Meski Dihantui Omicron, PTM 100 Persen di Jabar Tetap Lanjut

Ilustrasi Pendidikan Tatap Muka/Istimewa

IDEANEWSID. Saat ini sudah ada 14 kasus terkonfirmasi Omicron di Jawa Barat. Dari 14 kasus tersebut, 10 di antaranya baru saja melakukan perjalanan luar negeri.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta seluruh satuan tugas penanganan Covid-19 untuk mengawasi pelaku perjalanan luar negeri.

Imbauan itu disampaikan berkaitan dengan pencegahan penyebaran varian baru Omicron di Jawa Barat.

“Satgas daerah harus tetap lakukan 3T, testing, tracing, dan treatment harus konsisten dilakukan. Telusuri potensi warganya yang kemungkinan dari luar negeri. Pintu pertamanya kan memang dari luar negeri,” ujar Ridwan Kamil di Kota Bogor, Selasa (11/1/2022).

Baca juga:  Peringati Sumpah Pemuda di Purwakarta, Pj Gubernur Jabar Sebut Ada Kaitan dengan Sejarah 

Meski dihantui kasus Omicron, skema pendidikan tatap muka atau PTM 100 persen di Jawa Barat tetap berlanjut.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, meskipun ada kasus terkonfirmasi Omicron, pelaksanaan sekolah dengan skema PTM 100 persen tetap berlanjut.

Kendati demikian, mekanisme PTM dilaksanakan secara bertahap. Menurut Dedi, ada beberapa daerah yang menunda pelaksanaan PTM 100 persen karena ingin melakukan evaluasi pascanataru.

Baca juga:  Gubernur Jabar Ridwan Kamil Resmikan Pusat Distribusi Provinsi di Purwakarta, Satu-satunya di Indonesia

“Rata-rata di hari pertama PTM 10 Januari kemarin kehadirannya 75 persen, yang belum 100 persen rata-rata karena melakukan evaluasi setelah libur Nataru. Berkaca dari tahun sebelumnya, covid naik di awal tahun baru. Dari hasil evaluasi, kemungkinan awal Februari baru bisa 100 persen,” ucap Dedi.

Menurut Dedi, jika daerah di Jawa Barat telah memasuki PPKM level satu, secara otomatis PTM dapat dilakukan 100 persen. Namun dengan catatan persentase vaksinasi gurunya lebih besar.

Baca juga:  Kolaborasi BPJamsostek dan Pemprov Jabar Hadirkan Hunian Griya Pekerja

“Kalaupun tidak 100 persen, nanti ada pengurangan jam mengajar, biasanya 6 jam, jadi 4 jam. Kalau level 2 juga bisa saja 100 persen kalau kondisi geografisnya sulit aktivitas internet, dan presentasi vaksinasi gurunya besar. Untuk Jabar sendiri angka vaksinasi guru sudah 88 persen, sisanya belum karena ada komorbid,” kata Dedi