Ungkap Visi 5 Tahun untuk Purwakarta, Zainal-Sona Siap Bangun Industri Menengah di Setiap Desa

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta nomor urut 4, Zainal Arifin dan Sona Maulida Roemardi.

IDEANEWSID. Dalam percaturan Pilkada 2024, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta nomor urut 4, Zainal Arifin dan Sona Maulida Roemardi muncul dengan visi besar yang berfokus pada pembangunan ekonomi desa di Purwakarta.

Visi tersebut berangkat dari niat pasangan Zainal – Sona alias Zason, untuk memperkuat desa sebagai basis ekonomi melalui pendirian industri menengah.

Berikut wawancara eksklusif dengan Sona Maulida Roemardhi yang mengungkap strategi pasangan Zason, belum lama ini.

Apa yang melatarbelakangi gagasan pendirian industri menengah di setiap desa?

“Kami ingin Purwakarta berkembang dengan mengoptimalkan potensi yang ada di desa-desa, di mana, setiap desa memiliki keunikan dan sumber daya yang berbeda,” kata Sona.

“Dengan mendirikan industri menengah, kami ingin memberdayakan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan taraf hidup, tanpa harus bergantung pada kota sebagai pusat ekonomi,” ujarnya menambahkan.

Bagaimana Zainal – Sona berencana untuk merealisasikan proyek ini?

“Langkah pertama adalah memanfaatkan APBD secara strategis, diiringi dengan keterlibatan sektor swasta. Kami akan mengalokasikan dana APBD untuk infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung industri,” ucapnya.

Baca juga:  KPU Purwakarta Umumkan Penerimaan Masukan dan Tanggapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta

“Akan tetapi, kami juga mendorong sektor swasta untuk berinvestasi serta mengajak perusahaan besar yang beroperasi di Purwakarta untuk memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) mereka pada program pemberdayaan ini,” katanya.

Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk setiap desa dan dari mana sumber pendanaannya?

“Kebutuhan investasi per desa diperkirakan berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp5 miliar, tergantung pada potensi dan kebutuhan setempat. Sehingga, total anggarannya bisa mencapai Rp366 miliar hingga Rp915 miliar,” ujarnya.

“Dana ini akan diupayakan dari berbagai sumber, seperti APBD, Dana Desa, CSR, hingga pendanaan dari lembaga internasional yang tertarik mendukung proyek pemberdayaan ekonomi lokal,” ucapnya.

Apa saja yang akan dilakukan pada ‘tahun nol’ sebelum proyek dimulai?

“Pada tahun nol, Zason akan melakukan kajian menyeluruh. Kami akan meneliti potensi ekonomi desa, kondisi infrastruktur, kebutuhan pelatihan masyarakat serta sumber dana yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

Baca juga:  Zainal Arifin - Sona Maulida Dapat Nomor Urut 4, Serukan Perubahan Lewat Purwakarta Berkah

“Kajian ini juga termasuk analisis pasar agar setiap produk industri desa memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Sona.

Bagaimana tahapan pelaksanaan program ini selama lima tahun?

“Tahun pertama, fokus kami adalah pembangunan infrastruktur dasar dan pelatihan bagi masyarakat,” ucap Sona.

“Kemudian, pada tahun kedua hingga kelima, kami akan memulai pendirian, optimalisasi, evaluasi, dan perluasan industri di setiap desa. Setiap tahapan ini dirancang agar desa-desa dapat menjalankan industrinya secara mandiri,” katanya.

Apa manfaat jangka panjang dari program ini bagi masyarakat Purwakarta?

“Kami optimis bahwa dengan sinergi anggaran pemerintah, investasi swasta, dan keterlibatan masyarakat, industri menengah di setiap desa akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri,” ujarnya.

Baca juga:  Zason Siap Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Krisis Air di Purwakarta

“Dengan industri desa yang tumbuh, kami berharap bisa mengurangi arus urbanisasi, meningkatkan pendapatan asli desa, dan memberikan masyarakat akses pada lapangan kerja yang berkualitas,” ucapnya.

Bagaimana keterlibatan masyarakat dalam proyek ini?

“Kami ingin masyarakat aktif terlibat sejak awal, baik dalam pelatihan keterampilan, hingga pelaksanaan proyek,” kata Sona.

“Kami percaya, kolaborasi ini akan memperkuat rasa kebersamaan dan meningkatkan kemandirian desa. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa ini adalah proyek mereka, untuk kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Apa yang ingin Zainal – Sona sampaikan kepada masyarakat Purwakarta?

“Kami ingin Purwakarta menjadi contoh pemberdayaan desa yang sukses. Dengan program ini, kami optimis bahwa Purwakarta bisa berdiri lebih mandiri, masyarakatnya sejahtera, dan desanya kuat dalam berbagai aspek,” ucapnya.

“Mari bersama-sama, kita wujudkan visi ini, menuju masa depan yang lebih baik dan Berkah bagi Purwakarta,” kata Sona menutup. (Red)