Wujudkan Kedaulatan Pangan, Asgas RI Bina Petani Lewat Maha Karya Nusantara Mikroba PA 63 Garuda

UNSUR HARA TANAH. Tim Asgas RI ini membina dan mengedukasi petani terkait penggunaan cairan Mikroba PA 63 Garuda guna mengembalikan unsur hara tanah dan air yang terkontaminasi zat kimia yang berlebihan.

IDEANEWSID. Tim Agen Spesial Garuda Sakti Republik Indonesia atau Asgas RI menggandeng para petani di berbagai wilayah Indonesia dalam mewujudkan program keberlanjutan Presiden RI tentang Kemandirian Pangan Nasional yang saat ini terus digaungkan oleh Prabowo – Gibran.

Tak sekadar langkah nyata tapi juga bukti nyata terus ditunjukkan oleh tim yang dibina oleh Ramlan Samsuri atau akrab disapa Kakang Prabu ini.

Tim Asgas RI ini membina dan mengedukasi petani terkait penggunaan cairan Mikroba PA 63 Garuda guna mengembalikan unsur hara tanah dan air yang terkontaminasi zat kimia yang berlebihan.

“Langkah konkret yang kami lakukan tak lain sebagai bentuk pengabdian dalam menyukseskan program ketahanan pangan, kemandirian pangan dan kedaulatan pangan nasional,” kata Kakang Prabu melalui rilisnya, Kamis (26/12/2024).

Kakang Prabu yang juga dikenal sebagai perwakilan dari Lembaga Kaluhuran Galuh Pakuan Padjadjaran (KGPP) ini mengatakan, Tim Asgas RI dengan cairan Mikroba PA 63 Garuda merupakan bagian dari Program Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara.

Baca juga:  Tiba di Purwakarta, Jokowi Tinjau Tunnel 2 KCJB yang Terkendala Tanah Lempung

“Melalui Mikroba PA 63 Garuda, Tim Asgas RI secara swadaya berupa membangkitkan semangat gotong royong sebagai landasan implementasi nilai bela negara,” ujar Kakang Prabu.

Ini sesuai dengan amanat UU Bela Negara dan sebagai bentuk rasa cinta terhadap Ibu Pertiwi. “Asgas RI dengan ikhlas dan penuh semangat membantu tugas Presiden RI dalam mengenjot program Kemandirian Pangan Nasional,” ucapnya.

Murni Pengurai Alami

Dijelaskannya, Mikroba PA 63 Garuda adalah murni pengurai alami untuk mengembalikan unsur hara tanah dan air, sehingga apapun yang ditanam pasti tumbuh subur dan bernilai lebih ekonomis bagi petani.

“Mikroba PA 63 Garuda bukanlah pupuk, akan tetapi cairan penutrisi unsur hara tanah dan air sehingga kembali normal, bebas dari kontaminasi bakteri kimia yang berlebihan yang merusak unsur hara tanah dan air itu sendiri,” katanya.

Ditegaskan Kakang Prabu, Asgas RI hadir bersama semua kalangan dan berbagai instrumen ikut serta dalam pengabdian, juga berkaloborasi dengan berbagai pihak.

“Seperti yang kami lakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, kami melakukan panen raya padi. Sementara di Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, kami panen raya jagung,” ujarnya.

Baca juga:  Kakang Prabu: Pendidikan Jadi Kekuatan Utama Calon Pemimpin

Di Jawa Barat, lanjutnya, tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti Kabupaten Bandung dan TPA Rawa Kucing, Mikroba PA 63 Garuda berhasil mengurai gas metana akibat suhu panas yang menyebabkan kebakaran menjadi reda dalam hitungan jam.

“Mikroba PA 63 Garuda yang multifungsi ini, dapat digunakan untuk limbah industri dan limbah keluarga .Got dan selokan yang bau dapat terurai oleh Mikroba PA 63 Garuda juga dalam hitungan jam,” ucapnya.

Kakang Prabu juga menegaskan jika pihaknya menghibahkan Mikroba PA 63 Garuda untuk negara. “Saya tegaskan, tidak dikomersilkan. Ini murni untuk mewujudkan semua harapan masyarakat.

“Dengan swadaya dan gotong royong, dapat membangkitkan semangat patriotisme dan bela negara. Sumbangsih dalam bertani ini juga demi memenuhi kebutuhan pangan nasional maupun global,” kata Kakang Prabu.

Baca juga:  Bank bjb Teken MoU dengan KCIC, Hadirkan Berbagai Produk, Jasa dan Layanan Perbankan

Maka dari itu, kata dia, semua pihak, baik Itu TNI – Polri, kepalah daerah dan instrumen lainnya agar bersama-sama bergandengan tangan untuk mewujudkan dan menyukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional.

Padi dan Coklat di Selayar

Kakang Prabu juga memberikan komando kepada Tim Asgas RI untuk hadir dan bergabung dengan Tim Asgas di Selayar, Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Mereka diinstruksikan terjun langsung membina dan mengedukasi petani setempat.

“Melalui Program Maha Karya Nusantara, Mikroba PA 63 Garuda telah diaplikasikan di sawah dan ladang coklat seluas ribuan hektare milik para petani,” ujarnya.

Sebelumnya, dari hasil eksperimen demplot padi dan coklat, para petani membuktikan sendiri jika hasil pertumbuhannya sangat luar biasa dan bisa dirasakan manfaatnya.

“Para petani menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada kami setelah merasakan manfaat Mikroba PA 63 Garuda. Terlebih, para petani ini kerap kali kesulitan dalam mendapatkan pupuk dan obat-obatan. Biaya produksi pun dapat ditekan,” ucap Kakang Prabu. (Red)