IDEANEWSID. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Sri Rahayu Agustina, S.H., menyebutkan jika lahan yang digunakan untuk membangun SMKN Darangdan rawan longsor.
Hal ini disampaikan Sri usai berkunjung dan mengecek langsung kondisi SMKN Darangdan di Jalan Desa Pasirangin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Kamis (15/2/2024).
“Kondisi di lahannya memang sangat rawan longsor dan harus disegerakan dibangun TPT (tembok penahan tanah, red). Karena jika tidak, kemungkinan di musim penghujan akan rawan longsor,” kata Sri melalui rilisnya, Jumat (16/2/2024).
Kalau fisik bangunan, sambungnya, memang tidak ada persoalan. “Akan tetapi lahannya ini kan rawan longsor malah dibuat bangunan sekolah dan dibangunnya tanpa TPT,” ujarnya menambahkan.
Untuk diketahui, SMKN Darangdan selesai dibangun dengan sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2023 senilai Rp5,1 miliar. Sekolah ini mengalami retak akibat longsor tebing bagian samping ruang kelas.
Diyakini, jika tidak segera ditangani dengan membangun TPT dikhawatirkan longsor tersebut akan semakin meluas, terlebih di musim penghujan seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
Adapun, kunjungan ke SMKN Darangdan tersebut merupakan bagian dari kegiatan kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Purwakarta.
Lahan SMAN Pondoksalam
Sebelum mengecek kondisi SMKN Darangdan, terlebih dahulu dilakukan pembahasan tentang persiapan lahan untuk pembangunan SMAN Pondoksalam dengan Penjabat (Pj) Bupati Purwakarta Benni Irwan.
Turut hadir dalam pembahasan tersebut jajaran Komisi V DPRD Provinsi Jabar, Kadisdik Jabar Wahyu Mijaya, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat Budi Hermawan, dan Sekda Purwakarta Norman Nugraha.
“Agenda kunker juga membahas tentang persiapan lahan hibah oleh Pemkab Purwakarta untuk pembangunan SMAN Pondoksalam,” ucap anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar ini.
Menurut dia, berkaitan dengan perencanaan SMAN Pondoksalam bukan saja harus memikirkan persoalan persiapan membangun gedung sekolah saja, namun juga harus mempertimbangkan dengan mempersiapkan lahan secara matang.
Berkaitan dengan persiapan lahan, lanjut Sri, Pemkab Purwakarta berencana akan menghibahkan lahan yang luasnya kurang lebih 10 ribu meter persegi di wilayah Pondoksalam.
“Komisi V sebatas menekankan agar Pemkab Purwakarta segera menerbitkan surat penunjukan terkait lahan yang akan dihibahkan yang nantinya akan dibangun ruang kelas SMAN Pondoksalam,” katanya.
Sri mengungkapkan jika pihaknya belum membahas soal anggaran. “Akan tetapi estimasi kalau enam ruang kelas baru dari DAK ada di kisaran Rp2,5 miliar,” ujar Sri. (Red)






