IM3 Hadirkan Kolaborasi Terbaru lewat Collabonation X dengan Seniman Lintas Genre Indonesia

IDEANEWSID. IM3 kembali menghadirkan inisiatif terbaru melalui Collabonation X sebagai medium kolaborasi yang mempertemukan seni multidisiplin untuk bereksperimen menghasilkan karya penuh makna dan berbeda dari kolaborasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Collabonation X ini akan dihadirkan dalam dua episode dengan menghadirkan karya kolaborasi dari beragam kolaborator lintas seni.

Para kolaborator akan menghasilkan karya yang belum pernah ada sebelumnya sehingga memberikan pengalaman yang lebih eksperimental, baik untuk kolaborator maupun audiens yang menyaksikan.

Collabonation X episode perdana ini akan ditayangkan pada screening eksklusif di Mitra Hadiprana Boutique Mall, Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Pada Collabonation X, IM3 melibatkan Lomba Sihir, SambaSunda, Majelis Lidah Berduri sebagai perwakilan musisi, Teater Garasi dari seni peran, serta Hebrew Fransa atau dikenal sebagai Mas Bruh yang mewakili dari visual artist.

Bukti Dukungan

Sejalan dengan kegiatan Collabonation lainnya, Collabonation X juga menjadi bukti dukungan IM3 kepada pelaku seni dan pegiat kreatif dari berbagai disiplin dan latar belakang untuk dapat mewujudkan visi dengan bereksperimen dalam berkolaborasi.

Serta, memungkinkan audiens di seluruh Indonesia untuk merasakan pengalaman baru menikmati karya kolaborasi audio visual.

SVP-Head of Brand Management & Strategy IM3 Fahroni Arifin menyampaikan, Collabonation X hadir sebagai inovasi yang semakin membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku seni dan industri kreatif.

Baca juga:  Serunya Silaturahmi, IM3 Hadirkan Sensasi Ramadan Freedom Internet

“Kolaborasi perdana yang dihadirkan Collabonation X penuh dengan eksperimen berbagai hal baru yang dilakukan oleh pelaku seni lintas disiplin dan musisi lintas genre, sehingga menghasilkan karya yang belum pernah ada sebelumnya,” kata Fahroni lewat rilisnya, Jumat (16/6/2023).

Dengan semangat Empowering Indonesian Youth, pihaknya yakin Collabonation X dapat menginspirasi generasi muda untuk semakin membuka perspektifnya dalam berkolaborasi. “Yakni, untuk bisa menghasilkan lebih banyak karya lainnya yang tidak terduga,” ujarnya.

Kolaborasi perdana dari Collabonation X dimulai dengan eksperimen antara Lomba Sihir, yang merupakan musisi dengan genre pop alternatif dan memiliki ragam lagu hitsnya seperti Hati dan Paru-Paru, Mungkin Takut Perubahan, serta Polusi Cahaya.

Ini, disandingkan dengan SambaSunda, grup musik tradisional asal Bandung yang gaya musiknya banyak dipengaruhi oleh budaya musik tradisi suku Sunda seperti Gamelan dan Degung Sunda.

Kolaborasi yang bertujuan menghasilkan karya audio visual ini semakin diperkuat dengan bergabungnya kolaborator dari sisi visual, yaitu Hebrew Fransa yang lebih dikenal dengan Mas Bruh.

Baca juga:  Kodim 0619, Pemda Purwakarta, dan HRD Sinkronisasi Program, Salah Satunya Bahas CSR

Hebrew Fransa merupakan seorang visual artist yang pernah menghasilkan karya 3D-nya bersama dengan Glass Animals dalam AR (Augmented Reality) Filter di Instagram dan karya mixed media artwork untuk Synchronize Fest.

Karya visual menjadi elemen penting dalam pembuatan suatu karya musik. Selain menjadi bentuk ekspresi dari lagu tersebut, visual juga dapat digunakan sebagai komunikasi untuk menyampaikan pesan yang tertuang di dalamnya.

Elemen Visual

Baskara Putra, salah satu personel Lomba Sihir yang turut dalam karya eksperimental ini, mengatakan elemen visual, baik dari album art maupun video clip menjadi bagian yang sangat signifikan dari sebuah karya musik.

“Karena visual yang kuat pasti mampu mengamplifikasikan lagunya. Inilah yang menjadikan proses kolaborasi di Collabonation X menjadi sebuah eksperimen yang sangat seru bagi kami para pelaku seni,” ucap Baskara.

Melalui kolaborasi yang diwadahi IM3 ini, Lomba Sihir, SambaSunda, dan Hebrew Frasa bereksperimen membawakan karya dan menonjolkan ciri khas masing-masing dari mereka.

Lagu-lagu hasil karya Lomba Sihir ini diaransemen ulang dengan diiringi instrumen musik tradisional dari SambaSunda dan dilengkapi dengan karya visual 3D dari Mas Bruh yang menampilkan konsep full mix media pada setiap lagu yang dibawakan.

Baca juga:  Indosat Berkah Ramadan, IM3 Rangkul Generation Gap, Tri Ajak Sedekah Kuota

Salah satunya yaitu melalui lagu kolaborasi ‘Mungkin Takut Perubahan’ dengan visual full cityscape Jakarta, sehingga menghasilkan kolaborasi baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Ismet Ruchimat, Komposer dan Pendiri SambaSunda juga turut menyampaikan, dirinya melihat bahwa kolaborasi merupakan sebuah silaturahmi budaya, di mana ruang kreatif saat ini harus dipenuhi dengan cara berpikir kebersamaan.

“Semangat ini menjadi landasan dari Collabonation X untuk menghasilkan karya yang menitikberatkan pada sesuatu yang berbeda dari biasanya. Harapannya melalui kolaborasi eksperimental ini dapat membawa fase industri musik dalam babak baru,” kata Ismet.

Dengan kolaborasi ini, Collabonation X juga menunjukkan bahwa musik tradisional dapat dipadukan dengan musik modern seperti yang dihadirkan pada kolaborasi ini melalui musik alternatif pop. Sekaligus memperlihatkan bahwa masih banyak anak muda yang turut berpartisipasi dalam melestarikan musik tradisional.

Selain ditayangkan perdana pada screening eksklusif, 2 episode karya audio visual dari Collabonation X ini juga dapat dinikmati secara online di YouTube IM3. Ikuti setiap update terbaru mengenai Collabonation X dan IM3 di akun Instagram @indosatim3! (Red)