IDEANEWSID. Menurut catatan sejarah cryptocurrency, Polygon dibuat di India pada tahun 2017 dan pada awalnya disebut Jaringan Matic. Matic sendiri dibuat oleh beberapa pengembang Ethereum yaitu Jaynti Kanani, Sandeep Nailwal, Anurag Arjun, dan Mihailo Bjelic.
Mereka membuat Matic karena melihat permasalahan skalabilitas Ethereum di mana peningkatan kepadatan jaringan menyebabkan biaya gas yang mahal dan proses transaksi lambat. MATIC diciptakan sebagai solusi layer kedua terhadap permasalahan Ethereum.
Polygon Network atau kini akrab disebut MATIC, adalah sebuah protokol terdesentralisasi untuk membangun dan menghubungkan beberapa jaringan blockchain yang kompatibel dengan Ethereum. Polygon diciptakan untuk memberikan solusi atas beberapa isu terkait blockchain, seperti gas fee yang tinggi dan kecepatan yang lambat, namun tanpa mengesampingkan aspek keamanan.
MATIC adalah token ERC-20 yang digunakan untuk membayar biaya transaksi dan berfungsi sebagai governance token dalan protokol Polygon. Selain itu, MATIC juga dapat digunakan untuk staking dalam jaringan Polygon.
Token MATIC, kini sudah dijual bebas di banyak exchanger atau perusahaan pertukaran cryptocurrency. Salah satu exchanger Indonesia terbesar yang memperjualbelikan MATIC adalah Tokocrypto, Indodax dan Pintu.
Berdasarkan data yang diambil saat penulisan dari CoinMarketCap, pada Jumat (14/1/2022) pukul 00.01, MATIC diperdagangkan di harga $2,33 atau Rp33.338 berdasarkan kurs dollar Rp14.330. MATIC saat ini memilki total suplai maksimal 10 miliar MATIC. Pasokan MATIC yang beredar dan diperjualbelikan di pasaran sudah sebanyak 7.312.892.503 MATIC.
Berdasarkan data CoinMarketCap, MATIC merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar cukup tinggi. Oleh karenanya, di CoinMarketCap, MATIC menduduki peringkat ke-13 berdasarkan kapitalisasi pasar dihimpit koin meme Doge Coin di peringkat ke-12 dan Shiba Inu di peringkat ke-14.
Lalu, bagaimana nasib Polygon MATIC di masa depan? Apakah dunia akan selalu membicarakan dan butuh ‘si pelayan’ Ethereum ini.
Dilansir dari Pintu Academy, MATIC dibuat karena melihat permasalahan skalabilitas Ethereum di mana peningkatan kepadatan jaringan menyebabkan biaya gas yang mahal dan proses transaksi lambat. Matic diciptakan sebagai solusi layer kedua terhadap permasalahan tersebut.
Dalam masa penawaran awalnya pada April 2019, tim Polygon mengumpulkan 5,6 juta dolar AS dalam ETH melalui penjualan 1,9 miliar token MATIC dalam periode 20 hari. Lalu, Jaringan Matic diluncurkan pada tahun 2020 dan Matic berganti nama menjadi Polygon Network pada Februari 2021.
Pergantian nama ini menyesuaikan dengan perubahan strategi Polygon dari sekedar memberikan solusi layer 2 bagi jaringan Ethereum menjadi sebuah infrastruktur lengkap yang bisa digunakan oleh developer untuk membuat decentralized applications atau dApps.
Cara kerja Polygon MATIC
Polygon sering disebut sebagai “Ethereum’s Internet of blockchain” karena ia menciptakan ekosistem multi-chain yang bisa digunakan bersama dan melekat kepada Ethereum.
Polygon dibuat untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan developer dengan menyediakan kerangka untuk membuat decentralized applications (dApps) yang memprioritaskan kinerja, user experience (UX), dan keamanan.

Beberapa solusi layer 2 yang ditawarkan Polygon. Sumber: Polygon dan Pintu Academy
Lalu, apa yang dimaksud dengan layer 1 dan 2? Layer 1 (L1) adalah mainnet Ethereum sebagai jaringan blockchain utama sementara layer 2 (L2) adalah blockchain yang berjalan disamping layer 1. Solusi layer 2 adalah sebuah cara yang digunakan pengembang agar transaksi Ethereum diproses pada jaringan Polygon. Hal ini digunakan agar pengguna aplikasi tidak mengalami kerugian akibat kepadatan jaringan Ethereum.
Polygon memberikan beberapa solusi layer 2 seperti sistem commit chains dan juga side chains (blockchain yang berjalan secara paralel dengan mainnet Ethereum). Perbedaan utama dari kedua sistem ini adalah commit chains dapat menginternalisasi keamanan jaringan Ethereum.
Hal tersebut memungkinkan developer untuk memanfaatkan skalabilitas Polygon tapi tetap menikmati keamanan yang diberikan oleh jaringan Ethereum. Melalui Polygon, para developer dapat meningkatkan kinerja aplikasinya agar transaksi lebih cepat dan biaya gasnnnya lebih murah dibanding mainnet Ethereum.
Hal ini membuat Polygon sangat berharga bagi perusahaan kecil-menengah yang khawatir kepadatan jaringan Ethereum dapat menganggu layanannya. Sebagai solusi jangka panjang yang menawarkan berbagai kapabilitas solusi L2, Polygon memiliki potensi untuk menjadi solusi pilihan bagi developer. Potensi ini menjadi nilai unik yang dimiliki token MATIC sebagai token utilitias.
Aplikasi apa saja yang menggunakan Polygon?

Ekosistem Polygon. Sumber: Polygon dan Pintu Academy
Banyak pengembang DeFI (decentralized finance) dan DApps (decentralized applications) mulai melihat Polygon sebagai protokol yang bisa membantu perkembangan produk yang mereka miliki. Per Agustus 2021, sudah ada lebih dari 80 DApps yang dibangun dengan Polygon. Aplikasi seperti Aavegotchi menjelaskan bahwa migrasi dari jaringan mainnet Ethereum ke Polygon membuat pengguna mereka menghemat ratusan ribu dolar yang biasanya digunakan untuk biaya gas di Ethereum.
Kamu bisa menggunakan DApps yang ada di Polygon untuk berbagai tujuan termasuk mendapatkan keuntungan.
Beberapa DApps yang ada di Polygon antara lain:
Quickswap
Quickswap (QUICK) adalah DEX (decentralized exchange) yang dibangun di atas jaringan Polygon dan memungkinkan pengguna melakukan transaksi cepat dengan biaya gas murah. Ia dibuat sebagai sebuah fork atau modifikasi dari protokol Uniswap. Quickswap dengan cepat menjadi proyek Polygon paling aktif berdasarkan jumlah pengguna, dengan lebih dari 225.000 pengguna selama 30 hari terakhir.
Selain itu, volume perdagangan yang dimiliki Quickswap lebih dari $4,5 miliar. Kamu bisa menggunakan Quickswap untuk menukarkan berbagai jenis aset kriptomu dengan biaya transaksi yang murah atau menyetorkan asetmu dan menjadi penyedia likuiditas di jaringan Quickswap.
Aavegotchi
Aavegotchi adalah sebuah game yang menggabungkan elemen dari DeFi dan juga NFT. Kamu akan membeli dan mengoleksi NFT dalam bentuk avatar Aavegotchi yang menggunakan aset kripto sebagai jaminan. Jadi, setiap gotchi yang kamu punya merupakan aset yang nilainya bergantung kepada jumlah aset kripto yang kamu simpan dalam gotchi tersebut.
Dunia Aavegotchi memiliki tokennya sendiri yaitu $GHST, yang bisa kamu gunakan untuk berbagai interaksi dalam Aavegotchi termasuk melakukan staking.
Karakteristik gotchi dapat terus ditingkatkan selama permainan. Kamu bisa meningkatkan nilai gotchimu dengan membeli baju, bermain minigame, dan melakukan interaksi lainnya. Semakin tinggi level dan kelangkaan gotchimu, semakin tinggi pula keuntungan yang kamu dapat. Hal yang perlu kamu perhatikan sebelum bermain Aavegotchi adalah kamu perlu memiliki aset kripto yang akan kamu gunakan sebagai jaminan yang melekat pada gotchi milikmu.
KogeFarm
KogeFarm adalah sebuah aplikasi DeFi yield farming, yaitu cara untuk menghasilkan bunga dengan kepemilikan cryptocurrency. Dalam istilah sederhana, yield farming berarti mengunci atau menyimpan aset kripto yang kita miliki dalam sebuah DApss dan mendapatkan bunga dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks bank konvensional, yield farming sangat mirip dengan konsep deposito.
KogeFarm adalah salah satu DeFi di jaringan Polygon yang memberikan bunga berupa aset kripto yang kamu simpan (menyimpan ETH akan mendapatkan ETH) dan juga token KogeCoin. KogeFarm menjadi populer karena ia mengambil keuntungan yang sedikit dari yield penggunanya yaitu 0–1%. Perlu diperhatikan bahwa kamu harus mempertimbangkan resiko yield farming karena strategi yang salah dapat menimbulkan kerugian.
Apa yang bisa kamu lakukan dengan token MATIC?
1. Investasi
Token MATIC mengalami kenaikan yang pesat sejak awal 2021, selaras dengan pergantian nama jaringan MATIC menjadi Polygon yang terjadi pada awal 2021. Seperti aset kripto pada umumnya, dalam jangka pendek dan menengah token MATIC mengalami kenaikan dan penurunan yang cukup drastis.
Salah satu kelebihan Polygon adalah ia masih berada pada tahap perkembangan. Beberapa fitur kerangka skalabilitasnya belum diimplementasikan. Meskipun begitu, sudah ada lebih dari 350 aplikasi yang berjalan di jaringannya. Ini termasuk proyek keuangan terdesentralisasi populer seperti Aave dan SushiSwap yang mulai menambahkan jaringan Polygon dalam layanannya. Selain itu, aplikasi-aplikasi yang diciptakan di atas jaringan Polygon seperti Quickswap juga mulai populer.
Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa Polygon sangat dipengaruhi oleh kebijakan, peraturan, dan performa Ethereum karena ia dibuat sebagai protokol yang melekat pada jaringan Ethereum. Selain itu, Polygon juga memiliki dua kompetitor utama yang juga menawarkan solusi skalabilitas blockchain yaitu Polkadot dan Avalanche, yang saat ini (September 2021) memiliki nilai kapitalisasi pasar yang lebih tinggi.
Polygon, Polkadot, dan Avalanche merupakan kompetitor langsung yang sama-sama mempunyai tujuan menciptakan kapabilitas transaksi multi-chain dan menawarkan kecepatan waktu transaksi tanpa biaya gas yang mahal.
Di satu sisi, Polygon memiliki potensi besar karena kerangka skalabilitasnya terus dikembangkan dan DApps (decentralized applications) dalam jaringannya terus bertambah. Di sisi lain, kamu perlu memperhatikan peluncuran Ethereum 2.0 (Eth2) dan aktivitas pesaing Polygon seperti Avalanche dan Polkadot.
2. Melakukan Staking
Operasional polygon bergantung pada validator untuk mengamankan jaringannya. Tugas para validator ini untuk menjalankan full node (program yang menjalankan validasi transaksi dan blok), memproduksi blok, berpartisipasi dalam konsensus dan melakukan checkpoint pada Ethereum mainnet. Untuk menjadi validator, kamu harus melakukan staking atau memiliki dan mengunci token MATIC dengan manajemen staking yang berada di dalam mainnet Ethereum. Reward akan diberikan kepada para stakers pada setiap checkpoint saat validasi selesai.
Sebagai pemegang MATIC, kamu juga bisa menggunakan token yang kamu miliki dan melakukan staking pada validator yang terpercaya. Staking merupakan strategi investasi aset kripto yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan passive income. Token MATIC adalah salah satu dari sekian banyak aset kripto yang bisa kamu gunakan untuk melakukan staking.
Disclaimer : Metode, angka, teknik, pendapat, saranan atau indikator yang disajikan pada berita ini berasal dari sumber yang tertera, tidak boleh diasumsikan akan menguntungkan dan tidak akan menimbulkan kerugian. Berita ini disampaikan dengan tujuan sebagai bahan edukasi dan informasi, dan bukan merupakan saran investasi. Penulis, penerbit, dan semua afiliasi tidak bertanggung jawab atas hasil transaksi anda.






