IDEANEWSID. Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, akrab disapa Om Zein, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) tepat di Hari Jadi Purwakarta Ke-195 dan Kabupaten Purwakarta Ke-58, Senin (20/7/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan langsung Om Zein di hadapan KDM pada saat menyampaikan sambutannya pada Rapat Paripurna Hari Jadi Purwakarta di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Senin (20/7/2026).
“Kang Dedi, semasa menjadi Bupati Purwakarta dua periode telah memberikan banyak perubahan positif bagi Kabupaten Purwakarta. Mulai dari infrastruktur hingga membentuk masyarakat Purwakarta yang berkarakter,” kata Om Zein.
Bahkan, sambungnya, ketika menjadi Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi tetap memberikan sumbangsih terhadap Kabupaten Purwakarta. Di antaranya adalah pembangunan jalan lingkar barat.
“Purwakarta masih memiliki PR berupa perbaikan jalan sepanjang 80 km. Alhamdulillah, sekarang dikurangi lingkar barat yang pembangunannya diambil alih provinsi. Pun halnya dengan cita-cita membuat jalan poros tengah, juga akan dibangun oleh provinsi,” ujarnya.
Om Zein pun berharap Hari Jadi Purwakarta menjadi momen untuk terus memperkuat sinergi dan silaturahmi serta melakukan perubahan positif demi terwujudnya Kabupaten Purwakarta yang Istimewa.
Sementara itu, dalam sambutannya, KDM mengaku selalu meneteskan air mata setiap kali berkunjung ke Kabupaten Purwakarta. Baginya, Purwakarta sudah sangat mendarah daging. Di sinilah ia memulai karirnya.
Sejak kuliah, belajar politik dan berkantor di DPD Golkar Purwakarta, menjadi anggota dewan, wakil bupati hingga menjadi bupati dua periode. Ia pun menyampaikan terima kasihnya kepada mantan Bupati Purwakarta Lili Hambali yang juga hadir dalam rapat paripurna tersebut.
Cara Berpikir Pemimpin
“Seorang pemimpin harus memiliki cara berpikir yang tidak biasa. Kalau biasa saja, maka apa bedanya dengan warga pada umumnya. Pemimpin juga harus berjiwa pembaharu, sehingga ia dapat melakukan perubahan bahkan jika perubahan itu tak populer sekalipun,” ucap KDM.
Melakukan perubahan, kata KDM, bisa mulai dari hal sederhana. Misalnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, maka perubahan harus dilakukan sejak usia dini.
“Bagaimana mau Indonesia Emas kalau buang sampah saja masih sembarangan. Bagaimana bisa seorang anak usia tiga tahun dibebaskan bermain hape yang dampaknya bisa membuat otak mengecil,” kata KDM.
Lalu, lanjutnya, bagaimana pula seorang usia sembilan tahun dibebaskan menggunakan sepeda motor. Kemudian, banyak meminum air berperisa berbagai warna.
“Hal seperti ini dapat melemahkan fisik maupun kesehatan. Padahal persaingan saat ini bukan lagi antradaerah melainkan antarbangsa. Karenanya sikap saya selalu sakelek pada anak-anak,” ujarnya.
KDM pun optimis di bawah kepemimpinan Om Zein dan Abang Ijo Hapidin, akan banyak perubahan positif yang terjadi di Kabupaten Purwakarta. Mulai dari perubahan cara berpikir hingga memulai perubahan dari hal-hal kecil. (Red)






