IDEANEWSID. Dukungan terhadap pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta Zainal Arifin dan Sona Maulida (Zason) terus mengalir. Teranyar, datang dari Muslimat yang merupakan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU).
Tak tanggung-tanggung dukungan itu muncul dari Ketua PW Muslimat Jawa Barat, Hj. Ella Giri Komala dan Ketua PC Muslimat Purwakarta, Hj. Siti Mulyani.
Dalam video dukungan yang beredar belum lama ini, Hj. Ella mengajak dan mengimbau kepada Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Purwakarta untuk sama-sama mendukung dan memilih pasangan Zason.
“Insyaallah, sebagai warga NU jangan salah pilih. Mari mendukung Zason, terlebih ada Sona Maulida yang NU asli, luar dalam. Insyaallah dukungan kita mendapatkan barokah dari Allah SWT,” kata Hj. Ella dalam video tersebut.
Disebutkannya, dalam memilih harus diniatkan untuk mendapatkan rida Allah SWT. “Mudah-mudahan akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kemajuan Kabupaten Purwakarta, menuju Purwakarta Berkah,” ujarnya.
Hj Ella juga mendoakan untuk Sona Maulida dan Kang Zainal Arifin selalu dilancarkan. “Jangan salah pilih pemimpin, karena soal ini juga akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti,” ucapnya.
Dukungan yang sama juga diungkapkan oleh Ketua PC Muslimat Kabupaten Purwakarta, Hj. Siti Mulyani. Dalam setiap kesempatan dirinya kerap menginformasikan bahwa NU Purwakarta memiliki calon wakil bupati yaitu Sona Maulida.
“Untuk warga NU Purwakarta, ya sudah Haji Sona saja. Tak ada alasan untuk memilih yang lain,” kata Hj. Siti.
Investasi Penting
Di sisi lain, calon Wakil Bupati Purwakarta, Sona Maulida mengungkapkan, pemberdayaan perempuan adalah investasi penting bagi kemajuan suatu bangsa.
Ketika perempuan diberi kesempatan yang sama untuk belajar, bekerja, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, maka seluruh masyarakat akan merasakan manfaatnya.
Pasalnya, kata dia, perempuan yang berpendidikan dan memiliki pekerjaan yang layak dapat meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga dan negara.
Selain itu, pemberdayaan perempuan juga akan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan adalah bentuk keadilan sosial dan hak asasi manusia.
“Kita ketahui bersama, pada kehidupan sehari-hari, perempuan seringkali menjadi tulang punggung keluarga. Dengan memberdayakan mereka, kita dapat mengurangi angka kemiskinan,” kata Sona Maulida.
Perempuan yang berdaya, lanjutnya, memiliki suara yang lebih kuat dalam keluarga dan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Disebutkan Sona, berbagai cara dapat dilakukan, di antaranya dengan meningkatkan akses perempuan terhadap pendidikan berkualitas dan menjamin akses perempuan terhadap layanan kesehatan reproduksi dan maternal.
“Selain itu, memberikan peluang usaha dan akses ke pasar bagi perempuan, mendorong partisipasi perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan serta mengubah pandangan masyarakat tentang peran perempuan dalam masyarakat,” ujarnya.
Manfaat pemberdayaan perempuan, kata Sona, akan dirasakan oleh anak-anak yang tumbuh dalam suatu keluarga, di mana, perempuan memiliki peran setara, sehingga, anak itu akan memiliki masa depan yang lebih cerah.
“Masyarakat yang menghargai peran perempuan akan menjadi masyarakat yang lebih adil dan inklusif dan pemberdayaan perempuan adalah salah satu kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan,” ucap Sona. (Red)






