Bisnis  

Kolaborasi Perum Jasa Tirta II dan Pemkot Bekasi: Bukan Sekadar Proyek, Intake Baru Jadi Solusi Bersama

BATU PERTAMA. Perum Jasa Tirta II dengan Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Intake Siltrap Lama, Rabu (28/5/2025).

IDEANEWSID. Perum Jasa Tirta II dengan Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Intake Siltrap Lama, Rabu (28/5/2025).

Prosesi ini menjadi simbol konkret yang menandai dimulainya langkah strategis relokasi sumber air baku dari Kali Bekasi ke Kalimalang, sebagai respons atas krisis air yang kian mendesak.

Hadir dalam momen penting ini, Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II Anton Mardiyono, dan Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono.

Kedua sosok ini yang paling getol menyuarakan semangat perbaikan dan ketahanan air di hadapan tantangan perubahan iklim dan pencemaran lingkungan yang nyata.

Proyek relokasi ini pun bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan jawaban terhadap kekeringan parah dan pencemaran limbah yang terjadi di Kali Bekasi pada 2023.

Baca juga:  PJT II Tegaskan Peran Strategis Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air

Penurunan drastis debit air dan kualitas air baku kala itu berdampak pada distribusi air bersih bagi masyarakat.

Situasi genting tersebut mendorong lahirnya langkah konkrit untuk memindahkan intake ke lokasi yang lebih strategis, yang terkoneksi langsung dengan sistem irigasi Tarum Barat.

“Kami telah beberapa kali merekayasa saluran agar terkoneksi dengan Tarum Barat, sehingga arah aliran air bisa dioptimalkan,” kata Anton Mardiyono.

Dalam proyek ini, sambungnya, PJT II tidak hanya menjalankan peran teknis, namun juga memperkuat komitmen kolektif terhadap ketahanan air nasional.

“Pembangunan intake ini bukan hanya solusi teknis, tapi wujud dari tanggung jawab moral kami untuk masa depan air Indonesia,” ujar Anton Mardiyono.

Baca juga:  Perum Jasa Tirta II Serahkan 2.500 Bibit kepada Perumda Tirta Raharja Cimahi untuk Konservasi DAS Citarum

Bentuk Nyata Hadirnya Negara

Senada disampaikan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto. Ia menyebutkan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata hadirnya negara di tengah kebutuhan dasar rakyat.

“Air bersih adalah hak masyarakat. Sehingga semua pihak harus hadir bukan hanya saat krisis, tapi juga untuk menjamin masa depan yang lebih baik,” ucap Tri Ardhianto.

Peletakan batu pertama ini, kata dia, membawa pesan yang lebih besar dari sekadar pembangunan fisik.

“Ini adalah simbol dari visi jangka panjang untuk mewujudkan sistem ketahanan air yang berkelanjutan, andal, dan inklusif,” katanya.

Baca juga:  Tak Sekadar Kopdar, Komunitas Hyundai Creta Juga Promosikan Destinasi Wisata

Dengan dimulainya pembangunan Intake Siltrap Lama, langkah tegas dilakukan menuju masa depan yang lebih tangguh dan berdaya.

“Ini bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan tonggak perubahan yang memperkuat tekad bersama bahwa ketahanan air adalah fondasi bagi ketahanan bangsa,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, di tengah tantangan iklim dan tekanan lingkungan, semangat kolaborasi ini menjadi pijakan guna memastikan setiap warga, generasi kini dan mendatang, tetap bisa menikmati air bersih yang layak, adil dan berkelanjutan.

“Harapan besar tersemat pada setiap tetes air yang kelak mengalir dari intake baru ini yakni air yang akan membawa kehidupan, kesehatan, dan kemajuan,” ucap Tri Ardhianto. (Red)