IDEANEWSID. Calon Bupati Purwakarta nomor urut 4, Zainal Arifin berkunjung ke satu Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Purwakarta, Sabtu (5/10/2024).
Boleh jadi, TPS ini suatu lokasi yang bagi sebagian orang tidak menarik perhatian. Akan tetapi, bagi Zainal ini adalah tempat yang menyimpan potensi besar untuk Purwakarta.
Di TPS tersebut, Zainal menyaksikan langsung bagaimana pengelola TPS dengan cermat memilah dan mengolah sampah menjadi pupuk organik.
Di depan tumpukan sampah yang diolah dengan teknologi sederhana itu, Zainal tampak takjub melihat hasilnya.
Siapa sangka dari sisa-sisa makanan dan limbah rumah tangga, bisa lahir pupuk organik yang kemudian dikembalikan ke masyarakat.
“Sampah bukan akhir, ini awal dari manfaat baru. Saya sangat mendukung inovasi seperti ini. Pengolahan sampah menjadi pupuk organik tidak hanya mengurangi limbah, tapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Zainal optimis.
Di tengah percakapannya dengan para pengelola TPS, Zainal terus memuji semangat warga yang bekerja keras di sana. Baginya, ini bukan sekadar solusi untuk masalah sampah, tapi juga langkah konkret dalam menjaga lingkungan.
“Ini adalah langkah nyata untuk memperkuat ketahanan pangan lokal,” ujarnya.
Di sini, sambungnya, sampah yang tadinya dianggap beban, diubah menjadi sumber daya baru yang bernilai.
Zainal juga tahu betul, jika ingin perubahan, maka harus memulainya dari hal-hal kecil yang bahkan terabaikan.
Dari hal kecil itu pula, ia melihat potensi besar Purwakarta. Potensi untuk memimpin dengan memberikan solusi, bukan janji.
Bukan hanya soal sampah yang menarik perhatian Zainal hari itu. Di TPS yang terkesan sederhana, ia berbicara tentang satu gagasan besar lainnya, yakni Gerakan Bela Beli Produk Lokal Purwakarta.
Bagi Zainal, dukungan terhadap pelaku usaha lokal bukan hanya slogan politik, melainkan misi nyata yang harus diwujudkan.
“Kita harus berani mengambil sikap untuk membela dan membeli produk lokal. Dengan begitu, kita bisa menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah,” ucapnya.
Dirinya pun berkomitmen untuk memastikan APBD memprioritaskan produk-produk buatan Purwakarta, sehingga masyarakat lebih sejahtera.
Zainal juga percaya, APBD bukan sekadar angka, tapi alat yang bisa membuat perubahan. Ia ingin APBD Purwakarta benar-benar berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Bukan hanya bicara, Zainal sudah merencanakan kebijakan strategis yang akan membuat produk lokal Purwakarta menjadi prioritas utama dalam pengadaan barang dan jasa di kabupaten ini.
“Menghidupkan kembali ekonomi lokal adalah tentang memulihkan kebanggaan masyarakat terhadap apa yang mereka miliki,” kata Zainal.
Dari pupuk organik hasil olahan sampah hingga produk UMKM lokal, lanjut dia, semua harus mendapatkan dukungan penuh, baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
Zainal mengakui, sekadar melihat TPS dan berbicara soal pupuk organik adalah hal yang sangat sederhana. “Meski sederhana, saya melihat potensi besar dari sini,” ujarnya.
Dirinya dan Haji Sona, lanjutnya, bertekad membawa perubahan nyata melalui visi Purwakarta Berkah. Yakni, dengan tiga fokus utama, ketiganya adalah pendidikan unggul, ekonomi kuat dan lingkungan lestari.
“Dari pengolahan sampah hingga kebijakan yang mendukung UMKM, semua terintegrasi dalam misi besar untuk membangun Purwakarta yang lebih sejahtera dan berdaya,” ucap Zainal. (Red)






