IDEANEWSID. Menteri Koordinator atau Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan soal perpanjangan diskon PPN properti itu merupakan salah satu program yang ada dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang anggarannya tahun ini disiapkan sebesar Rp451 triliun.
“Itu terbagi menjadi 3, yaitu kesehatan, perlindungan sosial, dan terkait dengan fasilitas fiskal untuk beberapa sektor ataupun UMKM maupun korporasi,” terangnya dalam konfenersi pers evaluasi PPKM, Minggu (16/1/2022).
Presiden Jokowi telah menyetujui perpanjangan insentif diskon PPN properti untuk pembelian hunian baru. Namun kali ini besarannya berbeda.
Airlangga menerangakn, terkait dengan insentif fiskal properti atau PPN yang ditanggung pemerintah, akan diperpanjang hingga Juni 2022.
Untuk ketentuannya berbeda dari sebelumnya. Untuk pembelian hunian dengan harga di bawah Rp2 miliar PPN yang ditanggung pemerintah sebesar 50 persennya.
“Ketentuan PPN ditanggung pemerintah untuk rumah susun atau rumah tapak yang nilainya Rp2 miliar diberikan PPN DTP (ditanggung pemerintah) sebesar 50 persen,” ucapnya.
Ketentuannya diskon PPN pembelian properti itu diperhitungkan sejak awal kontrak dan diharapkan rumah itu bisa diselesaikan dalam waktu 9 bulan,” terangnya.
Sementara untuk hunian dengan harga berkisar Rp2 miliar hingga Rp5 miliar juga diberikan diskon PPN, namun hanya 25 persen yang ditanggung pemerintah.






