Generasi Muda Indonesia Wajib Ikut Kompetisi Global

Wakil Presiden atau Wapres Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin/IDEANEWSID-YUSUF STEFANUS/

IDEANEWSID. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang kian deras, berbagai tantangan dan peluang baru perlu disikapi dengan cara yang tidak biasa.

Melalui kemampuan teoretis dan praktis di lapangan, pemuda Indonesia tanpa kecuali generasi muda muslimnya, diharapkan dapat berkompetisi global sebagai pelaku yang memberikan teladan, bukan hanya sekedar menjadi penonton.

“Pemuda-pemudi Islam Indonesia harus menjadi role model bagi generasi muslim dunia, yaitu generasi muda muslim yang moderat, toleran, berdaya saing global, dan maju,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri secara daring Wisuda VIII Institut Agama Islam Bani Fattah (IAIBAFA) Jombang Tahun Akademik 2021/2022, dari Kediaman Resmi Wapres Jakarta.

Baca juga:  Artis Dorce Gamalama Tutup Usia

Wapres juga menguraikan sejumlah poin yang perlu diperhatikan generasi muda dalam berkiprah di masyarakat. Poin pertama yang ditekankan Wapres bahwa nilai-nilai toleransi harus dipegang sebagai kunci kehidupan harmonis bangsa Indonesia di tengah pluralitasnya.

“Oleh karena itu, nilai ini harus terus Saudara implementasikan dalam kehidupan Saudara. Jangan tinggalkan nilai-nilai kebangsaan kita, karena itulah jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” urai Wapres.

Baca juga:  Jokowi Groundbreaking Kantor BPJamsostek di IKN, Padukan Unsur Alam, Budaya dan Manusia

Wapres menambahkan, perkembangan global perlu dipelajari dalam merumuskan suatu kebijakan di dalam negeri.
Sebab, unifikasi dunia semakin mengaburkan batas-batas negara. Permasalahan dalam suatu negara dapat berdampak terhadap negara lain dalam waktu singkat.

“Isu domestik dan isu global adalah tandem yang harus kalian kuasai,” ujar Wapres.

Selanjutnya, Wapres berharap generasi muda tidak pantang menyerah dalam menuntut ilmu, karena pemimpin berkualitas lahir dari tempaan dan pembelajaran yang tak kenal lelah. Namun, semua hal tersebut tetap perlu dilengkapi dengan akhlak mulia.

Baca juga:  Jasa Tirta II Bersinergi dengan Kementerian BUMN, Fokus pada Asta Cita

“Jangan berhenti menuntut ilmu. Pada kenyataannya, menuntut ilmu adalah pekerjaan seumur hidup, tidak berhenti di bangku sekolah dan kuliah saja,” imbuhnya.