IDEANEWSID. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta melakukan bedah rumah tidak layak huni (rutilahu) di dua desa di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (19/9/2022).
Bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat, ada dua rutilahu yang dibedah. Pertama, rutilahu milik Aas Permana di Kampung Cikahuripan, Desa Kertamanah. Kedua, rutilahu milik Aceng Warsa di Desa Sukasari.
Dikonfirmasi terkait bedah rutilahu tersebut, Ketua Baznas Purwakarta Rika Ristiawati, M.E., menyebutkan, kedua rutilahu yang dibedah tersebut diberikan stimulus masing-masing Rp10 juta. Bantuan tersebut kami amanahkan kepada panitia lokal untuk dibelikan bahan bangunan yang diperlukan.
“Alhamdulillah, dukungan dari Pak Camat Sukasari Bayu Permadi sangat besar. Pun halnya dengan kepala desa setempat. Kami bahkan sampai dikawal hingga ke dua lokasi rutilahu tersebut,” kata Rika saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (20/9/2022).
Dijelaskan Rika, untuk rumah Aas Permana kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Bagian atap dan dindingnya sudah rusak, dan harus segera diperbaiki.
Adapun rumah Aceng Warsa terdampak bencana longsor sehingga harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. “Jadi proses pembangunannya dilakukan dari awal. Alhamdulillah, warga sekitar juga saling gotong-royong membantu,” ujarnya.
Rika pun menghaturkan terima kasih kepada para muzakki dan munfik yang telah menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya melalui Baznas Purwakarta.
Sehingga, lanjutnya, banyak masyarakat yang terbantu. “Semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda. Aamiin,” ucap Rika.
Lebih lanjut Rika mengungkapkan, hingga saat ini, total ada 15 rutilahu yang terdata dan akan dilakukan bedah rutilahu. “Kami pun terus bekerja sama dengan para mitra-Baznas untuk ikut serta dalam program bedah rutilahu tersebut,” kata Rika.
Gerakan Infak Seribu
Dirinya pun bakal kembali menggencarkan gerakan infak seribu. Pasalnya, gerakan tersebut memiliki sumbangsih cukup besar untuk program bedah rutilahu.
“Gerakan infak seribu sempat terhenti dua tahun terakhir ini akibat pandemi COVID-19. Dan sejak Agustus ini kembali aktif di seluruh SD, SMP, dan SMA,” ujarnya.
Bahkan, Rika juga berniat menghadap Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika untuk membahas kemungkinan gerakan infak seribu untuk bisa diikuti seluruh warga Purwakarta. “Mudah-mudahan Surat Edarannya bisa diterbitkan,” ucap Rika. (Red)






