KKN Inovatif, Mahasiswa UBP Karawang Digitalisasi Pemasaran Keripik Tempe di Desa Kalidungjaya

IDEANEWSID. Sekelompok Mahasiswa dari Universitas Buana Perjuangan atau UBP Karawang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sepanjang Juli 2022 ini.

Di mana, salah satu agendanya adalah menggelar sosialisasi dengan tema “Inovasi dan Digitalisasi UMKM Menuju Masyarakat Mandiri”.

Perwakilan Mahasiswa KKN UBP, Adi Firman Siregar menyebutkan, sosialisasi tersebut menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kalidungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Bahasan utama sosialisasi ini adalah inovasi produk dan digitalisasi marketing. Yakni, mengembangkan produk yang sudah ada dengan sentuhan kreativitas sehingga memiliki nilai jual lebih,” kata Adi kepada wartawan saat dihubungi melalui gawainya, Jumat (29/7/2022).

Adapun, dari sisi pemasaran, sambungnya, para pelaku UMKM diajak dan dilatih untuk memanfaatkan teknologi informasi, termasuk di dalamnya memaksimalkan media sosial sebagai alat pemasaran.

Baca juga:  Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara Pulihkan 250 Hektare Lahan Petani di Pakis Jaya Karawang

“Sehingga, tujuan dari kegiatan ini, yakni untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya UMKM yang dapat memberikan kontribusi dan meningkatkan perekonomian warga, bisa tercapai,” ujarnya.

Inovasi Produk

Adi menjelaskan, inovasi yang bisa diterapkan yaitu produksi tempe milik salah seorang warga. Di mana, pihaknya membantu seorang produsen tempe rumahan, Bapak Lukman, yang merupakan warga setempat.

“Tempe yang diproduksinya itu akan diinovasikan menjadi keripik tempe berbagai varian rasa sehingga dapat menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi,” ucap Adi.

Disebutkannya, salah satu kendala yang kerap dialami Bapak Lukman adalah dalam pemasaran produk. Sementara, di sisi lain, dirinya kurang memahami cara kerja atau strategi pemasaran secara daring.

Baca juga:  Musda VI DPD PKS Karawang: Konsolidasi, Sinergi, dan Pelayanan untuk Karawang

“Inilah yang menjadikan kami begitu optimis dan lebih termotivasi dalam melaksanakan KKN ini. Kami mengajak sekaligus melatih para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi,” kata Adi.

Termasuk, dalam memberikan strategi yang akan diterapkan dalam melaksanakan konsep digitalisasi marketing guna mendukung UMKM di Desa Kalidungjaya.

Dukungan yang diberikan, kata Adi, berupa teknologi digital marketing melalui internet, seperti E-Commerce dan social media.

Penggunaan aplikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan penjualan serta penghasilan yang akan diperoleh UMKM dari produksi keripik tempe tersebut.

“Dalam memasarkan produk, baik secara luring maupun daring, strategi pemasaran tetaplah suatu hal yang penting. Dengan strategi yang tepat, penjualan produk akan semakin bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Baca juga:  Di Depan Ribuan Emak-Emak di Bojong, Ambu Anne Sampaikan Komitmen Tingkatkan Agrowisata dan Agroindustri

Adapun strategi yang dilakukan, lanjut Adi, di antaranya seperti membuat akun marketplace (shopee) dan Instagram khusus untuk memasarkan produk.

“Kemudian, mendesain produk menarik untuk diposting dan mempromosikan hasil desain produk yang berguna untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan daya jual,” ucapnya.

Selain mudah digunakan, kata Adi, marketplace tersebut memberikan rasa aman bagi pelaku UMKM dalam hal pembayaran.

“Karena marketplace tersebut akan mentransfer jumlah uang yang dibayarkan dari konsumen ketika produk mereka telah sampai ke tangan ke konsumen,” katanya. (Red)