Pengabdian Masyarakat, UNJ Perkuat Nilai Tazkiyatun Nafs dalam Perspektif Tasawuf Akhlaki di Cisaat Subang

IDEANEWSID. Berbicara mengenai Tazkiyatun Nafs berarti berbicara mengenai pembersihan jiwa. Fenomena yang ada sekarang ini, tampaknya ada keresahan-keresahan sosial.

Bahkan, jika melihat ke belakang, caci maki, kata-kata kotor, menyebarnya hoaks dan fitnah yang berhamburan hampir setiap hari.

Demikian disampaikan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Firdaus Wajdi M.A., Ph.D., saat melaksanakan program pengabdian pada masyarakat (P2M) di Desa Edukasi Cisaat, Ciater, Subang, Jumat (2/6/2023).

P2M tersebut bertemakan “Penguatan Nilai-Nilai Tazkiyatun Nafs dalam Perspektif Tasawuf Akhlaki pada Masyarakat Desa Cisaat Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat”.

“Betapa mengherankan jika seorang muslim dengan muslim yang lain saling bermusuhan, saling mencaci maki. Yang sesungguhnya sangat dilarang, bahkan bukan hanya di agama islam, tapi juga oleh agama lainnya,” kata Firdaus melalui rilisnya, Selasa (6/6/2023).

Baca juga:  Pengabdian pada Masyarakat di Cisaat Subang, Dosen UNJ Ajak Warga Wujudkan Rumah Ramah Lingkungan

Langkah awal untuk mengatasi fenomena-fenomena tersebut, sambungnya, adalah dengan pembersihan hati.

“Ada banyak macam nafsu, di antaranya nafsu muthmainnah, lawwamah, ammarah dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Upaya untuk membersihkan hati, kata dia, bisa dilakukan dengan berbagai tahapan. Langkah pertama dalam pembersihan hati adalah pertaubatan.

“Kemudian proses pembersihan hati yang kedua ialah zuhud. Tahap tazkiyatun nafs selanjutnya ialah Qona’ah,” ucapnya.

Baca juga:  P2M di Cisaat Subang, Dosen UNJ Implementasikan Nilai-Nilai Religius dan Kewirausahaan

Dengan begitu masyarakat dapat belajar banyak mengenai pentingnya tazkiyatun nafs ini dalam kehidupan sehari-hari. “Supaya dapat hidup rukun dan damai antarsesama,” kata Firdaus.

Libatkan Sejumlah Dosen

Sebagai informasi, Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial, Program Studi Pendidikan Agama Islam telah melaksanakan program pengabdian masyarkat atau P2M.

Lokasinya, di Desa Wisata Edukasi Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Program ini diadakan dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan  Tinggi yang melingkupi darma pendidikan dan pengajaran, darma penelitian, dan darma pengabdian kepada masyarakat.

P2M di Desa Cisaat ini melibatkan sejumlah dosen dan masyarakat sekitar. Termasuk juga para tokoh setempat. Acara dimeriahkan dengan pemberian cenderamata berupa speaker serta bibit pohon jati.

Baca juga:  Tetapkan Arah Kebijakan SPMB 2026, Disdik Jabar Sebut Tak Ada Lagi Program Khusus PAPS

Adapun tema besar yang diusung pada pengabdian masyarakat ini adalah “Pendampingan  Penguatan Nilai-Nilai Religius pada Masyarakat Desa Wisata Edukasi Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang”.

Adapun narasumber pada program ini adalah para dosen dari prodi PAI yang terdiri dari Firdaus Wajdi, M.A., Ph.D selaku Wakil Dekan I Bidang Akademil  Fakultas Ilmu Sosial.

Kemudian, Ketua Tim P2M Desa Cisaat Rihlah Nur Aulia, M.A., Muslihin Amali, S.Pd.I., M.A., M. Ridwan Effendi, M.Ud., dan Dr. Sa’dullah, M.Ag. (Red)