Dominasi Bitcoin Mencapai 39,69 % Terhadap Kripto Global

Bitcoin (BTC)/tech.hindustantimes.com

IDEANEWSID. Berdasarkan data dari CoinMarketCap, dominasi Bitcoin saat ini sudah mencapai 39,69 %.

Data diambil pada saat penulisan, Selasa (18/1/2022) pukul 00.36 WIB. Dominasi Bitcoin naik 0,38 di hari ini.

Kemunkinan, jika sentimen pasar membaik, dominasi Bitcoin akan terus naik di hari-hari berbeda. Begitu pun sebaliknya, jika ada sesuatu yang tak terduga, sehingga pasar panik jual, maka Bitcoin akan kembali merosot.

Bagi yang belum mengetahui apa yang dimaksud dengan dominasi Bitcoin, yakni pengaruh Bitcoin terhadap naik turunnya harga dan kapitalisasi pasar cryptocurrency atau mata uang kripto dari hari ke hari.

Baca juga:  PLN Kembangkan Biomassa di Tasikmalaya: Dikelola Masyarakat, Didukung Pemerintah

Makanya, trader-trader pro, mereka akan memulai trading manakala melihat sinyal beli yang ditunjukkan oleh grafik pasar Bitcoin.

Pada saat penulisan, harga Bitcoin Rp604.281.047,73 menurun 3,39 %. Penurunan harga Bitcoin sudah menyebabkan aset-aset kripto yang lain juga ikut menurun.

Data CoinMarketCap, perhari ini, cryptocurrency secara global mengalami penurunan sebesar 3,51 %.

Baca juga:  Sepekan, Harga Bitcoin Turun 2,92 Persen

Soal Bitcoin, CEO Indodax Oscar Darmawan sempat mengatakan, di tahun ini Bitcoin menjadi semakin mainstream. Apalagi, setelah adanya pergerakan dari negara El Salvador yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, ia memperkirakan ada negara lainnya yang menyusul.

“Dulu negara belum pernah sama sekali mempertimbangkan Bitcoin sebagai devisa. Namun di tahun ini, negara El Salvador yang kabarnya nantinya juga akan diikuti oleh negara Amerika Selatan lainnya yang selama ini terikat dengan Dollar USD mempertimbangkan Bitcoin sebagai devisa negaranya,” kata Oscar Darmawan.

Baca juga:  Bitcoin Bisa Ganggu Stabilitas Pasar Keuangan Global

Oscar melihat orang awam yang biasanya tidak tahu apa itu bitcoin, menjadi mulai mendengar dan mulai aware soal bitcoin. Tidak hanya itu, Bitcoin pun juga sudah digunakan sebagai devisa negara dan juga masuknya institusi investor.

DISCLAIMER: investasi cryptocurrency memiliki resiko yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan analisa fundamental saat hendak bertransaksi aset crypto.