IDEANEWSID. Bangunan SMKN 1 Darangdan yang berlokasi di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, rawan ambruk.
Padahal bangunan yang menelan biaya sekitar Rp5,1 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023 itu baru saja rampung.
Asbabnya, bangunan tersebut dibuat tanpa penguatan tembok penahan tanah (TPT) sehingga mengalami longsor dan menyebabkan bangunan retak.
Jika tidak segera ditangani dengan cepat, dikhawatirkan keretakan pada bangunan baru tersebut semakin meluas, terlebih di musim penghujan.
Pantauan di lokasi, kondisi longsor memang sangat mengkhawatirkan, dan harus segera diperbaiki. Apalagi tanah tanpa ada TPT, jika diguyur hujan deras sudah pasti semakin melebar longsornya.
Aktivis Peduli Pendidikan Purwakarta, Adi Purnomo menyayangkan, bangunan sekolah yang dibiayai anggaran negara rawan dengan longsor.
Dirinya pun mempertanyakan terkait perencanaan pembangunan gedung baru milik SMKN 1 Darangdan tersebut.
Adi mengaku heran dengan gedung baru yang dibangun di atas lahan tidak rata atau gawir tanpa persiapan pekerjaan TPT terlebih dulu. Sehingga, antisipasi awal jika terjadi longsor dapat dilakukan.
“Kami melihat kondisi gedung baru SMKN 1 Darangdan ini terkesan dipaksakan. Masa gedung sekolah dibangun di atas lahan gawir yang sangat rentan terjadi longsor,“ kata Adi kepada wartawan, Selasa ( 9/1/2024).
Dengan kondisi lahan yang mudah longsor tersebut, sambungnya, juga patut dipertanyakan kinerja pengawas bangunan pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Apalagi informasinya, pengerjaanya bukan dilaksanakan secara swakelola, tapi dipihakketigakan, jelas ini salah. Nanti kami berkoordinasi dengan pihak aparat penegak hukum agar ditindaklanjuti,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Darangdan Ooi Rosmana membenarkan terjadinya longsor dan berdampak pada lantai depan gedung sekolah di bagian belakang mengalami retak.
Ooi mengatakan, memang dari DAK untuk pembangunan Gedung baru SMKN 1 Darangdan tidak ada alokasi anggaran untuk TPT. Dari total anggaran sebesar Rp5,1 miliar dialokasikan untuk gedung dan mebeler.
“Adapun TPT di bagian depan itu alokasi anggarannya dari dana yang disisakan,“ ucapnya. (Red)






