IDEANEWSID. Jemaah Masjid Jami Al-Khoerot, Kampung Lengkong Cimaung, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, menegaskan, hanya Anne Ratna Mustika atau Ambu Anne, yang layak memimpin Purwakarta lagi.
Ini seperti yang disampaikan Mamah Bayu (54), salah seorang jemaah masjid tersebut.
“Tidak ada pilihan lain, Ambu Anne harus jadi Bupati Purwakarta lagi agar pembangunan dan masyarakat sejahtera,” katanya saat menyambut kehadiran Ambu Anne, Ahad (13/10/2024).
Disebutkannya, Ambu Anne adalah sosok yang tak hanya berhasil sebagai pemimpin, tapi juga sebagai seorang ibu.
Meski pernikahannya dengan Kang Dedi Mulyadi kandas, sambungnya, Ambu Anne tetap mampu menjalankan perannya sebagai pemimpin dan ibu bagi anak-anaknya, Yudistira dan Ni Hyang.
“Karena itu, kami melihat Ambu Anne sebagai contoh nyata kekuatan perempuan yang tegar, bijak dan mampu bertahan di tengah badai,” ujarnya.
Apresiasi Dukungan
Ambu Anne, yang saat itu hadir di tengah warga Lengkong, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukungnya.
“Saya haturkan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh agama, masyarakat dan pemuda, khususnya ibu-ibu di sini. Semoga perjuangan bersama ini membuahkan hasil untuk kesejahteraan kita semua,” ucapnya.
Ambu Anne juga mengajak seluruh warga untuk mengawal kemenangan pasangan calon nomor urut 3, yang diusung oleh Partai Golkar dan PDI Perjuangan dalam Pilkada Purwakarta yang akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.
“Alhamdulillah, dukungan dari warga Lengkong hanyalah salah satu dari sekian banyak dukungan dari seluruh penjuru Purwakarta kepada kami,” kata Ambu Anne.
Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata
Sementara itu, Juru Bicara Paslon Nomor Urut 3, Anne Ratna Mustika – Budi Hermawan, Kang Fapet mengatakan, kepemimpinan perempuan di Purwakarta tidak bisa dipandang sebelah mata.
Terlebih, kata dia, jika menyebut nama Ambu Anne, sosok bupati yang tegas namun penuh cinta, bak seorang ibu yang merawat anak-anaknya.
“Dalam sejarah, perempuan selalu memainkan peran penting. Ada Siti Khadijah, Aisyah dan Fatimah, hingga sosok Siti Maryam yang merupakan inspirasi abadi,” ujarnya.
Tak lupa, lanjutnya, di Nusantara ada Laksamana Malahayati, Tjoet Nyak Dien dan Ratu Kalinyamat yang melambangkan kekuatan, pengorbanan dan ketangguhan perempuan.
“Boleh jadi Ambu Anne adalah cerminan dari spirit mereka, melanjutkan perjuangan dan menciptakan perubahan di Kabupaten Purwakarta,” ucap Kang Fapet.
Dijelaskannya, Ambu Anne menjabat sebagai bupati perempuan pertama Purwakarta sejak 2018.
“Ambu Anne bukan sekadar pemimpin biasa. Selama lima tahun menjabat, Ambu Anne berhasil meraih 237 penghargaan, mulai dari tingkat provinsi, nasional hingga internasional,” katanya.
Ini bukan sekadar angka, kata Kang Fapet, melainkan bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinannya, Purwakarta mengalami perubahan besar.
“Pertumbuhan ekonomi Purwakarta melonjak hingga 5,24 persen pada 2022, jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.
Dari angka ini, kata dia, jelaslah bahwa Ambu Anne tak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.
“Meski di awal masa jabatannya sempat diragukan, Ambu Anne menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin yang kuat, tegas dan sarat akan visi,” kata Kang Fapet.
Akan tetapi, perjalanan Ambu Anne tidak selalu mulus. Seperti halnya banyak pemimpin perempuan lainnya, dia kerap menjadi target serangan, baik politik maupun pribadi.
“Rumah tangganya dengan Kang Dedi Mulyadi yang berakhir kandas sempat menjadi sorotan, tetapi Ambu Anne tetap tegak berdiri, tak tergoyahkan oleh guncangan internal ataupun politik,” ujarnya.
Standar Baru Kepemimpinan
Ambu Anne, sambungnya, telah membuat standar baru dalam kepemimpinan. Sebagai pemimpin perempuan pertama di Purwakarta, ia menempatkan diri sebagai sosok yang visioner dan inspiratif.
“Masyarakat Purwakarta, terutama kaum perempuan, bangga memiliki figur yang menjadi panutan. Di tengah dinamika politik yang kerap menghantamnya, Ambu Anne tak tergoyahkan,” ucapnya.
Lebih lanjut Kang Fapet menyebutkan, Ambu Anne telah mengukir jejaknya sebagai pemimpin yang tangguh dan inspiratif.
“Akan tetapi perjuangan belum selesai. Pilkada Purwakarta semakin dekat dan lawan-lawan politik tak henti mencoba melemahkannya,” kata dia.
Dengan dukungan rakyat Purwakarta, terutama kaum perempuan, lanjutnya, Ambu Anne siap melanjutkan tugasnya sebagai bupati, membawa kabupaten ini menuju masa depan yang lebih cerah.
“Berbanggalah Purwakarta memiliki pemimpin perempuan yang tak hanya bisa diandalkan, tapi juga mencintai rakyatnya seperti ibu mencintai anak-anaknya,” ujarnya. (Red)






