Sembilan Tahun Gagal, Guru Asal Purwakarta Ini Buktikan Kegigihan: Lolos Dua Kampus Ternama dan Raih Beasiswa Penuh 2026

BUKAN ALASAN. Mochammad Iyan Sopyana, pria kelahiran Purwakarta, 7 Juni 1993 ini membuktikan bahwa kegagalan beruntun bukanlah alasan untuk mengubur impian.

IDEANEWSID. Kegigihan dan pantang menyerah adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan sosok Mochammad Iyan Sopyana.

Pria kelahiran Purwakarta, 7 Juni 1993 ini membuktikan bahwa kegagalan beruntun bukanlah alasan untuk mengubur impian.

Setelah melewati perjalanan panjang selama sembilan tahun dan berkali-kali gagal, Kang Iyan, sapaan akrabnya, akhirnya berhasil mewujudkan janji kepada almarhum ayahnya untuk melanjutkan studi magister di tahun 2026.

Perjalanan Akademik dan Pengabdian

Sulung dari tiga bersaudara yang tumbuh dari seorang ibu pensiunan guru ini sehari-hari mengabdi sebagai guru Geografi di SMAN Babakancikao, Kabupaten Purwakarta.

Akan tetapi, dedikasinya tidak berhenti di ruang kelas. Aktivitas dan kontribusinya meluas ke berbagai bidang. Di antaranya, sektor ekonomi kreatif dan bisnis.

Kamg Iyan berprofesi sebagai pembawa acara (MC) profesional, mengelola bisnis wedding organizer, serta mendirikan lembaga public speaking de’TALK Academy.

Baca juga:  Dekan Fakultas Psikologi UBP Karawang Raih Penghargaan Atas Pengungkapan Kasus Pelecehan Seksual

Ia juga aktif di berbagai organisasi. Kang Iyan tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komunitas Pembawa Acara (2021–2025) dan Ketua Kompartemen Infokom BPC HIPMI Purwakarta (2022–2025).

Kang Iyan juga menjadi bagian dari BPH Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Purwakarta (2023–2026), serta aktif di MGMP Geografi SMA Kabupaten Purwakarta.

Tak sampai di situ, dirinya aktif dalam pemberdayaan pemuda dengan rutin menjadi narasumber seminar dan pelatihan public speaking serta personal branding, mulai dari tingkat OSIS, dinas pemerintahan daerah, hingga perguruan tinggi seperti UPI dan LP3I.

Kiprahnya di dunia praktisi bahkan mengantarkannya terpilih sebagai Dosen Praktisi dalam program Praktisi Mengajar Kemendiktisaintek pada 2023, menjadikannya satu-satunya guru asal Purwakarta yang meraih kesempatan tersebut.

BERBAGAI BIDANG. Dedikasi Mochammad Iyan Sopyana tidak berhenti di ruang kelas, aktivitas dan kontribusinya meluas ke berbagai bidang.

Mewujudkan Janji Melalui Perjuangan Panjang

Di balik kesibukannya yang padat, Kang Iyan menyimpan janji mendalam kepada almarhum ayahnya yang telah berpulang pada 2021 lalu, yakni melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2).

Baca juga:  DHC BPK 45 Purwakarta Ajak Gen Z Memaknai Hari Pahlawan Lewat Festival Musik

Perjuangan ini penuh ujian tebal. Ia mencatatkan kegagalan seleksi kuliah pada tahun 2017, 2018, 2024, hingga 2025, serta sempat gagal meraih beasiswa pada 2024.

Akan tetapi, kerja keras dan keteguhan hatinya membuahkan hasil manis di tahun 2026. Kang Iyan dinyatakan lolos seleksi di dua universitas ternama sekaligus, yaitu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Tak hanya itu, ia juga berhasil meraih pendanaan penuh melalui Beasiswa Guruku Unpad 2026.

Prinsip Hidup: Menjadi Manusia Bermanfaat

Bagi Kang Iyan, segala raihan, karier, dan pencapaian akademik tersebut bukanlah akhir dari tujuan, melainkan sarana untuk memperluas kebermanfaatan bagi sesama. Ia memegang teguh komitmen untuk terus berbagi dan memberdayakan masyarakat.

Baca juga:  Utamakan Kualitas dan Keilmuan Santri, Baznas Purwakarta Pakai Sistem Baru Seleksi Penerima Beasantri

“Pencapaian ini adalah buah dari keyakinan, usaha tanpa henti, serta restu Ibunda yang tidak pernah putus mendoakan setiap langkah saya,” katanya dalam satu kesempatan.

Akan tetapi, di atas semua itu, lanjutnya, dengan segala pencapaian dan apa yang telah dilakukannya, impian terbesar Kang Iyan adalah ingin menjadi manusia yang bermanfaat.

“Sebagaimana hadis Rasulullah SAW, ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya’,” ujar Kang Iyan.

Kisah Mochammad Iyan Sopyana menjadi pengingat nyata bahwa impian mungkin tertunda, namun tidak akan pernah padam bagi mereka yang terus berusaha, memohon doa restu orang tua, dan mempersembahkan karyanya untuk kemaslahatan orang banyak. (Red)