IDEANEWSID. Sebuah kawasan tidak hanya tumbuh dari hunian-hunian yang dibangun, akan tetapi juga dari kehidupan yang perlahan terbentuk di dalamnya.
Kondisi itulah yang tengah berlangsung di Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta. Setelah diluncurkan pada akhir 2025, kawasan ini mulai memasuki tahap serah terima 1.500 unit.
Perkembangan tersebut kemudian ditandai dengan digelarnya acara serah terima unit di Balai Nusantara HWB Purwakarta pada Sabtu (31/10/2026).
Hadir dalam acara ini, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Purwakarta Entin Suryatin, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Purwakarta Didi Garnadi.
Turut hadir Camat Bungursari Wita Gusrianita, Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin, serta manajemen HWB Purwakarta.
Kehadiran mereka turut menegaskan pentingnya melihat perkembangan HWB bukan semata dari jumlah hunian yang dibangun, melainkan juga dari kualitas lingkungan dan manfaatnya bagi masyarakat sekitar.
Hunian Layak dan Nyaman
Dari sisi penyediaan hunian, Entin Suryatin menyoroti perkembangan HWB Purwakarta sejak peluncurannya pada Februari 2026 hingga dimulainya serah terima.
Ia berharap proses pembangunan dan serah terima terus berjalan baik sehingga semakin banyak keluarga dapat menempati hunian yang layak dan nyaman.
Sementara itu, Didi Garnadi menekankan perlunya pembangunan yang tertata dan didukung infrastruktur memadai, mulai dari akses jalan hingga drainase, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan.
Keduanya menempatkan keberlanjutan pembangunan sebagai bagian penting dari pertumbuhan kawasan.
Bagi masyarakat di sekitar kawasan, perkembangan HWB Purwakarta juga membuka peluang baru.
Camat Bungursari Wita Gusrianita melihat potensi kawasan ini sebagai pusat aktivitas baru yang dapat menggerakkan kegiatan ekonomi sekaligus menghadirkan pilihan hiburan bagi warga.
Senada dengan itu, Kepala Desa Karangmukti H. Endin Jaenudin menilai kehadiran HWB Purwakarta berpotensi memberi manfaat bagi desa, terutama melalui peluang usaha dan interaksi masyarakat.
Ia juga berharap penghuni baru dan warga setempat dapat hidup berdampingan dengan baik serta bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.
Patut diketahui, HWB Purwakarta telah memperoleh pengakuan dari Indonesia Property Watch (IPW). Pada 22 September 2026, kawasan ini memperoleh Indonesia Property Record dalam kategori Rumah Komersial (Non-Subsidi) 2 Lantai dengan Harga Paling Terjangkau se-Indonesia.
CEO IPW Ali Tranghanda menilai keterjangkauan hunian perlu dilihat bersama dengan lokasi dan kualitas lingkungan yang mendukung kehidupan penghuninya.
“Persoalan perumahan bukan hanya mengenai berapa banyak rumah yang dibangun, tetapi bagaimana rumah tersebut dapat dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan dan berada di lokasi yang mendukung kehidupan mereka,” kata Ali.
“Model seperti HWB Purwakarta menunjukkan bahwa hunian komersial yang terjangkau dapat dikembangkan dengan pendekatan yang terukur dan tetap memperhatikan kualitas lingkungan serta kebutuhan masyarakat,” ujarnya menambahkan.
Pandangan tersebut sejatinya sejalan dengan pendekatan LippoLand dalam mengembangkan HWB Purwakarta.
Deputy COO Hunian Warisan Bangsa I Putu Adi Sastrawan mengatakan, apa yang pihaknya bangun bukan hanya rumah, tetapi lingkungan tempat keluarga dapat membangun kehidupan dan masa depan mereka.
“HWB Purwakarta dibangun untuk manusia, diilhami oleh komunitas, dan dibentuk untuk masa depan,” ucap Adi.
HWB Purwakarta dikembangkan melalui PT Hunian Warisan Bangsa bersama LippoLand, dengan dukungan program kemitraan UMKM LippoLand.
Penjualan Lebih dari 2.000 Unit
Sejak peluncurannya pada akhir 2025, penjualan telah mencapai lebih dari 2.000 unit. Pada peluncuran tahap pertama Februari 2026, lebih dari 1.000 unit telah terjual.
Hunian HWB Purwakarta ditawarkan mulai Rp98 juta, dengan pilihan satu, dua, dan tiga kamar tidur. Desainnya mengutamakan fungsi ruang, pencahayaan alami, ventilasi, dan area parkir.
Tersedia pula skema cicilan tertentu mulai sekitar Rp600.000 per bulan selama 40 bulan, sesuai ketentuan yang berlaku.
Seiring bertambahnya penghuni, ruang untuk berinteraksi menjadi bagian penting dari kehidupan kawasan. Masjid Tajug Istimewa Nusantara, yang diresmikan pada 30 Januari 2026, menjadi salah satu fasilitas sosial yang tersedia.
Berdiri di atas lahan sekitar 240 meter persegi dengan kapasitas sekitar 150 jemaah, masjid ini tidak hanya menunjang kebutuhan ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan bersama warga.
Aktivitas masyarakat juga tumbuh di Balai Nusantara dan ruang-ruang komunal lainnya. Bazar makanan, pasar malam, musik langsung, lomba mewarnai anak, senam, tari tradisional, hingga kegiatan bersepeda bersama menghadirkan kesempatan bagi warga untuk berkumpul.
Di saat yang sama, kegiatan tersebut membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usaha.
Peluang ekonomi juga disiapkan melalui Griya Niaga, kawasan komersial dengan deretan ruko tiga lantai berukuran 4 x 12 meter yang menghadap boulevard utama selebar 16 meter.
Ruko dilengkapi balkon dan jaringan listrik bawah tanah, dengan peruntukan yang mendukung kegiatan usaha dan kebutuhan penghuni.
Sejumlah fasilitas dan usaha yang telah beroperasi di kawasan HWB Purwakarta antara lain Masjid Tajug Istimewa Nusantara, Toko MAMA, FmX, Bank Nobu, serta pusat kuliner dan UMKM.
Dalam jangka panjang, HWB Purwakarta direncanakan menampung lebih dari 30.000 penduduk. Pengembangan ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian terjangkau sekaligus membangun lingkungan yang mendukung kehidupan sehari-hari. (Red)






