Basis Utama NU Penentu Kemenangan Zason di Pilkada Purwakarta

Oleh

Muhammad Faraz Bajrie*

PEMILIH basis utama Nahdatul Ulama (NU) Purwakarta akan menjadi penentu kemenangan pasangan Zainal Arifin-Sona Maulida atau Zason.

Basis massa NU tersebar di seluruh wilayah Indonesia termasuk salah satunya di daerah Purwakarta, di mana, desa-desa di Purwakarta mayoritas NU sangat signifikan. Karena itu, pasangan Zason akan meraih kemenangan dalam pesta demokrasi yang sebentar lagi akan digelar.

Meningkatnya solidaritas warga NU  dalam memperjungkan pasangan Zason sangat terasa karena Zainal Arifin menggandeng kader terbaik NU Sona Maulida yang merupakan santri cerdas.

Sona juga mempunyai kapasitas intelektual yang kuat sehingga kelak bisa menjalankan program-program masyarakat serta memperkuat pondok pesantren di Purwakarta. Warga NU akan berjuang untuk memgantarkan pasangan Zason menjadi pemimpin Purwakarta 2024-2029.

Baca juga:  Lantang! Ketua DPD PKS Purwakarta: Ingat Botak Ingat Ilham Habibie

Saat berpidato, Zainal Arifin-Sona Maulida berpesan kepada para kiai dan santri untuk tetap menjaga kebersamaan, persatuan. Perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan bagi sesama warga Purwakarta untuk saling bermusuhan. Persaudaran mutlak mesti dipertahankam.

Pasangan Zason sering menyampaikan dalam setiap pertemuan dengan masyarakat, relawan, kiai, persatuan Purwakarta merupakan kesepakatan bersama. Keberagaman merupakan sebuah keniscayaan yang perlu terus dirawat dalam masyarakat multikultural.

NU dan PKB akan menjadi faktor mesin penggerak untuk memenangkan pasangan Zason. Jika warga NU dan PKB tidak memaksimalkan dalam memberikan dukungan, maka belum bisa dipastikan pasangan nomor urut 4 akan memenangi konsestasi Pilkada 2024 di Purwakarta.

Baca juga:  Kisruh Rekrutmen Komisioner KPU Jabar Hingga Muncul Dugaan 'Mahar'

Kalau melihat realitas, ada beberapa faktor yang bisa memperkuat barisan Zason untuk memenangi pilkada purwarta 2024.

Infrastruktur jemaah NU sudah mengakar sampai ke tingkat desa, tradisi sami’na wa’athona masih kuat, NU dan PKB sebagai pendukung utama akan berjalan bersama dalam menghadapi konsestasi Pilkada Purwakarta.

Sona Maulida yang menjadi refresentasi warga NU dikenal luas serta sangat diterima oleh kalangan NU. Di samping itu, ketokohan Sona Maulida sangat mengakar ke bawah lapisan masyarakat Purwakarta.

Pasangan Zason merupakan pasangan ideal untuk memimpin Purwakarta dan menjadi magnet kombinasi antara nasionalis dan religius yang melekat kepada kedua tokoh ini yang sepertinya tidak bisa dibendung lagi.

Majunya Zainal Arifin berpasangan dengan Sona Maulida akan memperkuat NU Purwakarta ke depan. Bahkan, jika ditakdirkan menjadi pemimpin Purwakarta maka program-program untuk memperkuat sumberdaya manusia Purwakarta akan menjadi prioritas utama.

Baca juga:  Calon Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Luncurkan Kartu Purwakarta Cantik, Yuk Intip Manfaatnya

Terutama, dalam memberdayakan potensi-potensi yang ada di pesantren termasuk mengembangkan ekonomi pesantren.

Ditunjuknya Sona Maulida menjadi pendamping Zainal Arifin adalah penghargaan kepada ulama serta menjaga marwah NU dan PKB.

Memang sejak kembali ke khittah 1926 bahwa NU secara resmi dan formal berpolitik tetapi secara kultural Warga NU akan berpotensi mendukung dan memenangkan kader NU untuk menjadi salah satu pucuk pimpinan di Purwakarta.

Kemenangan Zason adalah kemenangan masyarakat Purwakarta yang mayoritas NU dengan tidak menafikan keberadaan kelompok di luar NU.(*)

*) Tim Kerja Bareng Pemenangan Zason