IDEANEWSID. Dandim 0619/Purwakarta Letkol Arm Andi Achmad Afandi mengajak masyarakat untuk menanam pohon. Pasalnya, dengan menanam pohon maka kualitas udara, khususnya oksigen akan tetap terjaga.
Demikian disampaikan Dandim saat menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang berpusat di Kp. Awi Mekar RT 09/05 Desa Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Senin (28/11/2022).
“Alhamdulillah, kita bisa kembali bersilaturahmi di sini. Mudah-mudahan, kegiatan menanam pohon ini sesuai dengan yang kita harapkan dan juga mendatangkan manfaat di kemudian hari,” kata Dandim.
Disebutkannya, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008, maka pada 28 November setiap tahunnya ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).
“Dengan menanam pohon, berarti ada beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan. Yang paling utama adalah menghasilkan oksigen yang bermuara pada bagusnya kualitas udara yang kita hirup,” ujar Dandim.
Karenanya, sambung Dandim, kegiatan menanam pohon ini harus terus dilakukan. “Dinas lingkungan hidup merupakan salah satu leader dalam hal ini. Salah satu tugasnya, bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan yang ada di wilayah Purwakarta. Dan ini harus didukung semua pihak,” ucapnya.
Ini juga, lanjutnya, sejalan dengan program ketahanan pangan dan BIOS 44 yang saat ini gencar dilakukan Kodim 0619/Purwakarta. “Kami merehabilitasi lahan-lahan kritis atau lahan-lahan yang memang sudah ditinggal. Sehingga, bisa ditanam kembali,” kata Dandim.
Untuk itu pula, Kodim 0619/Purwakarta konsisten dalam mengajak dan mengedukasi warga akan pentingnya menanam pohon. “Dalam skala kecil bisa memanfaatkan halaman atau bahkan menggunakan media pot, polybag dan lainnya,” ujarnya.
Bukan Seremonial
Senada disampaikan Asisten Daerah II Kabupaten Purwakarta dr. H. Agung Darwis Suriaatmadja, M.Kes., yang hadir mewakili Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika.
“Hari menanam pohon bukanlah seremonial, tetapi harus menjadi peringatan sebagai upaya memelihara kelestarian bumi. Bila bumi dikatakan memiliki lahan kritis, marilah kita renungkan sejenak,” ucapnya.
Agung melanjutkan, masih cukup luas lahan yang harus ditangani dan dihijaukan. Dan hal ini memerlukan kerja sama serta keterlibatan semua unsur baik pemerintah, swasta maupun seluruh lapisan masyarakat.
“Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini, seluruh warga bisa tetap bekerja sama dalam memelihara pohon. Yakni, sebagai kepentingan pengelolaan lingkungan yang berdampak pula terhadap ekonomi masyarakat,” katanya.(Red)






