IDEANEWSID. BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek resmi merilis Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program (LK-LPP) Auditan Tahun 2023.
LK-LPP yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan kembali sukses mengantongi opini WTM (Wajar Tanpa Modifikasian). Laporan tersebut juga dinyatakan sesuai dengan Peraturan Presiden No. 108/2013.
Ketua Dewan Pengawas BPJamsostek Muhammad Zuhri mengapresiasi hasil audit yang menurutnya tak lepas dari komitmen dan konsistensi dalam mengawal proses audit dengan baik.
“Predikat WTM yang diperoleh ini menjadi bukti bahwa Laporan Keuangan dan Laporan Pengelolaan Program BPJS Ketenagakerjaan telah disajikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Zuhri melalui rilisnya, Rabu (10/7/2024).
Dewan Pengawas juga, kata Zuhri, senantiasa mendorong melalui saran, nasihat dan pertimbangan kepada Direksi dan manajemen untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas layanan.
Termasuk, optimalisasi yield investasi dan khususnya peningkatan coverage kepesertaan,” ujar Zuhri menambahkan.
Sementara itu Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam keterangan tertulisnya menyebut publikasi laporan merupakan bagian dari transparansi dan akuntabilitas.
“Publikasi laporan ini merupakan bagian dari tanggung jawab dan keterbukaan informasi kepada publik, sekaligus menjadi bukti pengelolaan dana yang bersih, akuntabel dan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku,” ucap Anggoro.
Catat Pertumbuhan Baik
Sepanjang 2023, BPJamsostek berhasil mencatatkan pertumbuhan kepesertaan yang baik, di mana sektor Pekerja Non-ASN, pekerja rentan serta pekerja di ekosistem desa menjadi sektor penyumbang kepesertaan terbesar.
“Jika di akumulasi jumlahnya mencapai 14,5 juta peserta atau tumbuh 44,96 persen dibandingkan 2022,” kata Anggoro.
Sehingga, lanjutnya, secara keseluruhan jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di pengujung 2023 menembus angka 41,56 juta.
Pertumbuhan tersebut merupakan buah sinergi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai Inpres No. 2/2021.
Dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan yang turut mengalami kenaikan sebesar 13,48 persen. Tercatat hingga 31 Desember 2023 angkanya mencapai Rp712,3 triliun.
Anggoro menyebut dana pekerja dikelola dan dikembangkan dengan prinsip kehati-hatian guna memberikan hasil pengembangan yang optimal.
Bahkan BPJamsostek memperoleh pengakuan di kancah internasional sebagai “highly commended Top Investment House” dan “The Most Astute Investors in Asian Local Currency Bonds 2023″ dari The Assets.
Dari segi pembayaran manfaat, sepanjang 2023 BPJamsostek membayarkan 4,58 juta klaim senilai Rp53,51 triliun, didalamnya termasuk manfaat beasiswa senilai Rp346 miliar untuk 91.050 kasus.
Jumlah klaim tersebut mengalami peningkatan yang didasari pada kenaikan yang signifikan dibanding tahun lalu pada pembayaran manfaat JKP yang memasuki implementasi tahun kedua, pembayaran manfaat pensiun dan beasiswa yang terus bergulir.
“Manfaat beasiswa merupakan salah satu bentuk jaminan dari negara melalui BPJS Ketenagakerjaan agar para generasi muda tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak pasca ditinggal orang tuanya,” ujar Anggoro.
Dengan demikian, kata dia, diharapkan dapat membentuk SDM unggul sebagai pekerja yang Kerja Keras Bebas Cemas menuju Indonesia Emas 2045.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, BPJamsostek menghadirkan desain baru di seluruh kantor cabang, optimalisasi Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).
BPJamsostek juga bekerja sama dengan 7.104 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dan membuka 64 kanal layanan khusus PMI di dalam negeri serta tiga kanal representasi di Taiwan, Korea Selatan, dan Brunei Darussalam.
Untuk layanan informasi, BPJS Ketenagakerjaan memiliki contact center 175 yang dapat diakses dengan mudah, di mana dan kapan saja.
Di akhir keterangannya, Anggoro berharap ke depan kolaborasi dan sinergi yang telah terbangun dengan baik dapat terus ditingkatkan sehingga cakupan kepesertaan dapat kian tumbuh secara berkelanjutan (sustainable growth).
Anggoro berharap beragam capaian dan prestasi ini dapat menjadi modal berharga untuk mengakselerasi upaya perluasan cakupan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Dengan demikian Perlindungan Pekerja Sejahtera dan Universal Coverage Jamsostek dapat segera terwujud,” ucap Anggoro.
Menjadi Motivasi
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Purwakarta Wira Sirait menyebutkan, raihan prestasi BPJamsostek menjadi motivasi bagi seluruh kantor cabang BPJamsostek di daerah, tak terkecuali di Purwakarta.
“Kami juga terus mengampanyekan Kerja Keras Bebas Cemas menuju Indonesia Emas 2045. Termasuk gencar menyosialisasikan penggunaan JMO yang semakin memudahkan para peserta BPJamsostek dalam mengakses berbagai layanan,” kata Wira.
Lebih lanjut Wira menyebutkan, seluruh layanan BPJamsostek merupakan bukti hadirnya negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. “Khususnya bagi masyarakat pekerja, baik formal maupun informal atau bukan penerima upah,” ujarnya. (Red)






