Fallacy Mc Namara Anne Ratna Mustika

Dosen STAI EZ Muttaqien Purwakarta Srie Muldrianto

STRATEGI politik hampir memiliki kesamaan dengan strategi perang untuk menguasai wilayah. Dulu di Amerika Serikat kita mengenal Robert Mcnamara sebagai Menteri pertahanan USA. Dia memiliki pandangan sangat kuantitatif dalam menilai menang dan kalah pada perang Vietnam.

Baginya kemenangan dapat diukur dari jumlah korban perang atau jumlah orang yang mati dalam peperangan. Oleh karena itu dia menganggap bahwa USA akan memenangkan peperangan dengan vietkong yang berhaluan komunis.

Tapi faktanya kini Vietnam menjadi negara komunis yang mengalahkan pengaruh USA di Kawasan. Tentu saja kemenangan tersebut bukan karena Vietnam banyak membunuh tentara USA tapi banyak faktor pendukung hingga rakyat Vietnam dan dunia memihak para pejuang Vietnam.

Untuk menguasai wilayah sebuah negara atau kota tidak hanya dihitung dari jumlah musuh yang mati tapi lebih dari itu. Banyak faktor yang mendukung kemenangan sebuah peperangan diantaranya adalah citra atau nama baik.

Oleh karena itu dalam knowledge management citra/nama baik dapat dikatakan sebagai intangible asset atau asset yang tak berwujud tapi justru malah lebih bernilai.

Beberapa hari yang lalu Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengungkapkan bahwa Bupati dulu memiliki utang sekian miliar tapi sudah dibayarkan selama satu tahun, karena pada waktu itu mantan Bupati yang lalu masih baik-baik saja dengan dirinya (kurang lebih begitu ungkapan Anne).

Baca juga:  FIFGROUP Purwakarta Turut Wujudkan Target Nasional 21.500 Kantong Darah

Ada beberapa poin yang perlu kita cermati.

1. Anne R M sedang berbicara sebagai Bupati dan membincangkan mantan Bupati. Secara etika beliau telah menyalahi fungsinya sebagai Bupati yang harusnya tidak membuka itu di public yang tidak memiliki kaitannya secara langsung.

Jikapun mau harusnya ia berbicara di depan anggota DPRD Purwakarta. Hutang mantan Bupati bukan hutang pribadi sehingga KDM tidak memiliki tanggungjawab pribadi, kecuali itu ditemukan bukti lain yang tidak sesuai SOP. Oleh karena itu ungkapan Anne pasti memiliki motiv lain, bukan untuk mencari solusi?

2. Dia menyebutkan bahwa pernah dibayar setahun karena dulu masih memiliki hubungan baik. Pertanyaannya adalah kalau tidak memiliki hubungan baik berarti tidak harus dibayar?

Ungkapan ini tampak emosional dan dapat memicu ketegangan politik di Purwakarta. Yang rugi rakyat. Bukankah seorang pemimpin harusnya dapat meredakan ketegangan?

Sehingga rakyat menjadi tenang bukan malah membuat rakyat diadu domba antara pendukung KDM dengan pendukung ARM.

Utang Bupati lalu bukan utang pribadi Bupati lalu, dan itu merupakan kewajiban pemerintah yang harus ditunaikan, suka atau tidak suka, berhubungan baik atau tidak.

Dari dua pernyataan di atas Anne diduga sedang memainkan perannya sebagai politisi yang sedang menghadapi “oposisi”. Dia lupa bahwa dia sedang menjalankan tugas sebagai Bupati yang dibiayai oleh negara.
Motifnya apa lagi kalau tidak menyerang KDM.

Baca juga:  Pemkab Purwakarta Gelar Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas

Kita sama-sama tahu bahwa peran KDM di Purwakarta masih sangat berpengaruh, mungkin kalau dia mau, akan banyak program dan kegiatan pemerintah bakal macet tapi dia cukup bijak untuk menahannya agar tidak merugikan rakyat Purwakarta.

Kalau Anne sedang bermasalah secara pribadi hendaknya jangan membawa-bawa urusan pribadi pada urusan pemerintahan.

Atau mungkin Anne sedang menyiapkan diri untuk maju pada Pilkada 2024? Oleh karena itu perlu eksistensi dan mencari simpati dari rakyat Purwakarta.

Setahu saya kepemimpinan Anne akan berakhir pada 2023 sehingga ada waktu kosong hingga 2024. Anne tidak memiliki banyak waktu untuk memanfaatkan sisa waktunya, inipun dapat memperlemah posisi Anne jika ingin maju di Pilkada berikutnya.

Oleh karena itu Anne bermanuver dengan membuat pernyataan, KDM telah gagal dalam membangun Purwakarta?

Coba kita Analisa sebagai berikut:

Sebagaimana halnya MC Namara yang mengira bahwa kekalahan dan kemenangan diukur hanya secara kuantitatif rupanya Anne melakukan hal yang sama.

KDM dianggap gagal karena telah meninggalkan utang dan itu baginya sebuah kegagalan. Anne lupa KDM telah dua kali memenangkan Pilkada dan satu putaran sebagai wakil bupati. Jadi hampir tiga periode dia menjadi pemenang dalam kontestasi Pilkada.

Baca juga:  Serentak se-Indonesia, PDI Perjuangan Jabar Daftarkan Caleg ke KPU Kamis 11 Mei

Bahkan KDM hampir maju jadi Cagub walaupun kemudian hanya Cawagub Jawa Barat. Ini menunjukkan bahwa KDM masih ada di hati masyarakat.

Pembangunan yang dilakukan KDM dapat dirasakan oleh hampir seluruh warga Purwakarta insfrastruktur yang baik, fasilitas publik yang baik, pelayanan publik yang baik, dan Purwakarta menjadi kota yang lebih kompetitif.

Sehingga, Purwakarta menjadi kebanggaan warga masyarakatnya. Purwakarta menjadi lebih dikenal oleh warga lain. KDM dipuji bukan karena banyak menerima piagam penghargaan tapi pembangunan di Purwakarta dirasakan oleh warga Purwakarta secara langsung.

Citra dan nama baik Purwakarta menjadi harta yang tak ternilai, tentu melebihi nilai dari hutang yang masih menjadi kewajiban Pemda Purwakarta.

Sebagai warga Purwakarta saya berharap Purwakarta menjadi kota yang lebih kompetitif atau kota yang berdaya saing sehingga warganya menjadi warga Purwakarta yang produktif.

Kalah dan menang bukan karena ukuran utang tapi seberapa besar hutang itu dapat menjadikan Purwakarta lebih produktif dan kompetitif, bukan hanya untuk hari ini tapi juga untuk masa depan. (*)