Bisnis  

Uji Publik KI Pusat 2025, Direksi PJT II Usung Inovasi dan Digitalisasi Pengelolaan SDA guna Penguatan Kualitas Layanan Informasi

TRANSPARANSI. Perum Jasa Tirta (PJT) II menegaskan komitmennya dalam hal transparansi dan peningkatan kualitas layanan informasi publik. Salah satunya ditunjukkan dengan keikutsertaan pada Presentasi Uji Publik Monitoring & Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

IDEANEWSID. Perum Jasa Tirta (PJT) II menegaskan komitmennya dalam hal transparansi dan peningkatan kualitas layanan informasi publik.

Salah satunya ditunjukkan dengan keikutsertaan pada Presentasi Uji Publik Monitoring & Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi (KI) Pusat di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses penilaian resmi di tingkat nasional yang menguji implementasi prinsip keterbukaan, akuntabilitas, serta kualitas layanan informasi pada badan publik.

Direktur Pengembangan Usaha, Dikdik Permadi Yoffana, selaku perwakilan Direksi, memaparkan berbagai inovasi dan strategi perusahaan dalam memperkuat keterbukaan informasi.

Paparan yang disampaikannya itu bertajuk “Kebijakan dan Strategi dalam Memenuhi Hak Akses Masyarakat atas Informasi Publik”.

Dikdik menegaskan, keterbukaan informasi merupakan amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Baca juga:  Hendak Kelola Zakat, UPZ Harus Mengajukan RKAT ke Baznas

Inilah yang menjadi dasar bagi PJT II dalam memberikan layanan informasi yang transparan dan berkualitas kepada masyarakat.

Sistem Informasi Sumber Daya Air

PJT II terus mendorong inovasi dan digitalisasi dalam pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dalam bentuk Sistem Informasi Sumber Daya Air (SISDA).

Adapun SISDA merupakan sebuah sistem informasi yang melingkupi segala hal yang terkait dengan pengelolaan sumber daya air.

Salah satu data yang dapat diakses secara akurat, mudah diakses, dan real-time oleh stakeholder yaitu tinggi muka air.

Informasi tersebut dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data khususnya mitigasi banjir.

Transparansi ini juga memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan pengelolaan SDA yang efisien, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Selain itu, PJT II juga terus berupaya memperkuat budaya transparansi baik secara internal maupun eksternal.

Baca juga:  Jasa Tirta II kenalkan Fungsi Bendungan dan Profesi Insan BUMN di Hari Anak Nasional 2025

Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyempurnaan standar layanan informasi.

Termasuk juga di antaranya, penguatan sistem dokumentasi, serta perluasan kolaborasi dengan pemangku kepentingan.

Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral perusahaan dalam melayani masyarakat.

“PJT II berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi publik, memperkuat budaya transparansi, serta menghadirkan inovasi pelayanan yang akuntabel dan mudah diakses,” kata Dikdik.

Digitalisasi Menjadi Kunci

“Digitalisasi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang responsif, efektif, dan bermanfaat bagi publik,” ujar Dikdik menambahkan.

Keikutsertaan PJT II dalam Uji Publik KI Pusat 2025, sambungnya, diharapkan semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai badan publik yang profesional, terbuka, dan berorientasi pada pelayanan prima.

“Melalui evaluasi resmi ini, PJT II berkesempatan memastikan bahwa seluruh standar keterbukaan informasi berjalan secara efektif dan berkelanjutan,” ucap Dikdik.

Baca juga:  Dukung Penuh Pepeling, Jasa Tirta II Tunjukkan Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan dan Sumber Daya Air

Tak hanya itu, diharapkan juga dapat memperkuat kontribusi dalam tata kelola sumber daya air nasional yang transparan, modern, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Melalui keikutsertaan dalam Uji Publik KI Pusat, PJT II menegaskan harapan besarnya untuk kembali meraih predikat Badan Publik Informatif yang kelima kali,” kata Dikdik.

Capaian tersebut bukan sekadar target penilaian, namun menjadi tolok ukur komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi.

“Juga dalam meningkatkan kualitas layanan informasi publik, serta memastikan seluruh inovasi digital yang dikembangkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Predikat ini juga diharapkan memperkuat reputasi PJT II sebagai BUMN pengelola sumber daya air yang profesional, modern, dan selalu mengedepankan akuntabilitas publik. (Red)