Utamakan Penanganan, Bupati Purwakarta Rogoh Kocek Pribadi Bantu Warga Sinargalih Pengidap Kanker

EVAKUASI WARGA SAKIT. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, akrab disapa Om Zein, menginstruksikan jajarannya untuk segera mengevakuasi seorang warga Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, yang menderita kanker payudara dan tumor tulang.

IDEANEWSID. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, akrab disapa Om Zein, menginstruksikan jajarannya untuk segera mengevakuasi seorang warga Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis, yang menderita kanker payudara dan tumor tulang.

Ia juga rela merogoh kocek pribadinya untuk menanggung biaya evakuasi dan penanganan medis awal pasien tersebut.

Instruksi itu diberikan setelah Om Zein menerima laporan mengenai kondisi Iin Sulastri yang tengah berjuang melawan dua penyakit serius sekaligus. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat Iin kesulitan mendapatkan layanan kesehatan secara rutin.

Iin juga terkendala persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan. Keterbatasan biaya transportasi turut menghambat upayanya untuk menjalani pemeriksaan dan kontrol ke rumah sakit.

Selama ini, Iin hanya mendapatkan perawatan di rumah dengan bantuan anak laki-lakinya.

Mengetahui kondisi tersebut, Om Zein langsung menghubungi Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Maniis melalui sambungan telepon.

Baca juga:  BPJamsostek Purwakarta - UPTD Pengawasan Tenaga Kerja Wilayah II Jabar Awasi Kepatuhan Badan Usaha Laksanakan Jamsostek

Dalam rekaman yang diunggah melalui akun TikTok pribadinya, @omzein_bupatiaing, ia meminta jajaran kecamatan segera mengambil langkah untuk membantu pasien.

“Halo. Waalaikumsalam, Pak Sekcam. Itu kan di Sinargalih ada warga namanya Iin. Dia mengidap penyakit, kanker payudara dan tumor kaki tulang,” kata Om Zein.

Ia kemudian menjelaskan sejumlah kendala yang dialami Iin dan keluarganya, termasuk masalah administrasi BPJS Kesehatan serta ketiadaan biaya untuk transportasi menuju rumah sakit.

“Yang pertama BPJS-nya dia bermasalah. Terus yang kedua dia tidak ada ongkos untuk ke rumah sakit untuk kontrol. Dan dia dijaga oleh anaknya yang laki-laki. Maksud saya, Pak Sekcam tolong bantu hari ini bawa ke Rumah Sakit Bayu Asih,” ujarnya.

Baca juga:  Empat Kasus Omicron Ditemukan di Kabupaten Bandung

Om Zein juga meminta agar persoalan biaya tidak menjadi penghalang bagi proses evakuasi. Ia menyatakan akan menanggung terlebih dahulu biaya ambulans dan kebutuhan rumah sakit sembari menunggu penyelesaian kendala administrasi yang dihadapi keluarga Iin.

“Biayanya biar nanti dari saya. Tolong bawa aja dulu, nanti dari sini kita ganti biaya ambulansnya sama biaya rumah sakitnya. Saya belum bisa ke Maniis, tapi tolong dibantu bawa dulu nanti di sini biayanya saya ganti ya,” ujarnya.

Sekcam Maniis langsung menyatakan kesiapannya menjalankan instruksi tersebut.

Evakuasi Libatkan Warga dan Petugas

Proses evakuasi Iin kemudian berlangsung dengan melibatkan warga setempat dan petugas. Dalam video yang sama, terlihat sejumlah orang bergotong royong mengangkat Iin menggunakan tandu dari dalam rumah menuju ambulans yang telah disiapkan.

Baca juga:  Tegas! KPU Purwakarta Ingatkan ASN Maju di Pilkada Harus Mundur

Ambulans tersebut selanjutnya membawa Iin menuju RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk mendapatkan penanganan medis.

Sejumlah warga yang menyaksikan proses penjemputan itu turut mengungkapkan rasa syukur dan haru. Mereka menyambut bantuan tersebut dengan ucapan, “Alhamdulillah, ya Allah”.

Aksi cepat tersebut juga mendapat perhatian warganet setelah video komunikasi dan proses evakuasi diunggah melalui media sosial Om Zein.

Langkah ini menjadi bentuk respons pemerintah daerah terhadap laporan warga yang membutuhkan bantuan, khususnya masyarakat dengan keterbatasan ekonomi dan kendala akses layanan kesehatan.

Penanganan kasus Iin sekaligus menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat agar warga yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak. (Red)