Dedi Mulyadi Terbaring di RSPAD, Harus Dianestesi untuk Pertama Kalinya

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi tampak terbaring di suatu ruangan di RSPAD usai menjalani operasi.

IDEANEWSID. Beredar foto Anggota DPR RI Dedi Mulyadi tengah terbaring lemah di suatu ruangan di sebuah rumah sakit. Ada yang menyebutkan jika mantan Bupati Purwakarta itu mengalami kelelahan, tak sedikit yang mengiranya sakit.

Sontak, ucapan doa segera lekas sembuh mengalir untuk anggota dewan yang juga pemilik akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel dengan 3,03 juta subscribers itu.

Tak lama berselang, terkait kondisi Kang Dedi, panggilan akrabnya, dirilis. Ternyata, Kang Dedi tengah berada di RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) untuk menjalani tindakan operasi, Kamis (27/1/2022).

Kang Dedi ditangani langsung oleh mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto. Adapun hasil pemeriksaan dokter syaraf, Kang Dedi Mulyadi dinyatakan sehat. Hanya saja ada sesuatu yang harus segera diantisipasi agar tidak menjadi penyakit di kemudian hari.

Baca juga:  Kemerdekaan dan Tanggung Jawab Legislatif

“Tidak ada apa-apa sih hanya ada sesuatu yang harus segera dibenahi supaya lebih sehat lagi. Tapi sudah ngomong tadi enggak mau pakai obat kimia karena tidak biasa makan obat,” ujar Kang Dedi dalam rilis tersebut.

Yang membuatnya sedikit khawatir, Kang Dedi mengaku untuk pertama kali dalam hidupnya harus menjalani tindakan anestesi. “Ini baru pertama dalam hidup, saya mau dianastesi, kalau kata orang Sunda mah dibius,” katanya.

Tindakan DSA

Diketahui, Kang Dedi akan melakukan tindakan membersihkan aliran darah sehingga tidak ada lagi sumbatan.

“Kita sehat tapi akan diambil tindakan agar lebih sehat lagi. Namanya DSA, Digital Subtraction Angiography jadi untuk melancarkan aliran pembuluh darah. Hanya ada di RSPAD yang dipimpin dr Terawan, jadi tidak ada di tempat lain,” ucapnya.

Baca juga:  SP3JB Sebut Pertemuan dengan Gubernur Tentang Larangan Study Tour Tak Hasilkan Solusi

Dirinya memilih tindakan tersebut berdasarkan saran dokter syaraf yang menyebut ada sumbatan menuju otak sehingga aliran oksigen tak lancar. Karenanya disarankan untuk dilakukan tindakan DSA untuk melancarkan kembali saluran yang tersumbat.

“Enggak serem walaupun saya pertama kali ke rumah sakit harus operasi begini,” katanya.

Dedi menjelaskan dalam tindakan tersebut ada alat yang dimasukkan melalui paha kanan melalui urat besar menuju kepala. Alat tersebut kemudian membersihkan aliran udara agar lancar.

“Ini upaya pencegahan setelah saya diperiksa dokter syaraf. Saya sehat, hanya ini sebagai bentuk pencegahan secara dini terhadap ancaman penyakit,” ujar Dedi.

Baca juga:  DPRD - Pemkot Bandung Tetapkan 3 Perda Baru, Komitmen Perkuat Tata Kelola Kota Yang Inklusif

Melalui tindakan DSA yang membersihkan pembuluh darah hingga ke otak Dedi merasa penglihatan semakin terang, lebih nyaman dan terasa bugar.

“Semoga kita semua senantiasa sehat. Menjaga kesehatan, menjaga pola makan, menjaga pola tidur, menghindari stres. Hidup itu yang mahal kesehatan. Buat apa banyak uang kalau sakit dan enggak bisa makan enak,” katanya.

Usai menjalani operasi Dedi diharuskan beristirahat minimal empat jam. Bahkan kaki kanannya pun dilarang untuk ditekuk selama masa istirahat tersebut.

“Terima kasih Pak dr Terawan yang telah membantu saya berinvestasi pada kesehatan,” ucap Kang Dedi Mulyadi. (Red)