Sejalan dengan Program Unggulan Bupati “Imah Aralus”, Baznas Purwakarta Gencar Perbaiki Rutilahu

TAK LAYAK HUNI. Tempat tinggal Mang Ujang dan Ceu Juwita di Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta tampak tak layak huni. Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta berkolaborasi dengan Baznas Purwakarta membangunkan rumah baru yang layak huni.

IDEANEWSID. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purwakarta gencar menjalankan program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Ini menjadi komitmen Baznas untuk turut serta mewujudkan berbagai program unggulan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, salah satunya program “Imah Aralus”.

Teranyar, Baznas mendampingi Om Zein, panggilan akrab bupati, meninjau langsung dua rumah tidak layak huni (rutilahu) yang berlokasi di Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, akhir pekan kemarin.

Rumah pertama di Kp. Tarumasari, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Adapun rumah kedua berada di Kp. Servis di desa dan kecamatan yang sama.

Dikonfirmasi, Ketua Baznas Purwakarta Rika Ristiawati mengaku dihubungi langsung oleh Om Zein untuk segera ke lokasi. Dia bersama tim langsung bergegas ke lokasi.

Baca juga:  Gelar Science Fair dan Hari Bumi 2025, Sekolah Alam Purwakarta Wujudkan Visi Misi Pemulia Generasi Pemakmur Bumi

“Saat berada di lokasi, kami dikejutkan dengan kondisi rumah yang sangat tidak layak huni. Bahkan bangunan alakadarnya itu tidak layak disebut rumah,” kata Rika kepada wartawan, Ahad (24/8/2025).

Saat itu, lanjut Rika, Om Zein langsung menginstruksikan untuk merelokasi dan membuat bangunan baru yang layak. Baznas pun dengan sigap menyanggupinya.

“Kami telah melakukan survei dan menghitung segala kebutuhannya. Baik itu material hingga upah pekerja, sehingga total bantuan yang disalurkan maksimal yakni senilai Rp25 juta,” ujar Rika.

Akan tetapi, sambungnya, karena tanahnya milik Perusahaan Jasa Tirta II, maka rumah yang dibangun adalah nonpermanen. Meski begitu ia menjamin rumahnya layak huni.

“Yang menggembirakan, warga setempat siap membantu membangun rumah tersebut secara gotong royong. Artinya, bahan material yang diperlukan bisa dimaksimalkan,” ucapnya.

Baca juga:  Baznas Purwakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Laka Km 92 Tol Cipularang

Lebih lanjut Rika mengungkapkan, program “Imah Aralus” yang diusung Om Zein sejalan dengan program bantuan rutilahu Baznas yang konsisten dijalankan.

“Untuk semester pertama 2025, yakni periode Januari – Juni, tercatat ada 18 rumah yang tersentuh program perbaikan rutilahu. Bahkan, memasuki semester kedua, yakni Juli-Agustus sudah ada 11 rumah,” kata Rika.

Ia juga mengungkapkan, pada semester pertama pihaknya berhasil menghimpun Rp5.489.881.431, yakni terdiri atas Zakat Rp4.335.476.718, Infak Rp1.125.435.177, Kurban Rp23.200.036 dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) Rp5.769.500.

Sementara untuk pendistribusian di semester pertama mencapai Rp5.814.384.344. Rinciannya, Zakat Rp4.372.888.941, Infak Rp1.399.406.403, Kurban Rp39.100.000 dan DSKL Rp2.989.000.

“Nilai total pendistribusian bisa lebih besar dari penghimpunan dikarenakan masih ada saldo dari tahun sebelumnya,” ujar Rika mengungkapkan.

Baca juga:  Baznas Purwakarta Raih Baznas Award 2022 Kategori Laporan Audit Tercepat dan Pengelolaan Dana Hak Amil Terbaik

Tempati Hunian Sementara

Dihubungi terpisah, Om Zein menyebutkan, satu dari dua rumah yang mendapat bantuan adalah milik pasangan Mang Ujang dan Ceu Juwita yang menempati gubuk reyot beratapkan terpal.

“Kondisi tempat tinggalnya jauh dari kata layak. Jadi dibongkar saja. Kemudian direlokasi, dibuatkan bangunan baru yang layak huni,” ucap Om Zein.

Selama proses pembangunan berlangsung, kata Om Zein, Mang Ujang beserta keluarganya menempati hunian sementara hingga rumah barunya rampung.

“Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Saya juga mengapresiasi Baznas yang sigap ketika dimintai bantuan. Juga kepada masyarakat yang ikhlas membantu secara gotong royong,” kata Om Zein. (Red)