IDEANEWSID. Nama Asep Kurnia masuk ke dalam jajaran caleg potensial Partai Amanat Nasional (PAN) untuk DPRD Provinsi dari daerah pemilihan (dapil) Jabar II.
Dirinya ditempatkan di nomor urut 4 berdasarkan Daftar Caleg Sementara (DCS) yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Asep Kurnia memiliki latar belakang pengusaha khususnya dalam budidaya kopi luwak. Dirinya, mengawali bisnisnya itu pada 2009.
Kopi luwak yang saat itu sedang viral karena keunikan budidayanya berhasil mengantarkan dirinya pada pameran kopi internasional di Afrika Selatan pada 2012.
Namun keberhasilannya tersebut tidak menjadikannya berpuas diri. Melainkan, ia melihat masih banyak permasalahan pada sektor pertanian, mulai dari hulu hingga hilir.
Berangkat dari permasalahan itulah ia mencoba peruntungannya di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dapil I dari partai Nasdem di Kabupaten Bandung.
Tujuan politiknya tersebut berhasil menjadikannya anggota legislatif Kabupaten Bandung pada periode 2014-2019.
Di pemilu tahun ini, ia kembali mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat dapil Jabar II lewat perahu yang berbeda, yaitu PAN.
Bukan Asal Maju
Ditemui di kawasan Rancabali , Kabupaten Bandung, Asep Kurnia mengaku pencalonannya itu bukan asal maju.
Dirinya diminta kembali maju oleh para pemilihnya. Mereka menilai Asep Kurnia memiliki kualifikasi mumpuni menuju Gedung Sate.
Seperti yang disampaikan oleh Hafidz, tokoh pemuda setempat. “Saya sudah kenal lama dengan Kang Asep Kurnia. Orangnya amanah, jujur dan peduli terhadap masyarakat di sini,” kata Hafidz.
Pengalaman Asep Kurnia di legislatif pada periode 2014-2019 menjadi modal berharga untuknya maju ke jenjang yang lebih tinggi.
“Alasan saya mencalonkan diri di provinsi karena dukungan dari para relawan, tokoh, sahabat dan teman-teman itu muncul dari berbagai penjuru Kabupaten Bandung,” ujar Asep Kurnia.
Dirinya pun ingin memberikan manfaat luas kepada masyarakat di Kabupaten Bandung. “Makanya, jika nanti saya terpilih, lingkup yang lebih luas memudahkan saya untuk menyerap aspirasi lebih lebar lagi,” ucapnya.
Dalam berbagai kesempatan, Asep Kurnia kerap berpesan bahwa hak pilih bukan komoditas musiman yang bisa dijual-belikan. Politik transaksional, lanjutnya, akan melahirkan wakil rakyat yang tidak berkualitas.
“Perlu kesadaran moral untuk memilih anggota legislatif yang mumpuni. Saya mengajak masyarakat terutama anak muda, ayo kita bersama membangun parlemen jujur. Parlemen yang responsif untuk persoalan bangsa,” katanya. (Red)






