Dapat Hadiah Umrah Gratis dari Danrem 063/SGJ, 12 Prajurit Terbaik Langsung Sujud Syukur

IDEANEWSID. Danrem 063/SGJ Kolonel Inf Dany Rakca S.A.P., M.Han., memberikan hadiah istimewa kepada 12 prajurit terbaik Korem 063/SGJ berupa umrah gratis.

Prosesi penyerahan hadiah umrah gratis tersebut bertepatan dengan Syukuran HUT ke-73 Korem 063/SGJ yang dilaksanakan di Aula Sunan Gunung Jati Korem 063/SGJ, Jl. Brigjen Dharsono By Pass, Kota Cirebon, Kamis (8/12/2022).

Sontak ke-12 prajurit terbaik yang terdiri dari dua anggota DKM Masjid Mifathul Jannah Makorem 063/SGJ dan 10 anggota Babinsa Kodim jajaran Korem 063/SGJ itu, langsung melakukan sujud syukur.

Baca juga:  Sambil Kuliah, Oknum Mahasiswa Ini Nyambi Jualan Narkoba

“Hadiah umrah gratis ini sebagai bentuk apresiasi dan loyalitas Danrem beserta para Dandim kepada prajurit Babinsa dan Bintara DKM atas kinerjanya sepanjang 2022 ini. Reward ini untuk menjadi motivasi bagi prajurit lainnya agar lebih meningkatkan kinerja dan pengabdiannya,” kata Danrem

Dirinya pun berpesan kepada calon jemaah umrah agar senantiasa menggunakan waktunya sebaik mungkin dalam beribadah.

Baca juga:  Petugas Haji Meninggal saat Tugas, Menag Serahkan Santunan BPJamsostek Rp183 Juta

Telusuri Sejarah

“Korem 063/SGJ telah membentuk kelompok kerja penelusuran sejarah satuan jajaran Korem 063/SGJ, dan pembuatan produk sejarah Makorem 063/SGJ. Termasuk, sejarah delapan Kodim di wilayah,” ujarnya.

Produk sejarah ini, kata Danrem, membantu dalam memahami serta mengetahui apa yang pernah terjadi di masa lampau. Sejarah jelas mempunyai fungsi dan kegunaannya bagi kehidupan manusia.

“Secara umum, sejarah berfungsi sebagai sumber pengetahuan dan dapat dijadikan media untuk menelusuri fakta dan peristiwa yang terjadi di masa lalu,” ucap Danrem.

Baca juga:  Jasa Tirta II Teken MoU Dukung Penuh World Water Forum Ke-10 di Bali

Adapun tujuan penulisan sejarah, kata Danrem, adalah memperluas kajian sejarah agar masyarakat dapat memahami masa lampau di Makorem 063/SGJ.

“Juga sejarah delapan Kodim di wilayah, serta memahami sejarah dari sudut pandang lainnya. Seperti dari sudut pandang politik, sosial, ekonomi, budaya, dan lainnya,” kata Danrem. (Red)