Ewindo Investasi Rp50 Miliar untuk Pengembangan R&D

INVESTASI. PT East West Seed Indonesia berinvestasi sekitar Rp50 miliar untuk membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) seluas hampir 4.500 meter persegi di Purwakarta.

IDEANEWSID. PT East West Seed Indonesia atau Ewindo, yang merupakan produsen benih sayuran tropis hibrida ‘Cap Panah Merah’ menggelontorkan investasi sekitar Rp50 miliar untuk membangun pusat riset dan pengembangan (R&D) seluas hampir 4.500 meter persegi di Purwakarta.

Fasilitas yang dibangun menggunakan konsep ‘post pandemic working space’ dan ‘accessible spot for all stakeholders’ ini menjadikan Ewindo sebagai perusahaan benih sayuran pertama di Indonesia yang memiliki area R&D terluas dan terlengkap.

Hadir dalam soft launching area R&D ini Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., serta Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN Puji Lestari, Selasa (11/7).

Turut hadir Agricultural Counselor Kedutaan Besar Belanda Joost Van Uum, dan Managing Director Ewindo Glenn Pardede beserta jajaran direksi Ewindo, serta ratusan petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Prihasto Setyanto mengatakan, benih memegang 50 persen dari kualitas hasil produksi pertanian. Oleh karenanya, pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi mengawali dengan benih bermutu.

“Kami telah melihat benih di Ewindo. Benih bermutu ini yang terus kami dorong. Melalui kerjasama antara pemerintah, petani dan swasta pertanian hortikultura tetap bertahan di tengah anomali cuaca yang terus dipantau dan diwaspadai,” kata Prihasto.

Hal yang sama disampaikan pakar pertanian Profesor Bungaran Saragih yang juga hadir dalam kesempatan tersebut. Menurut Bungaran pertanian hortikultura khususnya sayuran sangat penting karena menjadi sumber vitamin dan mineral.

Baca juga:  Babinsa Kodim 0619/Purwakarta Bantu Warga Perbaiki Jembatan Roboh

Ditentukan Benih

KUNJUNGAN. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., dalam kunjungannya ke PT East West Seed Indonesia.

Keberhasilan pertanian hortikultura salah satunya ditentukan oleh benih yang ditanam petani. Jika benihnya bermutu petani akan panen dan Makmur.

“Pemerintah harus memberikan perhatian, mendorong dan memberikan dukungan kepada perusahaan yang melakukan riset perbenihan berkualitas,” ujar Bungaran.

Sementara itu Managing Director Ewindo Glenn Pardede mengatakan, dunia pertanian saat ini menghadapi tantangan perubahan iklim, penyakit yang semakin berat dan menurunnya daya dukung lahan serta luas lahan pertanian yang kian terbatas.

Di sisi lain, kebutuhan akan variasi bahan pangan hortikultura juga semakin meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk dunia termasuk di Indonesia. Salah satu solusi adalah intensifikasi pertanian termasuk pemanfaatan inovasi dan teknologi.

Ewindo sebagai perusahaan yang berbasis R&D terus berkomitmen melakukan inovasi-inovasi untuk mengembangkan benih unggul berkualitas yang sesuai dengan keinginan petani dan pasar untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut.

“Pondasi terpenting kegiatan inovasi di industri perbenihan adalah di bagian research and development (R&D), dan ini diwujudkan Ewindo dengan berinvestasi serius dengan jumlah yang cukup besar untuk pembangunan fasilitas R&D yang modern dan terpadu,” ucap Glenn Pardede.

Tambah Besar

LEPAS. Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., tampak tertawa lepas saat berbincang dengan jajaran Direksi Ewindo.

Selama ini Ewindo telah memiliki area R&D seluas hampir 2.000 meter persegi dengan berbagai fasilitas. Di antaranya, laboratorium biologi molecular, laboratorium biologi sel, laboratorium penyakit tanaman, serta perkantor.

Baca juga:  Benih Unggul dan Adopsi Teknologi Jadi Rahasia Sukses Petani

Dengan beroperasinya fasilitas baru, masing-masing laboratorium tersebut akan bertambah besar. Selain itu, akan dibangun sejumlah laboratorium baru, yaitu Nutrition lab, Agronomy lab dan Consumer lab, perkantoran terintegrasi, collaboration space dan co-working space/open air space.

Dengan beroperasinya fasilitas baru ini proses penemuan varietas unggul bakal lebih cepat yaitu antara 8-10 varietas per tahun dibanding sebelumnya 6-8 varietas per tahun serta kualitas benih yang jauh lebih baik lagi.

Fasilitas R&D modern dan terpadu ini diharapkan akan menjadi akselerasi dalam menghasilkan benih unggul berkualitas dan memposisikan EWINDO sebagai ‘center of excellence’ benih sayuran di Indonesia.

“Kami optimistis langkah strategis ini dapat mendukung sistem pertanian berkelanjutan dan solusi terbaik dalam mendukung pola pertanian yang menguntungkan secara ekonomi dan aman secara lingkungan. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen perseroan untuk terus menjadi sahabat petani terbaik di Indonesia,” kata Glenn Pardede.

Event Nasional

Pada kesempatan yang sama, Ewindo juga menggelar Event Nasional Kebun Cap Panah Merah yang diikuti tak kurang dari 500 petani dari seluruh Indonesia.

Kegiatan tahunan yang digelar 11-16 Juli 2023 ini bertajuk “Pahlawan Pangan Bangsa Berhak #Panen Makmur” dengan arti petani berhak mendapatkan rasa aman pada saat menanam benih sehingga mendapatkan hasil yang optimal untuk menunjang kemakmuran hidup mereka.

Baca juga:  Sebulan Program Gizi Perum Jasa Tirta II, Ibu Hamil dan Balita Mulai Rasakan Manfaat

“Acara Expo Nasional merupakan salah satu bentuk pelayanan kami terhadap para petani mitra yang telah dengan setia menggunakan benih ‘Cap Panah Merah’,” ujar Glenn Pardede.

Selain untuk lebih mendekatkan hubungan dengan petani, sambungnya, sekaligus memberikan wawasan tentang proses-proses produksi benih. Sehingga, semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya benih unggul berkualitas.

Dalam acara ini Ewindo juga memperkenalkan sejumlah varietas benih sayuran unggul berkualitas. Total varietas yang ditampilkan dalam kegiatan yang sangat dinantikan para petani ini berjumlah sekitar 40 varietas. Di mana, sembilan di antaranya adalah produk-produk baru hasil dari pengembangan dan penelitian yang diselaraskan dengan kebutuhan petani.

Di acara yang digelar di pusat riset dan pengembangan benih EWINDO di Purwakarta seluas 8.000 meter persegi ini, para petani juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan para ahli dari Ewindo.

Yaitu, mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman, teknik budidaya tanaman, manfaat menggunakan benih unggul berkualitas, dan pengenalan varietas-varietas lainnya.

Selain itu, para petani dapat bertukar pengalaman dengan petani dari daerah lain untuk menambah wawasan. Diharapkan petani yang ikut serta dalam Expo Nasional ini dapat menularkan ilmu yang didapat kepada petani lain di daerahnya masing-masing. (Red)