Siswa Sekolah Menengah Alam Purwakarta Unjuk Talenta

FOTO BERSAMA. Jajaran direksi, kepala sekolah, dan tamu undangan berfoto bersama dengan perwakilan siswa pada Talents Expo 2022 Sekolah Menengah Alam Purwakarta.

IDEANEWSID. Sekolah Menengah (SM) Alam Purwakarta yang merupakan bagian dari Sekolah Alam Purwakarta, memiliki kurikulum inti di mana para siswanya sudah bisa mengenali talenta yang dimilikinya untuk dikembangkan dan ditekuni di kemudian hari.

Untuk mendukung kurikulum tersebut, sekolah setingkat SMP ini memiliki program berupa Talents Expo yang perdana dilaksanakan pada tahun ini.

Kepala Sekolah SM Alam Purwakarta Titin Komalasari, M.Pd., menyebutkan, sesuai namanya, Talents Expo 2022 dengan tema “Karya untuk Negeri Ku” ini memamerkan talenta-talenta siswa SM Alam Purwakarta. Di mana para siswa ini sebelumnya telah melaksanakan program magang di berbagai tempat.

“Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan mereka magang di berbagai tempat. Di antaranya, ada yang magang di peternakan domba, rumah kreatif, perkebunan anggrek, dan lainnya. Hasil magang tersebut wajib dipresentasikan pada Talents Expo 2022 ini,” ujar Titin kepada wartawan, Kamis (6/6).

Baca juga:  Warga Purwakarta Hati-hati, Ada Pelaku Curanmor Beraksi Tanpa Merusak Kunci

Melalui Talents Expo 2022 ini, SM Alam Purwakarta yang berlokasi di Kampung Sindang Reret, Desa Benteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ini pun menggelar event lainnya. Seperti Film Ekspedisi Lampung, pameran, unjuk talenta, presentasi magang, donor darah dan launching club.

Presentasi magang di antaranya ditampilkan oleh Hisyam yang melaksanakan magang profesi di peternakan domba bernama Kandang Asri Farm.

Hisyam yang juga Ketua OSIS SM Alam Purwakarta ini menceritakan pengalamannya selama magang. Tak hanya merawat domba, tapi juga manajemen dasar hingga pengetahuan tentang domba.

Adapula Amel, Putri dan Andika yang magang industri kreatif di Rumah Kreatif Ufaira. Ketiganya bahkan memproduksi sendiri produk kreatif berupa tatakan gelas dan mencoba menjual produknya itu di pameran atau bazar Talents Expo 2022.

Kemudian, ada Aruna dan Aziz yang magang di Agrifarm Antika Anggrek. Di mana, Agrifarm Antika Anggrek ini telah memiliki empat cabang di Purwakarta dan memiliki milik omzet ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Baca juga:  Bupati Purwakarta Serahkan Bantuan Bus Sekolah dan Motor Operasional Kepsek di Momen Hardiknas
Siswa saat mengunjungi salah satu stand pameran pada Talents Expo 2022 Sekolah Menengah Alam Purwakarta.

Kurikulum Aplikatif 

Kasi Kelembagaan dan Penjaminan Mutu Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Pamel Liskardani S.Pd., mengatakan, Talents Expo ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan hasil karyanya sekaligus menjual karyanya.

“Para siswa belajar manajemen, memproduksi, hingga menjual dan yang utama mengembangkan kreativitas dan talentanya. Kurikulum ini sangat aplikatif bisa diterapkan di berbagai sekolah. Baik sekolah swasta dan negeri memiliki potensi mengembangkan kurikulum seperti ini,” kata Pamel ditemui di lokasi.

Senada disampaikan Pengawas Satuan SMP Ade Nandang. Dirinya mengaku dimintai dukungan oleh SM Alam Purwakarta ini.

“Sekolah ini memiliki konsep yang sesuai dengan keinginan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, H. Purwanto. Kami memiliki sekolah ekologi yang konsepnya mirip dengan SM Alam Purwakarta,” ucapnya.

Baca juga:  Terbukti! Ternak Lele Bioflok dengan BIOS 44 Bisa Panen Lebih Cepat

Sementara itu, Direktur Sekolah Alam Purwakarta Lilaning Sosialsih menyebutkan, Sekolah Alam mengajak anak lebih banyak berinteraksi dengan alam. Ini menjawab tantangan hari ini di mana anak lebih banyak nyaman dengan dunia imajiner.

“Sekolah Alam memiliki empat konsep yang sesuai dengan core value (nilai inti) yang kami terapkan. Keempatnya adalah siswa memiliki akhlak yang baik, ilmu pengetahuan yang disenangi, berjiwa kepemimpinan, dan bisa menghasilkan uang untuk memberikan kebermanfaatan bagi orang lain,” kata Lila panggilan akrabnya.

Ke depan, sambungnya, Sekolah Alam Purwakarta ingin terus mengembangkan sekolah alam hingga tingkat perguruan tinggi.

“Untuk tingkat SMA kami sangat ingin mewujudkannya. Namun kendala utamanya adalah SDM. Karena sekolah ini membutuhkan SDM yang brilian yang bisa mengolaborasikan berbagai materi pembelajaran termasuk juga merefleksikannya,” ucap Lila. (Red)