IDEANEWSID. Perum Jasa Tirta (PJT) II terus memperkuat langkah koordinatif dan antisipatif dalam pemenuhan kebutuhan air irigasi guna mendukung keberhasilan Musim Tanam (MT) II 2026.
Hal ini dilakukan dalam upaya menghadapi puncak musim kemarau yang berdasarkan pemutakhiran prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juni 2026 dan diperkirakan sebagian besar terjadi pada Agustus 2026.
Upaya tersebut dilakukan dalam koridor pelaksanaan tugas perusahaan untuk menjaga keberlangsungan aktivitas tanam dan mendukung hasil terbaik produksi pangan nasional.
Sebagai pengelola sumber daya air strategis nasional, PJT II terus memastikan ketersediaan dan distribusi air di Daerah Irigasi (D.I.) Jatiluhur tetap terjaga secara optimal.
Secara rutin setiap dua pekan, PJT II melaksanakan pembahasan bersama Tim Koordinasi Operasi Sumber Daya Air (TKOSDA) yang melibatkan Unit Wilayah I, Unit Wilayah II, Unit Wilayah III, Unit Wilayah IV, serta Unit PLTA.
Keterlibatan seluruh unit wilayah tersebut mencerminkan cakupan layanan D.I. Jatiluhur yang mengairi kawasan pertanian di dataran rendah pantai utara Jawa Barat, meliputi Kabupaten Purwakarta, Karawang, Bekasi, Subang, hingga Indramayu.
Peran Strategis Dukung Swasembada Pangan Nasional
Sebagai salah satu sistem irigasi terbesar di Indonesia, D.I. Jatiluhur memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional dan menjadi urat nadi produksi pangan yang memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Pada Mei 2026, realisasi penyediaan air irigasi di D.I. Jatiluhur mencapai 231,33 meter kubik per detik, melampaui rencana penyediaan (alokasi) sebesar 185,52 meter kubik per detik. Dari total realisasi tersebut, PJT II menyuplai 177,35 meter kubik per detik.
Pasokan tersebut berdasarkan penghitungan untuk melayani Saluran Tarum Barat, Saluran Tarum Utara, Saluran Tarum Timur, serta Sungai Cikao.
Sementara itu, dengan dukungan distribusi air yang dilakukan PJT II, progres aktivitas tanam MT II 2026 hingga Mei 2026 telah mencapai hampir 30 persen dari target seluas 211.541,90 hektare.
Adapun untuk D.I. Selatan Jatiluhur, capaian aktivitas tanam telah mencapai 93 persen dari target seluas 28.099 hektare.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso mengatakan bahwa pengelolaan air yang terencana dan kolaboratif menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama di tengah potensi puncak musim kemarau.
”Ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari ketahanan air. Karena itu, PJT II terus melakukan langkah antisipatif dan pengelolaan yang terukur agar kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan secara optimal,” kata Imam kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, pembahasan rutin bersama TKOSDA menjadi instrumen penting dalam memastikan operasi sumber daya air berjalan adaptif terhadap dinamika iklim dan kebutuhan di lapangan.
”Kami mengedepankan pengelolaan yang terkendali dan berbasis koordinasi. Langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi kemarau panjang sekaligus memastikan petani tetap memperoleh pasokan air yang cukup untuk mendukung produktivitas lahan pertanian,” ujar Imam.
Kontribusi terhadap Keberlanjutan Produksi Pangan Nasional
Ia menambahkan, keberadaan D.I. Jatiluhur memiliki kontribusi yang sangat strategis terhadap keberlanjutan produksi pangan nasional.
”D.I. Jatiluhur bukan sekadar sistem irigasi, tetapi merupakan salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, kami berkomitmen menjaga keandalan pasokan air agar dapat terus mendukung pencapaian swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan ketahanan air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
”PJT II akan terus memastikan pengelolaan sumber daya air dilakukan secara berkelanjutan, adaptif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Dengan ketahanan air yang kuat, stabilitas produksi pangan nasional dapat terus terjaga,” kata Imam. (Red)






