SMPIT – SMKIT Assyafaq Rana Mihardja Purwakarta Kenalkan Konsep Deep Learning saat MPLS

DEEP LEARNING. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi SMPIT dan SMKIT Assyafaq Rana Mihardja tak sekadar momen untuk mengenalkan lingkungan sekolah tapi juga mengenalkan konsep Deep Learning kepada para murid barunya.

IDEANEWSID. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi SMPIT dan SMKIT Assyafaq Rana Mihardja tak sekadar momen untuk mengenalkan lingkungan sekolah tapi juga mengenalkan konsep Deep Learning kepada para murid barunya.

Kepala SMPIT-SMKIT Assyafaq Rana Mihardja, Ade Syarifudin, S.Pd.,Gr., mengatakan, Deep Learning yang juga dikenal sebagai Pembelajaran Mendalam, adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep dan penguasaan kompetensi secara mendalam.

“Pendekatan ini mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan mengaplikasikan materi yang dipelajari dengan dunia nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan,” kata Ade saat ditemui di sekolah yang berlokasi di Jl. Pemuda II, Pasawahan, Purwakarta, Jumat (18/7/2025).

Baca juga:  Banyak Pihak Menyayangkan Sopir Truk Maut Balikpapan Tak Banting Stir ke Kiri

Ade yang merupakan satu dari dua Fasilitator Pembelajaran Mendalam se-Kabupaten Purwakarta ini, menjelaskan, ada tiga elemen utama dalam pembelajaran mendalam.

Ketiganya adalah Pembelajaran Berkesadaran atau Mindfull Learning, Pembelajaran Kebermaknaan atau Meaningfull Learning, dan Pembelajaran Menggembirakan atau Joyfull Learning.

Proses Belajar Bermakna dan Menyenangkan

“Mindfull Learning mengajak siswa untuk menyadari proses pembelajaran yang sedang ia jalani sedangkan meaningfull learning bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi para siswa,” ujar Ade.

Adapun joyfull learning, kata Ade, lebih menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang positif agar siswa dapat mejalani proses pembelajaran dengan gembira dan menyenangkan.

Baca juga:  Workshop PKM, UPI Purwakarta Ajak Guru PAUD Membuat Pop Up Book

“Melalui MPLS ini, kami juga mulai mengenalkan kegiatan khas sebelum dimulainya kegiatan belajar di kelas. Di antaranya pada pukul 06.30 siswa diajak berkebun dan merawat tanaman yang menjadi base project atau poyek dasarnya masing-masing,” ucap Ade.

Usai berkebun, kata Ade, dilanjutkan dengan Salat Dhuha, kemudian di kelas diawali dengan Ikrar Santri. Barulah setelah itu kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Kegiatan khas tersebut mulai dikenalkan sejak MPLS karena akan menjadi habituasi atau pembiasaan pada saat proses belajar yang sebenarnya. Melalui habituasi ini juga diharapkan para siswa melakukan hal yang sama saat berada di rumah,” katanya.

Baca juga:  Pemkab Purwakarta Kukuhkan Pembangunan Zona Integritas Pada Delapan Perangkat Daerah

Lebih lanjut Ade mengatakan, SMPIT – SMKIT Assyafaq Rana Mihardja menerapkan sistem pembelajaran fullday maupun boarding school atau mondok. Adapun SMKIT hanya ada satu jurusan yakni Agribisnis Tanaman Pangan Hortikultura (ATPH).

“Alhamdulillah, kami telah menjalankan MPLS selama lima hari berturut-turut, sejak Senin (14/7/2025) hingga Jumat (15/7/2025). Pelaksanaan sesuai juknis Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Purwakarta. Kami mix dengan beberapa materi yang relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya. (Red)