Terendam Banjir hingga Diserang Hama Sundep dan Tikus, Petani di Pakisjaya Karawang Tetap Bisa Panen Berkat Mikroba PA 63 Garuda

TETAP PANEN. Petani di Desa Teluk Buyung, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat tetap bisa panen meski sawahnya sempat terendam banjir hingga diserang hama sundep dan hama tikus.

IDEANEWSID. Petani di Desa Teluk Buyung, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat tetap bisa panen meski sawahnya sempat terendam banjir hingga diserang hama sundep dan hama tikus.

Keberhasilan ini tak lepas dari program Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara dengan “cairan ajaib” Mikroba PA 63 Garuda yang diaplikasikan ke lahan seluas 250 hektare (ha) dan bibit padi dengan masa tanam pada awal Februari 2025 lalu.

Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara sendiri merupakan program kolaborasi antara Kaluruhan Galuh Pakuan Pajajaran (KGPP) bekerja sama dengan Agen Spesial Garuda Sakti RI (Asgas RI) yang bertujuan tercapainya kedaulatan pangan nasional.

Atas keberhasilan ini, Pembina Asgas RI yang juga perwakilan KGPP Ramlan Samsuri, akrab disapa Kakang Prabu, menegaskan bahwa program yang diusungnya itu merupakan solusi nyata untuk petani Indonesia

Baca juga:  Waduh! Harga Bitcoin Bisa Anjlok di Bawah US$ 30.000

“Alhamdulillah walaupun sawah di Desa Teluk Buyung sempat terendam banjir selama tiga hari, namun, dengan Mikroba PA 63 Garuda, masih berdiri tegak dan bisa panen,” kata Kakang Prabu saat menghadiri panen, Selasa (6/5/2025).

Kakang Prabu menjelaskan, di Kecamatan Pakisjaya ada tiga desa yang masuk ke dalam program Tadabur Alam Bumi Nusantara. Ketiganya adalah Desa Selokan, Desa Tanah Baru dan Desa Teluk Buyung.

“Lahan pertanian di tiga desa itu sudah diberikan cairan Mikroba PA 63 Garuda. Tak hanya itu, kami juga memberikan bantuan 400 bibit padi Putri Raja kemasan 5 kg. Sebelum di tanam, bibit itu juga diberikan cairan Mikroba PA 63 Garuda,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya turut memantau proses pertumbuhan padi. Tak hanya itu, petani juga melaporkan secara berkala kondisi padi terkini. Misalnya pengaruh cuaca ekstrem, ada tidaknya serangan hama dan sebagainya.

Baca juga:  Pasangan Tatang-Riqqi Resmi Ikut Pilkada Purwakarta Jalur Perseorangan

“Alhamdulillah, saya melihat pertumbuhan padi secara langsung. Berkat Mikroba PA 63 Garuda pertumbuhannya lebih cepat. Penggunaan pupuk pun jauh berkurang,” ucap Kakang Prabu.

Kakang Prabu menyebutkan, jauh sebelum di Karawang, Mikroba PA 63 Garuda sudah berhasil di berbagai wilayah di Indonesia. Di antaranya di Bima, Dompu, Keli, Wera dan Roka NTB. Kemudian di Jeneponto, Jampea dan Selayar Sulawesi Selatan.

Terbukti Berhasil

Sementara itu, Sekretaris Camat Pakisjaya, Matpakar mengapresiasi program Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara dengan cairan Mikroba PA 63 Garuda.

“Para petani di wilayah kami ini merupakan petani ortodok, harus ada yang berhasil dulu, harus ada buktinya dulu. Nah, sekarang sudah terbukti berhasil maka semakin banyak yang menginginkan penggunaan Mikroba PA 63 Garuda,” ucap Matpakar.

Baca juga:  Marak Menara Microcell di Purwakarta Diduga Tak Berizin

Senada disampaikan Ketua Kelompok Herang Tani Desa Teluk Buyung, Nurhadi. Dirinya menyebutkan, awal penggunaan Mikroba PA 63 Garuda di lahannya malah sempat diejek sesama kelompok tani.

“Akan tetapi, setelah melihat keberhasilan Mikroba PA 63 Garuda yang membuat pertumbuhan padi milik saya cepat dan sehat, mereka malah balik mencari-cari saya dan meminta cairan mikroba tersebut,” ujarnya.

Nurhadi juga mengungkapkan jika penggunaan pupuk berkurang sampai 50 persen. Dengan demikian biaya produksi pun dapat ditekan.

“Saya ucapkan terima kasih juga atas bantuan bibit padi. Ini sangat bermanfaat bagi petani, terutama yang lahannya terkena banjir,” ucap Nurhadi. (Red)