IDEANEWSID. Jasa Tirta II menjadi satu dari 35 BUMN yang berkolaborasi dalam program Bakti BUMN untuk Mandalika.
Program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) BUMN sebagai agen pembangunan.
Melalui program tersebut pula Jasa Tirta II ikut membantu untuk pembangunan Bank Sampah dengan memberikan bantuan sebesar Rp100 juta.
Tak hanya itu, Jasa Tirta II juga berpartisipasi untuk lingkungan Mandalika dengan membantu menyediakan 250 pohon senilai Rp117 juta untuk kegiatan penanaman pohon.
Partisipasi tersebut merupakan bentuk komitmen Jasa Tirta II dalam memberikan dukungan untuk kesejahteraan masyarakat melalui program TJSL.
Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata menyebutkan, Bakti BUMN di Mandalika menjadi program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Yaitu, sambungnya, melalui kegiatan-kegiatan yang berfokus pada tiga bidang prioritas. Ketiganya adalah pendidikan, lingkungan dan pengembangan UMK.
“Program ini berjalan dengan baik berkat kolaborasi 35 BUMN serta dukungan masyarakat Mandalika,” kata Tedi melalui rilisnya, Selasa (11/10).
Seremonial Kolaborasi Bakti BUMN untuk Mandalika 2 telah dilaksanakan di Mandalika pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.
Dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, serta Pejabat Perwakilan BUMN, salah satunya Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko Jasa Tirta II Indriani Widiastuti.
Berbagai Program
Program-program yang dilakukan dalam Bakti BUMN untuk Mandalika bertempat di Bypass Labulia berupa penanaman 6.071 pohon dan pembangunan Masjid Al-Hakim di Desa Rengganis.
Sebagai salah satu pusat pelaksanaan Bakti BUMN untuk Mandalika, berbagai kegiatan BUMN dilakukan di Balai Desa Kuta Mandalika.
Di antaranya, pembangunan empat unit guest house, pembangunan Sentra UMKM dan Creative Hub, serta Pembangunan Bank Sampah.
BUMN juga memberikan 500 Pasang sepatu gratis bagi pelajar madrasah di Desa Sengkol dan Desa Kuta.
“Dengan dukungan pengembangan Mandalika dari BUMN, diharapkan dapat menghadirkan Mandalika sebagai destinasi pariwisata super prioritas,” ujar Indriani Widiastuti.
Sehingga, lanjutnya, dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian di Mandalika pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya.
“Ini juga sebagai bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional, sekaligus menjadi peluang penetrasi pasar global yang luas bagi perusahaan, produk-produk BUMN maupun UMKM,” ucapnya. (Red)






