Sahabat Migran Indonesia Jadi Program Unggulan ASIH, Siap Advokasi Purna-TKI

SAHABAT MIGRAN. Ketua DPD PKS Purwakarta Haji Akur saat menyampaikan program unggulan ASIH yaitu, Sahabat Migran Indonesia yang siap melakukan pendampingan untuk para Purna-TKI yang pulang ke Indonesia.

IDEANEWSID. Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie (ASIH) memiliki program pendampingan untuk para Purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Indonesia. Program tersebut adalah Sahabat Migran Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PKS Purwakarta, Mochamad Arief Kurniawan atau akrab disapa Haji Akur. “Hari ini, DPD PKS Purwakarta menerima kehadiran teman-teman dari Purna-TKI,” kata Haji Akur kepada wartawan, Sabtu (23/11/2024).

Dijelaskannya, kehadiran para mantan pekerja migran itu guna menyampaikan dukungan untuk pasangan ASIH. “Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi,” ujar Haji Akur.

Tak hanya dukungan, mereka juga menyampaikan harapannya kepada ASIH bila terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

“Kawan-kawan Purna-TKI ini curhat karena kerap menghadapi tantangan pada saat kembali ke tanah air. Mereka kesulitan dalam mengelola penghasilan yang mereka bawa pulang setelah bekerja di luar negeri,” ucapnya.

Baca juga:  Musda VI DPD PKS Karawang: Konsolidasi, Sinergi, dan Pelayanan untuk Karawang

Meski membawa penghasilan dalam jumlah banyak, namun sejak tiba di tanah air banyak hal yang harus dibayarkan kepada oknum.

“Terlebih setelah menetap di tanah air, mereka kesulitan mengelola uangnya, sehingga, sebanyak apapun yang didapat saat bekerja di luar negeri akan cepat habis,” kata Haji Akur.

Usai mendengar curhatan itu, Haji Akur mengungkapkan jika ASIH memiliki program Sahabat Migran Indonesia yang dapat mengadvokasi Purna-TKI.

“Melalui program ini, ASIH siap mendukung, memberikan bantuan dan pendampingan kepada kepada para mantan pekerja migran,” ujarnya.

Tanpa pendampingan yang memadai, sambungnya, banyak di antara mantan pekerja migran yang kesulitan dalam mengatur kehidupan ekonominya.

“Bahkan tak sedikit di antara mereka yang berencana untuk kembali bekerja ke luar negeri,” ucap Haji Akur.

Berikan Solusi

Oleh karena itu, kata dia, ASIH melalui program Sahabat Migran Indonesia memberikan beberapa poin sebagai solusinya.

Baca juga:  GPMPB Kritisi Sikap DPRD Garut yang Diam Atas Kasus Korupsi BIJ Tapi Tendensius ke PDAM

“Pertama, beasiswa untuk anak pekerja migran sehingga memberikan kesempatan pendidikan kepada mereka agar bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik,” katanya kepada wartawan.

Kedua, lanjut Haji Akur, yakni terkait bantuan keberangkatan calon pekerja migran.

“Tak sedikit dari mereka yang sudah kembali ke tanah air ingin kembali bekerja di luar negri. Maka kami memberikan pendampingan dalam proses keberangkatannya. Upaya ini diharapkan bisa memberantas calo yang sering memanfaatkan calon TKI,” ujarnya.

Ketiga, kata Haji Akur, terkait migrasi aman dan siap bekerja. “Memberikan pelatihan dan persiapan bagi calon TKI agar mereka memiliki keterampilan dan kompetensi yang cukup sebelum berangkat, termasuk persiapan kesehatan dan fisik,” ucap Haji Akur.

Program lainnya, kata dia, terkait pendampingan ekonomi untuk Purna-TKI. “Membantu purna TKI untuk mandiri secara ekonomi dengan pendampingan dalam bentuk program UMKM atau pengembangan hobi yang dapat menghasilkan pendapatan,” katanya.

Baca juga:  Gus Ahad Estafetkan Kursi PKS DPRD Jabar kepada Budiwanto, Selisihnya 1.920 Suara

Terkahir tapi tak kalah penting, kata Haji Akur, yaitu program pendampingan hukum bagi Purna TKI. “Memberikan bantuan hukum bagi para mantan pekerja migran yang menghadapi masalah hukum baik di luar negeri maupun di Indonesia,” ujarnya.

Haji Akur juga menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada para Purna-TKI, agar mereka dapat kembali hidup dengan layak tanpa harus kembali ke luar negeri.

Dengan adanya program ini, diharapkan para pekerja migran yang telah berjasa membawa devisa untuk Indonesia bisa memperoleh kehidupan yang lebih baik dan mandiri di kampung halaman.

“ASIH akan terus berkomitmen untuk mendampingi para Purna-TKI, baik melalui pendampingan ekonomi, pendidikan, maupun hukum. Kami ingin memastikan bahwa mereka mendapatkan hak-hak mereka dan bisa hidup dengan sejahtera di Indonesia,” ujar Arief. (Red)