Gelar Science Fair dan Hari Bumi 2025, Sekolah Alam Purwakarta Wujudkan Visi Misi Pemulia Generasi Pemakmur Bumi

HARI BUMI. Korwil Pendidikan Campaka - Cibatu Rahmat Ali saat melihat berbagai projek siswa Sekolah Alam Purwakarta pada saat kegiatan Science Fair dan Hari Bumi 2025.

IDEANEWSID. Sekolah Alam Purwakarta mewujudkan visi misi “Pemulia Generasi Pemakmur Bumi” melalui berbagai kegiatan”Science Fair dan Hari Bumi 2025″ yang digelar pada Selasa (22/4/2025).

Bertempat di kampus Sekolah Alam Purwakarta di Desa Benteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kegiatan tersebut diikuti seluruh siswa mulai dari tingkat Kober, TK, SD dan SMP

Manager Kurikulum Sekolah Alam Purwakarta yang juga Ketua Panitia Kegiatan, Titin Komalasari mengatakan, Science Fair dan Hari Bumi 2025 menegaskan eksistensi Sekolah Alam Purwakarta sebagai sekolah yang membentuk siswanya menjadi garda terdepan dalam menjaga bumi.

“Kami memadukan Science Fair dengan peringatan Hari Bumi, tujuannya menanamkan mindset kepada para siswa bahwa ilmu pengetahuan dapat menyelesaikan masalah-masalah bumi,” kata Titin kepada wartawan di sela kegiatan.

Baca juga:  401.000 Warga Purwakarta "Ngosrek Bareng" Sukses Pecahkan Rekor MURI

Science Fair dan Hari Bumi 2025 menghadirkan berbagai projek dan kreativitas siswa. Di antaranya, eksperimen roket cuka dan soda kue.

Eksperimen ini memanfaatkan botol plastik bekas yang diisi campuran cuka dan soda kue sehingga menghasilkan gas. Gas yang dihasilkan ini menimbulkan tekanan yang mendorong botol meluncur ke udara layaknya roket.

Adapula fashion show yang ditampilkan para siswa mulai dari kober, TK hingga SD. Unikannya, busana atau kostum yang ditampilkan terbuat dari barang-barang bekas.

Baca juga:  Universitas Negeri Jakarta Kenalkan Muslim Friendly Tourism saat P2M di Cisaat Subang

Tak hanya itu, kata Titin, turut diluncurkan pula Buku Kekayaan Alam Sekolah Alam Purwakarta yang disusun Tim Perintis Sekolah Alam Purwakarta dan Guru.

Lebih lanjut Titin mengatakan, untuk siswa SMP, ada program khas bernama Farm. Di mana, setiap setiap siswa SMP itu punya projek. Di antaranya mengolah sampah organik menjadi pupuk.

Kemudian, ternak magot yang terintegrasi dengan ternak lele. Magot yang dihasilkan menjadi pakan lele. Adapula projek ekoenzim yang memfermentasikan sampah organik sehingga bisa menyerap zat-zat kimia.

Memulai dari Hal Kecil

“Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat memulai hal kecil untuk berkontribusi dalam menjaga dan menyelamatkan bumi. Sejalan dengan empat pilar pendidikan Sekolah Alam, yakni pilar akhlak, logik, leadership dan entrepreneurship,” ujarnya.

Baca juga:  Prokes Ketat Pegawai Pemkab Purwakarta

Sementara itu, Koordinator Pendidikan Wilayah Kecamatan Cibatu-Campaka Rahmat Ali mengapresiasi Sekolah Alam Purwakarta yang konsisten dalam membentuk karakter siswa yang mencintai alam.

Turut hadir dalam kegiatan itu Pengaws SD Asih Nia dan Pengawas SMP Indah Rizki Afrianti serta para orang tua siswa.

Untuk diketahui, Sekolah Alam Purwakarta termasuk ke dalam jaringan Sekolah Alam Nusantara yang memiliki lebih dari 300 Sekolah Alam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (Red)