Pendampingan Penguatan Lembaga Keagamaan Sebagai Institusi Sociopreneur Dalam Mengembangkan Wisata Religi Melalui Analisis Iceberg”

IDEANEWSID. Pada 27 Juli, Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Timur menyelenggarakan pendampingan penguatan Lembaga Keagamaan Sebagai Institusi Sociopreneur Dalam Mengembangkan Wisata Religi Melalui Analisis Iceberg. Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 dai dan daiyah dari berbagai MUI kecamatan di Jakarta Timur.

Amaliyah sebagai narasumber menjelaskan “Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk menguatkan peran lembaga keagamaan tidak hanya pada permasalahan keagamaan tapi juga sosial”.

Baca juga:  KCD Wilayah IV Disdik Jabar Apresiasi Polres Subang yang Getol Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada Pelajar SMA

Penyelesain pemasalahan konflik kegamaan dan juga masalah sosial seperti pengentasan kemiskinan, pengembangan lapangan pekerjaan, misalnya wisata religi.

Menuntut para dai dan daiyah untuk  proaktif  dalam penyelesaian masalah tersebut.

Salah satu hal yang harus dimiliki oleh dai dan daiyah selain wawasan pengetahuan agama yang luas, sikap peduli sosial yang dikuatkan dengan kepemilikan skill yakni dai dan daiyah harus update dengan metode dalam penyelesaian masalah tersebut.

Baca juga:  Memaknai Harkitnas 2025, Wakil Bupati Purwakarta: Momen Memotivasi Diri

Salah satunya adalah mengetahui, dan menerapkan metode “Ice Berg” dengan langkah-langkahnya meliputi tahap awal “kenali dulu masalahnya”, selidiki kebenaran masalah itu, tahap dua mencari  penyebab masalah itu tejadi.

Pola dari masalah tersebut seperti apa”, tahap ketiga “kenali sturktur/sistem sampai pola tersebut muncul atau terjadi” tahap keempat “ mengetahu model mental, yakni bagaimana, pikiran, sikap dan kebiasaan sehingaga pila ddan sistem itu terjadi.

Baca juga:  Foko Purnawirawan dan 100 Akademisi di Perguruan Tinggi Berdiskusi Tentang Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila di UBP Karawang

Tahap kelima adalah mengidentifikasi, menganailisis setiap tindakan, kebiasaan, pandangan/pemikiran yang sudah dilakukan dampaknya bagaimana dan solusi yang tepatnya seperti apa hingga permasalahan dapat diselesaikan secara tuntas.