan Keluarga Alumni AAU 1995 atau dikenal dengan sebutan Katga ’95 menggelar kegiatan 30 Tahun Pengabdian Alumni AAU ’95 di SDN 2 Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jumat (10/10/2025).

Mengangkat tema Satu Jam Berbagi, Seumur Hidup Menginspirasi, kegiatan ini menghadirkan Ketua Katga ’95 Marsda TNI Benny Arfan yang kesehariannya menjabat sebagai Wadankodiklatau.

“Acara berupa bakti sosial yang menginspirasi ini menjadi wujud nyata komitmen alumni untuk senantiasa dekat dan berkontribusi kepada masyarakat,” kata Benny.

Tak sekadar hadir, Benny dan sejumlah anggota Katga ’95 juga masuk ke kelas untuk menjadi Guru Inspirasi. Mereka mengajar anak-anak dari kelas 1 hingga kelas 6.

Adapun tujuannya untuk memperkenalkan beragam profesi serta memotivasi anak anak untuk berani menggapai cita-citanya.

Baca juga:  Kembali Nakhodai Gapeknas Purwakarta, Kang Yayat: Kami Siap Bergerak dan Bersinergi untuk Purwakarta Lebih Maju

“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat dan wawasan baru bagi para siswa di Purwakarta, khususnya di SDN 2 Cikopo,” ujar Benny.

​Selain kelas inspirasi, Katga ’95 juga memberikan bantuan berupa peralatan belajar untuk sekolah serta bantuan bahan makanan untuk para guru dan relawan dapur SPPG Cikopo.

“Katga ’95 menginisiasi pendirian Dapur MBG di Cikopo, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional atau BGN, yang kini telah melayani 3.823 penerima manfaat di sekitar wilayah Bungursari,” ucapnya.

Lebih lanjut Benny mengatakan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Katga ’95 di pengabdiannya yang sudah 30 tahun untuk terus mendukung inisiatif sosial di pengabdiannya yang sudah .

Baca juga:  Baznas Purwakarta Bedah Dua Rutilahu di Sukasari

​”Kami berharap kegiatan kelas inspirasi ini bermanfaat dan semakin mendekatkan Katga ’95 dengan masyarakat. Ini juga wujud dukungan kami terhadap Asta Cita Bapak Presiden RI,” katanya.

Senada, Sekretaris Deputi Dialur BGN, Budi Utomo, memberikan motivasi kepada para siswa SD. Ia menjelaskan bahwa menu MBG sangat dibutuhkan tubuh untuk pertubuhan fisik dan otak manusia.

“Kami juga mengajak anak anak agar berani memberikan masukan kepada SPPG terdekat di Cikopo apabila menemukan anomali dalam pelayanannya,” ujar Budi.

MBG Solusi Terbaik

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, membagikan pengalamannya terkait program Tujuh Poe Atikan yang digagas Kang Dedi Mulyadi saat menjadi Bupati Purwakarta.

“Salah satu kebijakan Tujuh Poe Atikan adalah mewajibkan anak-anak sekolah membawa bekal dari rumah. Akan tetapi, yang menjadi kendala adalah makanan seperti apa yang menjadi bekal untuk anak?” ucap Sadiyah.

Baca juga:  DWP Purwakarta dan Upaya Peningkatan Kepedulian Sosial

Ia mengungkapkan, kebanyakan orang tua membekali anaknya dengan mi instan dan nasi goreng, itu pun tanpa telur, sehingga kebutuhan gizi anak jauh dari cukup.

“Jadi, yang penting makan dan perut terganjal. Padahal anak belajar sejak pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Belum lagi kaitannya dengan bonus demografi, bagaimana bisa memaksimalkannya,” katanya.

Dengan tegas, Sadiyah pun menyebutkan bahwa program MBG adalah solusi terbaik, bentuk ideal dari program Tujuh Poe Atikan.

“Kami juga mengapresiasi sumbangsih Katga ’95 kepada masyarakat Purwakarta, khususnya kepada anak-anak di SDN 2 Cikopo ini,” ujarnya. (Red)