Kakang Prabu Minta Kapolri Segera Jelaskan Isu Anggota Densus 88 Buntuti Jampidsus Kejagung

KGP Ramlan Samsuri S.E., CLA., atau Kakang Prabu.

IDEANEWSID. Publik dibuat geger dengan viralnya narasi di media sosial tentang isu anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang membuntuti Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung).

KGP Ramlan Samsuri S.E., CLA., atau yang akrab disapa Kakang Prabu dari Lembaga Dinasti Kaluhuran Galuh Pakuan Padjadjaran (KGPP) The Big Family of Nusantara pun menyampaikan tanggapannya. Dirinya dengan tegas meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penjelasan soal isu tersebut.

“Seluruh anggota kepolisian, termasuk anggota Densus 88, tidak mungkin bergerak atas inisiatif sendiri, pasti ada yang memerintahkan. Karenanya, Kapolri harus segera menjelaskannya. Ada apa ini sebenarnya?” kata Kakang Prabu kepada wartawan saat dikonfirmasi, Sabtu (25/5/2024).

Baca juga:  Politisi PPP Kakang Prabu Konsisten Gaungkan Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara

Jangan sampai, sambungnya, publik dibuat bertanya-tanya bahkan sampai menduga-duga dan berspekulasi. Apabila hal ini dibiarkan, kata Kakang Prabu, isunya akan semakin liar dan terjadi kegaduhan di masyarakat.

“Masyarakat awam akan dengan mudah menilai jika Densus 88 ini tugasnya adalah menanggulangi aksi teroris. Lalu apakah Jampidsus ini ada kaitannya dengan teroris? Hal-hal atau isu-isu liar seperti ini yang akan terus berkembang jika Kapolri tidak segera menyampaikan penjelasannya,” ujar Kakang Prabu.

Baca juga:  Tokoh Klungkung dan Kaluhuran Galuh Pakuan Padjadjaran Berkomitmen Sukseskan KTT WWF Ke-10 di Bali

Lebih lanjut Kakang Prabu mengingatkan, jangan sampai personifikasi cicak vs buaya terulang. “Dulu diibaratkan KPK itu cicak dan buaya itu Kepolisian. Jangan sampai hal ini terulang,” ucapnya.

Sebelumnya ramai diberitakan Jampidsus Kejagung Febrie Ardiansyah diduga dibuntuti oleh anggota Densus 88 di sebuah restoran Perancis di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Minggu (19/5/2024).

Baca juga:  Kakang Prabu: Pemimpin Kuningan Jas Merah maka Bisa Jadi Mercusuar Dunia dan Menyongsong Indonesia Emas 2045

Disebutkan, ada dua anggota Densus 88 yang membuntuti Febrie. Aksi kedua anggota Densus 88 tersebut diketahui oleh Polisi Militer (PM) yang ditugaskan mengawal Febrie sejak Kejagung mengusut kasus korupsi timah senilai Rp271 triliun.

“Terkait kasus timah ini, ada juga isu yang menyangkut tim sukses salah satu pasangan capres-cawapres kemarin. Adapun saat ini pemilu sudah selesai, karenanya isu ini pun harus segera diluruskan, jangan sampai terjadi kegaduhan di masyarakat,” kata Kakang Prabu menutup.(Red)