Indonesia Darurat Sampah, Dosen UNJ Ajak Karang Taruna Terapkan Zero Waste

IDEANEWSID. Sampah menjadi salah satu penyumbang permasalahan terbesar di Indonesia. Indonesia menempati urutan kelima sebagai penghasil sampah plastik di dunia. Sampah plastik ini menjadi penyumbang utama dalam pencemaran lingkungan.

Penuhnya kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi penanda bahwa Indonesia sudah darurat sampah, pengelolaan sampah dalam titik kritis.

Minimnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah, membuat Suci Nurpratiwi, M.Pd., dosen Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui edukasi dan ajakan dalam menerapkan gaya hidup zero waste kepada generasi muda karang taruna RW 06 Kelurahan Bukit Duri. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 28 Juli 2024 di sekretariat karang taruna RW 06 Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Suci, dilanjutkan sambutan oleh ketua karang taruna, Meidina. Dalam sambutannya, Meidina menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat dibutuhkan untuk mengajak generasi muda tentang pentingnya menjaga lingkungan yang diawali melalui kesadaran pada diri masing-masing terlebih dahulu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Suci Nurpratiwi, M.Pd. selaku narasumber tentang pentingnya zero waste dan langkah yang perlu dilakukan oleh karang taruna melalui program-programnya.

Baca juga:  UPI Purwakarta Ajak Anak-Anak di Desa Bojong Timur Belajar Geometri dari Alam Lewat Program "Matematika Outdoor”

Selain mengajak karang taruna menerapkan praktik zero waste, Suci juga mengenalkan konsep green living untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Green living dapat diterapkan melalui zero waste, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, beralih ke energi terbarukan, dan meningkatkan penghijauan lingkungan sebagai langkah konkret untuk memperbaiki kualitas udara. Dalam paparannya, menurut Suci, prinsip green living harus bisa tertanam pada diri setiap orang, terutama pada generasi muda. Bukan berdasarkan Fear of Missing Out (FOMO) semata, melainkan karena kita betul-betul peduli pada kondisi bumi kita.

“Jangan sampai kita menerapkan green living karena ingin terlihat keren atau ingin seperti orang lain. Tapi harus benar-benar kita sadari bahwasanya prinsip green living ini bisa membuat bumi kita bertahan lebih lama, sehingga anak, cucu, bahkan cicit kita juga bisa menikmatinya,” ujar Suci.

Baca juga:  Indosat Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Workshop Literasi Digital GenSi

Materi berikutnya dipaparkan oleh narasumber kedua yaitu Prima Yustitia Nurul Islami, M.Si., selaku Founder dari Askara Cendekia, organisasi yang concern terhadap isu lingkungan. Prima menuturkan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjalankan prinsip green living ini adalah dengan menerapkan zero waste.

“Zero waste itu merupakan sebuah konsep yang mengajak kita untuk menggunakan produk sekali pakai dengan lebih bijak guna mengurangi jumlah dan dampak buruk dari sampah,” jelas Prima.

Sesaat setelah menjelaskan materi, Prima membagikan tiga macam leaflet kepada peserta yang berisi tentang cara pemilahan sampah, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengolahan sampah plastik. Peserta sangat antusias untuk mempelajari leaflet tersebut.

Baca juga:  Pj Bupati Purwakarta Tegaskan Netralitas ASN pada Pemilu dan Pilkada 2024

Setelah penyampaian materi, dilakukan tanya jawab dari peserta. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi pengurus karang taruna untuk merumuskan upaya karang taruna dalam penerapan zero waste dan peduli lingkungan.

“Ya, insyaAllah kami akan memulai dengan membuat pupuk organik dari kotoran kambing dan sisa sayuran atau buah-buahan dari pasar, kemudian kami akan melakukan upaya pembersihan sungai sebagai bentuk wujud peduli terhadap lingkungan” ucap Meidina, ketua karang taruna dalam paparan hasil diskusi.

Di akhir kegiatan, Suci berpesan agar peserta sebagai pengurus karang taruna dapat terus berupaya dalam melestarikan lingkungan dengan melakukan hal-hal positif yang berarti untuk masyarakat,

“Keterlibatan karang taruna dalam melestarikan alam sangatlah penting dan sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan lingkungan, kini dan yang akan datang,” pungkasnya.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian sertifikat dan foto bersama.