BBPOPT Tegaskan Komitmen Jaga Produksi Pangan Nasional dalam Rakor Strategis di Karawang

IDEANEWSID. Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi bertajuk “Evaluasi dan Percepatan Program Tanaman Pangan”, yang digelar oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan di Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, pada Jumat (11/7/2025) lalu.

Rakor ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi antarunit kerja dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca juga:  Sosialisasi SPI KPK, BBPOPT Teguhkan Komitmen Terhadap Integritas dan Pencegahan Korupsi

Fokus utama pertemuan adalah memastikan program peningkatan produksi pangan berjalan optimal, dengan penekanan pada kolaborasi lintas fungsi serta percepatan pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) dan Luas Tambah Panen (LTP).

Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto dalam arahannya menyampaikan bahwa upaya peningkatan produksi pangan tidak hanya cukup dengan memperluas area tanam.

“Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga hasil panen tetap optimal, salah satunya dengan perlindungan tanaman dari serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Di sinilah peran BBPOPT menjadi sangat vital,” kata Yuris melalui rilisnya, Rabu (20/8/2025).

Baca juga:  Sahabat Muda Anne Ratna Mustika Gelar Lomba Pos Kamling Hybrid

Senada, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menekankan pentingnya kekompakan seluruh jajaran Ditjen Tanaman Pangan, terutama dalam mendorong capaian target LTT di wilayah strategis seperti Pulau Jawa.

“Solidaritas dan kerja sama adalah kunci. Kita harus bergerak sebagai satu kesatuan untuk mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Yudi.

Melalui pendekatan ilmiah dan respons cepat terhadap ancaman organisme pengganggu tumbuhan, BBPOPT terus berkomitmen menjaga stabilitas hasil panen di berbagai daerah.

Baca juga:  Ambu Anne Hadir di Pernikahan Cucu Rois Syuriah PWNU Jabar, Sinyal Dukungan?

“Diharapkan, kegiatan ini menjadi titik balik penguatan koordinasi dan semangat kerja kolektif seluruh elemen pertanian tanaman pangan di Indonesia,” ucapnya. (Red)