Bisnis  

Indosat Business Dampingi Hampir 100 UMKM Bandung untuk #BeraniJadiBesar pada IDE Roadshow

IDE ROADSHOW. Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui Indosat Business menggelar IDE Roadshow Bandung yang diikuti hampir 100 UMKM.

IDEANEWSID. Pasca-merilis platform digital untuk bisnis UMKM bernama Indosat Digital Ecosystem (IDE) pada pertengahan Oktober lalu, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui Indosat Business mengimplementasikan inisiatif ini dengan menggelar IDE Roadshow Bandung, di Hotel Holiday Inn Bandung (17/11/2022) lalu.

Seminar bisnis yang ditujukan bagi para pelaku UMKM di Kota Kembang ini merupakan roadshow pembuka yang mengangkat tema “Bisnis Lokal Juga Bisa Jadi Lebih Besar”.

Seminar ini menghadirkan Founder Maicih Indonesia Reza Nurhilman sebagai Business Coach, SVP Head of B2B SMB IOH Widirianto Hendro Trilaksono, VP-Product Owner SMB IOH Pravityo Yuliandika, dan Enterpreneur Perry Tristianto owner De Ranch & Floating Market Lembang.

Seminar ini juga berhasil menarik 95 peserta UMKM Bandung dari berbagai bidang usaha. Mulai dari makanan, fesyen, kerajinan tangan, jasa kreatif digital, properti, hingga start up.

Baca juga:  Gegara Perbup No. 155 Tahun 2019, Komisi IV DPRD Karawang Studi Banding ke Baznas Purwakarta

“Platform IDE lahir dengan semangat agar para pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya lewat proses digitalisasi yang solusinya sudah kami siapkan di beberapa fitur IDE. Ini juga untuk menjawab masalah di skala ekonomi apapun, termasuk bagi pengusaha mikro. Jadi mari bersama IOH #BeraniJadiBesar,” kata Widirianto Hendro Trilaksono melalui rilisnya, Jumat (25/11/2022).

Pada kesempatan yang sama, Reza Nurhilman yang menjadi Business Coach menyampaikan bahwa UMKM adalah pilar penting bagi perekonomian nasional. Yakni, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8,5 triliun dan mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja di tanah air.

“COVID-19 telah mengubah pola konsumsi barang dan jasa dari offline ke online, yang memaksa kita harus segera beradaptasi melakukan transformasi digital,” ujar Reza Nurhilman.

Baca juga:  Harpelnas 2023, Indosat Berikan Ketulusan Tanpa Akhir

Kini, sambungnya, pelaku UMKM tidak hanya bersaing secara offline, namun juga harus gencar merancang strategi yang tepat di media online. “Sehingga, bisa memenangkan kompetisi bisnis, di mana data seperti tren kebutuhan konsumen menjadi kunci utama,” ucapnya.

Pandai Membaca Market

Perry Tristianto owner De Ranch & Floating Market Lembang pun mengamini hal tersebut. “Saat ini saya menjalankan 27 Factory Outlet, dua tempat kuliner, dan beberapa tempat wisata yang tersebar di Bandung,” katanya.

Era digital seperti sekarang, kata Perry, membuat pelaku usaha harus pandai membaca market, trend terkini, demand vs supply gap, sampai tools untuk mempermudah operasional.

“Tujuannya adalah agar kita tetap relevan dengan kebutuhan pasar. Fitur-fitur pada platform IDE sejauh ini sudah membantu saya menjalankan bisnis dengan lebih baik. Karena saya mendapat hyperlocal-insight, literasi digital, dan pasar untuk mengakses produk teknologi dalam satu platform,” ujarnya.

Baca juga:  Kembangkan Budidaya Melon di Jabar, Bank bjb dan Pemprov Jabar Kunker ke Farm Hill di Surakarta

Sebagai informasi, platform IDE menyediakan tiga fitur yang ditawarkan untuk pelaku UMKM, yaitu IDE Advisory yang menyediakan data pemetaan konsumen, info pasar, hingga sektor yang sedang hangat.

Kemudian, IDE Academy yang memungkinkan pelaku UMKM mengakses video pelatihan peningkatan kapasitas dan kemampuan. Terakhir, IDE Marketspace sebagai tempat pertemuan UMKM dengan stakeholder bisnis lain seperti konsumen, vendor, hingga supplier.

Pada prinsipnya, IDE menyasar semua kelas pengusaha UMKM karena layanan yang ditawarkan dapat menyelesaikan masalah di skala ekonomi apapun. Solusi enterprise ini tersedia dalam harga yang terjangkau, termasuk bagi pengusaha mikro, platform ini juga untuk saling berkolaborasi satu sama lain. (Red)