Gencar Sosialisasikan SIFORTUNA, Kepala BBPOPT: Deteksi Dini Serangan OPT

SOSIALISASI MASIF. Aplikasi SIFORTUNA (Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional) mulai disosialisasikan secara masif ke berbagai daerah sentra produksi di Indonesia.

IDEANEWSID. Aplikasi SIFORTUNA (Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional) mulai disosialisasikan secara masif ke berbagai daerah sentra produksi di Indonesia.

Sosialisasi gencar dilakukan setelah SIFORTUNA resmi diluncurkan secara nasional pada 12 Juni 2025 di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT).

Langkah awal dimulai dari Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Unit Pelaksana Teknis Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PTPH) Surabaya, pada Selasa (1/7/2025).

Baca juga:  Sosialisasi Masif SIFORTUNA, BBPOPT Kukuhkan Langkah Garda Terdepan Perlindungan Tanaman

Sosialisasi dilakukan secara hybrid, melibatkan petugas lapangan, POPT, dan pemangku kepentingan dari seluruh wilayah.

Tak berhenti di Surabaya, keesokan harinya, Rabu (2/7/2025), giliran Provinsi Jawa Tengah yang menjadi tuan rumah kegiatan serupa. Bertempat di BPTPH Jawa Tengah, sosialisasi ini akan berlanjut secara estafet ke berbagai daerah strategis di Indonesia.

SIFORTUNA hadir sebagai terobosan digital nasional dalam sistem peramalan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Baca juga:  Indosat Tambah Kapasitas Jaringan untuk Konektivitas Tanpa Hambatan saat MotoGP Mandalika 2024

Dengan sistem ini, data serangan OPT dari seluruh penjuru negeri dapat dihimpun, dianalisis, dan dipetakan secara real time, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan pengendalian yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto, menegaskan pentingnya sosialisasi ini sebagai tahapan strategis.

“SIFORTUNA bukan sekadar aplikasi. Ini adalah bagian integral dari sistem deteksi dini serangan OPT yang menjadi tulang punggung program early warning system pertanian nasional,” kata Yuris melalui rilisnya, Rabu (20/8/2025).

Baca juga:  Polres Purwakarta Tangkap Anggota Geng Motor Pelaku Pembacokan

Ia menambahkan, Kementerian Pertanian optimistis kehadiran SIFORTUNA akan mendorong akselerasi peningkatan produksi nasional.

“Dengan keterlibatan aktif petugas lapangan dan pemangku kepentingan di daerah, pengendalian OPT akan semakin efisien dan berdampak langsung pada produktivitas petani,” ujar Yuris. (Red)