IDEANEWSID. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, mempertimbangkan rencana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 Kg.
Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat dan Desa /Sekretaris Tim Koordinasi Pendistribusian Tertutup LPG 3 Kg Kabupaten Purwakarta, Jaya Pranolo mengatakan, kenaikan HET LPG 3 Kg masih dalam tahap kajian dan belum diputuskan.
“Kita menerima usulan kenaikan dari Hiswana Migas,” ujar Jaya melalui jaringan pesan hybrid, Kamis 23 Juni 2022.
Senada, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Purwakarta Nani Mardiani mengatakan, butuh banyak pertimbangan perihal menaikkan HET LPG 3 Kg sebagaimana yang diusulkan oleh Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas).
“Hiswana Migas Purwakarta mengusulkan kenaikan HET LPG 3 Kg dari bulan Maret 2022 lalu. Tapi Bupati Purwakarta masih mempertimbangkan dampaknya,” ujar Nani Mardiani, Kamis 23 Juni 2022.
Kalau dinaikkan, kata Nina, dikhawatirkan akan menimbulkan reaksi berlebih dari berbagai elemen.
Sebaliknya, jika tidak dinaikkan, ditakutkan para pengusaha migas khususnya LPG akan beralih ke luar Purwakarta.
“Kalau para pengusahanya beranjak dari Purwakarta, kemungkinan akan terjadi kelangkaan LPG 3 Kg di sini,” ucap Nani.
Beberapa kabupaten tetangga sudah lebih dulu menaikkan HET LPG 3 Kg. Antara lain Subang, Bandung, Cianjur 1 Juli 2022, dan Karawang menunggu hasil dari Purwakarta.
“Untuk Karawang, karena Hiswana Migasnya ikut ke Purwakarta, statusnya masih nunggu,” ujar Nani.
Adapun besaran yang diusulkan oleh Hiswana Migas mengenai kenaikan HET LPG 3 Kg ini di antaranya, harga dari agen ke pangkalan Rp16.000 per tabung dan dari pangkalan ke masyarakat Rp19.000 per tabung.
“Aspirasi atau usulan dari Hiswana Migas Purwakarta relatif sama dengan kabupaten kota lain. Kita di sini sebagai unsur pemerintah sifatnya hanya memfasilitasi dan melakukan pertimbangan-pertimbangan saja, tidak ada intervensi apapun,” ucap Nani.
Fraksi Demokrat dan Gerindra Tolak Kenaikan HET LPG 3 Kg
Anggota Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta, Amas Mastur mengatakan, fraksinya menolak tegas kenaikan HET gas LPJ 3 Kg.
“Jangan sampai bupati menyetujui wacana kenaikan LPG 3 Kg. Ini akan memberatkan masyarakat,” kata Amas.
Yang saat ini saja, lanjut Amas, dengan HET 16.000/tabung gas 3 kilo saja kontrol ataupun pengawasan harganya tidak jelas, apalagi bila dinaikan HET nya di angka Rp19.000 sampai Rp19.500 per tabung, harga di masyarakat bisa melambung tinggi.
“Pengawasan pemerintah seperti apa?. Harga yang HET-nya Rp16.000 tapi fakta di lapangan rata-rata harganya di atas Rp20.000 per tabung. Bahkan ada yang Rp25.000 per tabung, dibiarkan saja oleh pemerintah daerah. Apalagi kalau HET-nya dinaikkan lagi, harganya pasti tambah mahal,” ucap Amas.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Purwakarta, Zusyef Gunawan mengatakan, fraksiny juga menolak tegas wacana kenaikan harga LPG 3 Kg.
“Jangan buat rakyat tambah sengsara, kalau sampai terjadi kenaikan HET LPG 3 Kg, saya paling depan akan menolak,” kata Zusyef.






